
"Semua pemain dari dimensi lain berkata jika membeli gaun bunga anggrek merah ini, kecantikannya tidak akan abadi setelah melepaskan gaunnya, tapi karena ini pertama kalinya ada yang membeli gaun itu, kau mendapatkan kecantikan abadinya, artinya kecantikanmu itu akan tetap utuh walaupun kau melepas gaun itu!" ucap Sistem
"Itu sangat bagus, menurutku kecantikan itu sangat penting" ucap Yan Xin dengan senyum seringainya
"Putri, setelah ini kita akan memasuki hutan para hewan ajaib, para hewan ajaib yang berada di hutan itu sangat ganas dan ranah mereka rata-rata berada di ranah langit, dan juga jumlah mereka sangat banyak, jadi kau harus berhati-hati, tapi tidak apa-apa, sudah dipasang mantra perlindungan di kedua sisi jalan" ucap sistem
"Aku rasa itu sangat tidak mudah" seringai Yan Xin
Yan Xin pun memasuki hutan hewan ajaib dengan kereta kudanya.
Sepanjang perjanan suara hewan ajaib terus bersuara nyaring dengan pembatas di kedua sisi jalan, mereka tidak akan bisa menerobosnya.
Di tengan perjalanan kereta kuda Yan Xin di cegat oleh dua orang, yaitu tetua Annchi dari perguruan merah darah, dan tetua Gu Lang dari perguruan langit hitam.
"Hehe nona, sebaiknya kau keluar sekarang kalau kau sayang pada nyawamu!" ucap tetua Gu Lang
"Haha, bagaimana bisa kau membujuk wanita seperti itu tetua Gu Lang, tentu saja dia tidak akan keluar karena takut kepanasan" tetua Annchi meremehkan
Yan Xin yang di dalam kereta hanya tersenyum dengan menyeramkan karena berusaha menahan tawa, tidak tahu apa yang ditertawakan Yan Xin, tapi yang jelas suara tawanya itu sangat mengerikan membuat bulu kuduk kedua tetua itu berdiri.
"Kenapa aku merasakan dia sedang sangat senang?" gumam tetua Annchi yang sedang berwaspada
"Kenapa kalian mencegat kereta kudaku dasar dua orang tidak berguna?" senyum Yan Xin keluar dari kereta kuda
__ADS_1
Dan entah kenapa setelah Yan Xin keluar, tetua Gu Lang dan Annchi langsung membuka lebar matanya.
"Ke, kenapa dia semakin bertambah cantik!?" ucap kedua tetua itu
"Ini tidak adil!, seharusnya kecantikan itu milikku!, aku harus membunuhnya" ucap tetua Annchi
"Kau harus menyerahkan Sari Pati Peri itu kepadaku nona" ramah tetua Gu Lang dengan senyuman
"Hah?, untuk apa aku memberikan barang yang kupunya kepadamu?" tanya Yan Xin berpura-pura bingung
"Aku sudah bersikap ramah kepadamu nona, jangan sampai aku marah" ucap tetua Gu Lang
"Apakah aku peduli jika kau marah, ingatlah barang ini sudah menjadi milikku, jadi kau jangan terlalu banyak berharap jika aku akan memberikannya kepadamu" seringai Yan Xin
Ting!
"Poin belanja yang lumayan, aku akan mengambil misi ini" gumam Yan Xin
"Misi diterima, sistem dimatikan untuk sementara setelah pemain menyelesaikan misi"
"Jangan terlalu banyak bicara padanya, seharusnya kita langsung menyerangnya!" ucap tetua Annchi
"Racun Tanaman Hijau!" teriak tetua Annchi
__ADS_1
SRAKKK! SRAKKK!
Seketika dari tangannya keluar ranting hijau berakar duri yang menjalar dengan cepat siap melilit Yan Xin.
"Serangan yang lumayan, tapi itu tidak bisa mengalahkanku walau hanya sejengkal, dan sayang sekali aku tidak bisa berlama-lama dengan kalian, aku akan memusnahkan kalian secara cepat" ucap Yan Xin
"Jarum Pir Pemusnah Jiwa!"
Yan Xin pun melancarkan serangan menggunakan jarum pir yang dibuatnya menggunakan aura, dan jarum pir itu bertabrakan dengan akar beracun tetua Annchi.
BOOOMMM!' suara ledakan akibat kedua kekuatan yang saling bertabrakan
"Ti, tidakk!, tanganku!" teriak tetua Annchi
Tapi sayangnya akibat kekuatan Yan Xin yang terlalu kuat, tangan kanan tetua Annchi terpotong dan lenyap.
"Tunggu saja!, aku akan membalaskan dendamku!" teriak tetua Annchi mulai terbang menjauh
"Hoohh?, kau pikir kau bisa lari begitu saja?, aku akan memberimu hadiah sebelum kau pulang" seringai Yan Xin
Yan Xin pun membuat satu jarum pir lagi dan meniupkannya ke arah tetua Annchi kabur.
BOOOMM!'
__ADS_1
Tetua Annchi pun langsung mati tanpa jasad.
Tetua Chang yang melihat kejadian itu pun gemetar sejadi-jadinya.