Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 165 (Season 4)


__ADS_3

Pagi harinya di gerbang kediaman kaisar...


"Aku ingin bertemu dengan ayahanda karena ada hal penting yang harus kukatakan" jawab Luo Chun


"Maaf, kaisar sedang berdiakusi dengan para mentri di dalam, mohon anda kembali lagi di lain waktu pangeran" ucap pengawal


"Apakah begitu baiklah aku akan datang di sore hari, dan kenapa para pelayan dan para kasim berlalu-lalang sedari tadi?" tanya Luo Chun


"Pangeran pertama (Anming) akan berperang dalam tiga hari lagi melawan musuh di pperbatasan antara dua kekaisaran, kaisar membuat pesta untuk simbol menyemangati pangeran pertama berperang" jawab pengawal


"Baiklah, terima kasih atas informasinya" senyum Luo Chun berbalik badan dan berjalan pergi


"Selalu saja kakak!, bagaimana bisa hanya kakak yang dibuatkan pesta!, padahal saat aku memimpin sendirian perang melawan para pemberontakdan menang, ayahanda hanya diam dan tak memberiku hadiah sama sekali!" Luo Chun dalam hati


__________


Kediaman Gongzu...


"Aku aka berperang dalam tiga hari" ucap Anming dengan datar

__ADS_1


"Terus apakah kau harus memberitahuku, seingatku kau bilang bahwa pernikahan kita ini hanya dtatus dan kau tidak menganggapku sebagai istri" ucap Yan Xin sambil menyeruput teh


"Jangan salah paham, aku memberitahumi karena aku takut aku akan dihukum oleh ayahanda jika tidak memberitahumu" sambung Anming


Yan Xin hanya diam dan berfokus pada teh di cangkir berukir burungnya yang hanya tinggak setengah.


"Dan aku memperingatkanmu jangan macam-macam dengan ibunda, kalau kau sampai melakukan sesuatu yang tidak pantas kau tahu apa yang akan terjadi" tajam Anming


"Haha, apakah wajahku ini terlihat selera sekali dengan ibundamu itu?" tawa Yan Xin


"Memang begitu, wajahmu itu memperlihatkan semuanya" ucap Anming


__________


Di halaman tegah kekaisaran para pelayan dan kasim berlalu-lalang dengan sibuk dengan membawa banyak sekali barang-barang yang indah.


Halaman itu kini dihiasi dengan pita berwarna merah dan bunga yang berada di sisi-sisi halaman menggunakan vas giok nya.


"Wah aku tidak pernah melihat pesta yang dihias secantik ini, kaisar memang sangat menyayangi pangeran pertama"

__ADS_1


"Benar, aku rasa pangeran pertama akan mnduduki kursi kaisar setelah kaisar tutup usia, karena pangeran pertama selalu memenangkan perang dengan sangat gagah berani"


"Benar tapi sayang sekali dia sudah memiliki istri yang mendapinginnya, kalau tidak mungkin aku bisa mempunyai kesempatan"


"Kau jangan berkhayal, pelayan seperti kita akan mengabdi seumur hidup di istana ini, dan lagi aku pernah mendengar jika istri pangeran pertama igu sangat tidak sopan dan tidak punya tatakrama dan keanggunan sama sekali"


"Apakah benar begitu?, berarti aku masih mempunyai kesempatan berada di sisinya dan menjadi selir hehe"


"Kau jangan senanh dahulu, dari yang kudengar, istri baru pangeran pertama menolak keras pangeran pertama mempunyai selir, dia bilang selir hanya akan mengganggu seperti sampah"


"Bagaimana bisa dia berbicara serti itu!"


"Dan lagi aku dengar dia bahkan berani melawan Ibunda ratu"


"Ehem!, apakah kalian tidak bekerja" ucap Luo Chun tiba-tiba


Kedua pelayan itu pun kaget dan langsung memberi dalam dan kabur melanjutkan pekerjaan mereka.


"Benar, memang kakak iparku itu sangat menarik perhatian sehingga menarik hatiku" seringai Luo Chun

__ADS_1


__ADS_2