
"Hiks, jangan memarahi adik Xiu Er Xiao Ge, adik Xiu Er memang benar, hiks, seharusnya aku memakai pakaian yang lebih layak dan bagus" tangis Yan Xin
Xiao Ge pun melepaskan tangan Xiu Er dan membawa Yan Xin pergi dari danau teratai.
BRUK!
Xiu Er terjatuh ke lantai.
"Hiks, jangan tinggalkan aku kakak Ge!, bagaiman kau bisa memilih wanita itu daripada aku!" teriak Xiu Er
Xiao Ge tidak menghiraukan teriakan Xiu Er dan terus menjauh.
"Tidak..... kakak Ge pasti tidak akan meninggalkanku, hahaha, kakak Ge pasti tidak akan meninggalkanku seperti ini!" teriak Xiu Er
"Ini semua ulah wanita ******* itu, ya benar, ini semua ulah wanita ja*lang itu!" ucap Xiu Er dengan mata tajam
Paviliun Perak...
Seperti biasa karena malam sudah hampir tiba, di paviliun perak sepi dan kosong karena semua murid masuk ke dalam paviliunnya masing-masing
"Kenapa kau masih memakai cadarmu?" tanya Xiao Ge datar berdiri membelakangi Yan Xin
__ADS_1
"Hah?, ini kau yang meminta, tentu saja sebelum kau menyuruhku membukanya tidak akan kubuka" jawab Yan Xin
"Kenapa kau harus menurutiku?, aku adalah orang yang tidak bisa menjagamu?" ucapnya menundukan kepala
"Apakah kau tahu kenapa aku memilihmu?, karena kau adalah laki-laki yang pemberani" jawab Yan Xin
"Laki-laki pemberani?, hal apa yang menjadikanku laki-laki yang pemberani?, aku tidak pernah melakukan apapun yang membuatmu terpana" ucapnya menundukan kepala lagi
"Ya kau memang benar, kau tidak pernah menunjukan hal yang membuatku terpana, tapi apakah kau tidak tahu tentang dirimu, kau hidup disini dengan hinaan dengan ibumu, tinggal di pavilin yang sudah tua dan dikucilkan oleh semua orang, itu adalah hal yang kusebut pemberani dalam dirimu Xiao Ge, karena kau bisa melewati semua itu" jawab Yan Xin
"Ta, tapi itu karena ada Xiu Er yang menjagaku, coba kalau tidak ada Xiu Er!, pasti hal yang akan kau katakan berbeda kan!" Xiao Ge sedikit berteriak
"Hiks!, apakah benar begitu?, apakah aku bisa hidup tanpa Xiu Er disisiku?" Xiao Ge mulai menangis
Yan Xin pun mendekati Xiao Ge dan memeluknya dari belakang.
"Tentu, kau bisa hidup tanpa Xiu Er" ucap Yan Xin
Xiao Ge pun melepas pelukan Yan Xin dan berbalik menghadap Yan Xin dan memegang kedua tangan Yan Xin.
"Yan Xin... apakah..." buntu Xiao Ge
__ADS_1
"Ya?, apa yang kau mau katakan?" tanya Yan Xin
"a, apakah kau mau berkencan denganku!?" Xiao Ge memejamkan mata debgan sedikit berteriak
"Tentu, aku mau berkencan denganmu" jawab Yan Xin
"Ba, bagaimana bisa kau langsung menjawabnya!?" ucap Xiao Ge
"Hah?, jadi kau mau jawabanku ditunda besok?" bingung Yan Xin
"Bu, bukan seperti itu yang kumaksud, ma, maksudku... ah lupakan!, ayo kita berkencan besok malam!" Xiao Ge sedikit berteriak
"Hahaha, baiklah, semuanya kuserahkan kepadamu" tawa Yan Xin
"i, ini sudah malam, aku akan mengantarmu ke paviliunmu" ajak Xiao Ge dengan pipi merahnya yang malu dan langsung berjongkok
"Hah?, apa yang kau lakukan?, kenapa berjongkok?" tanya Yan Xin heran
"Te, tentu saja aku mau menggendong calon istriku!, apakah itu salah!?" jawab Xiao Ge dengan muka merah
"Hahaha, baiklah, baiklah, aku akan menerima tawaranmu" tawa Yan Xin
__ADS_1