Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 208 (Season 5)


__ADS_3

Semua penonton bersorak melihat Yan Xin yang berhasil membuat Pil langka bernama Pil dewa Putih.


Tak lupa para mentri dan para keluarga terhormat dari kekaisaran gama dan juga kaisar yang melihat itu sempat kaget, sampai akhirnya memuji Yan Xin.


Dari bangku teratas terlihat kaisar gama takjub melihat Yan Xin.


"Katakan padaku, siapa pemuda itu?, di usianya yang sangat muda tentu saja dia amat sangat hebat bisa membuat Pil dewa putih teratas!" kagum kaisar gama


"Dari data peserta seleksi, dia bernama Ratu Mawar, mungkin nama ini adalah nama samarannya yang mulia" jelas penasehat


"Mungkin, karena dia adalah orang hebat, tentu saja dia akan menyamarkan nama aslinya, dari namanya yaitu 'Ratu Mawar', pasti dia adalah seorang wanita" sambung kaisar gama


"Tebakan yang tepat yang mulia" sambung penasehat


"Penasehat kau tahu sekarang kau harus apa, aku ingin kau menawari dia menjadi alkemis kerajaan gama ku, dan ingat jangan memaksa dia jika dia tidak mau, firasatku berfikir dia adalah orang yang tidak bisa disinggung" jelas kaisar gama


"Sesuai perintah anda yang mulia" sambung penasehat

__ADS_1


Tanpa disambar petir, Yan Xin pun mengambil Pil dewa putih yang dibuatnya, dan menaruhnya di meja penguji untuk diuji apakah Pil ini cacat atau tidak.


Semua peserta seleksi sudah memberikan Pil mereka kepada para pennguji, untuk menunggu daftar nama siapa yang lolos dan tidaknya harus menunggu esok hari di Gold Alkemist, yaitu rumah Pil terbesar di kekaisarn gama.


...*****...


Kembali ke kota daun di perguruan Bixi.


Kini perguruan semua murid yaitu Sin Si, Hye Yu, Tu Tu, Hauzan, dan A mu berjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada perguruan bixi.


Hye Yu kini tak tenang dan terlihat gelisah.


"Aku cemas dengan keadaan tetua mora, kau tahu kan dia sedang sakit dalam, dan tidak mungkin untuk bertarung lebih lama" jawab Hye Yu


"Benar, aku juga sangat cemas kepada tetua mora dan tetua lainnya juga, dan Tu Tu kau juga bersalah atas semua ini, huh!" ucap Sin Si


"Hah?, kenapa kau menyalahkanku?" tanya Tu Tu

__ADS_1


"Hei dengarkan ini, jika pada malam itu saat kau menjaga gerbang perguruan bixi kau tak tertidur, pasti kau bisa mencegah Molin membuat masalah!" marah Sin Si


"Apa yang kau katakan, kau seharusnya tahu, aku ini lelah berlatih dan harus menjaga gerbang perguruan bixi, tentu saja aku sangat lelah dan harus tidur!" ucap Tu Tu


"Huh!, alasan macam apa itu!" sambung Sin Si


"Hei kalian, sudah jangan bertengkar!" ucap Hye Yu


"Tu Tu ambilkan secarik kertas dan pena bulu, aku ingin membuat surat untuk kakak Yan Xin, sekarang perasaanku sedang tak enak" gelisah Hye Yu


"Tapi kakak seperguruan Hye, jika kau mengirim surat saat ini juga maka akan tiba sangat lama saat kakak Yan Xin membacanya" uvap Tu Tu


"Jangan membantah!, cepatlah!" tegas Hye Yu


"Ba, baiklah" Tu Tu pergi ke ruang baca untuk mengambil kertas dan pena


Terlihat Sin Si yang menjulurkan lidahnya mengejek Tu Tu yang kena marah Hye Yu.

__ADS_1


"Dan Sin Si, cepat ambil burung pengantar surat dan bawa kemari secepat mungkin" sambung Hye Yu


"Baiklah kakak Hye aku akan mengambil burungnya di kandang perak" jawab Sin Si


__ADS_2