
Di perjalanan menuju paviliun danau biru...
"Aku ingin bertanya, kenapa kau meminta-minta makanan kepada para selir yang lain?" Tanya Yan Xin sambil berjalan
"Saya sudah melayani nonaku yaitu selir Huan Qian sejak kecil, kami tumbuh bersama, tapi sekarang setelah nonaku berumur dua puluh tahun dia disuruh untuk mengikuti pemilihan di keluarga Xin ini oleh ayahnya yaitu patriac keluarga Huan, nonaku berpikir kalau dia menolakpun dia tidak akan bisa menghindari untuk mengikuti pemilihan selir itu, dia pun mengikutinya dan terpilih bersama nona dari keluarga Li yaitu Liangyi, Tapi saat menentukan siapa yang pertama bermalam bersama patriac Xin, Selir Li menyerobot dan mengatakan bahwa ia ingin dirinya dahulu untuk bermalam bersama, dan aku tidak menyangka patriac Xin menyetujui wanita yang tidak tahu sopan santun... eh.. ma, maaf tuan putri!, saya sudah sangat lancang!, hukumlah saya!"
"Tidak apa-apa, kau teruskanlah bercerita, aku ingin tahu detailnya"
"Ba, baiklah, Tapi pada esok harinya saat patriac Xin bermalam dengan selir Li, dia seakan melupakan selir Huan, karena sangat kesal selir Huan yaitu nonaku menyerobot nasuk ke kediaman patriac dan marah kenapa patriac Xin tidak bermalam bersamanya dan melupakannya, patriac Xin marah lalu menghukum nonaku kurungan selama tiga bulan dan mengurangi jatah makannya, da, dan selir Li memanas-manasi patriac Xin... hiks, dan menyuruh patriac Xin untuk tidak memberinya makanan selama masa kurungannya... hiks" Ringis Xia He sedih
"Bagaimana mungkin ayah melakukan hal seperti itu?, bagaimana pun aku kesini untuk menjenguknya dan membawa kedua adikku pergi" Ucap Yan Xin dalam hati
"Kita sudah sampai putri, ini adalah kediaman nonaku selir Huan"
Paviliun danau biru, tidak seperti namanya paviliun itu terlihat sangat sepi dan kering, kolam danau kecil yang seharusnya terisi air biru dengan ikan hias itu sangat kering, padahal ini paviliun yang baru dibuat. diluar, pohon indah dan sangat hijau, tapi di paviliun ini pohon terlihat seperti musim kemarau yang sangat kering, seperti sudah ditentukan oleh seseorang.
"Paviliun ini seperti sudah tidak layak dipakai, apakah kata 'baru dibuat' itu hanya rekayasa?, tapi aku tumbuh disini dan tidak pernah melihat paviliun ini" Pikir Yan Xin
__ADS_1
Mereka pun sampai di pintu paviliun.
SREEG
Pintu kayu itu digeser oleh Xia He.
Terlihat seorang wanita yang cantik tidur dengan gelisah dan tubuhnya berkeringat dengan deras, badannya seperti sudah pasrah akan keadaan.
"Maafkan aku nona... hiks, aku tidak bisa menjagamu dengan baik... hiks" Tangis Xia He
Yan Xin pun mendekati wanita itu dan duduk disampingnya dan meraba nadinya.
Yan Xin merogoh lengan bajunya, mengeluarkan Pil penyembuh dan memakankannya kepada selir Huan.
GLEK!
"Hosh... hosh, kenapa aku merasa sangat lelah dan berkeringat... hosh, hosh" Linglung selir Huan yang baru saja terbangun
__ADS_1
"Nona!... hiks, baguslah anda sudah sadar!... hiks" Sukur Xia He
"Tidak apa-apa, anda hanya demam tinggi dan kelaparan, aku akan membawa kalian keluar supa kalian bisa memakan sesuatu"
"Ta, tapi... apakah para penjaga tidak akan menahan kita?" Cemberut Xia He
"Tidak apa-apa, selama ada aku, kalian tidak akan bisa dilukai" Jawab Yan Xin datar
"Papah nonamu dan ikuti aku"
"Ba, baik putri!"
"Apakah kau bilang dia putri!?" Kaget selir Huan langsung berdiri dan membungkuk
"Salam putri!, maaf karena saya terlambat menyadarinya!" Ucap Selir Huan
"Berdirilah, kau sedang sakit, ayo pergi denganku"
__ADS_1
"Ta, tapi saya sedang menjalani hukuman kurung, patriac akan marah"
"Abaikan saja hukuman tidak berguna itu, ikutlah denganku, kau pasti sangat kelaparan sekarang" Datar Yan Xin