
"Haha, pak tua ternyata kau kian melemah karena kau terus mengobati istrimu itu" Kaili
"Mungkin dalam sekali jentikkan jari kau akan terpental ke ujung dunia, jadi bagaimana jika aku membicarakan ini dengan baik-baik kepadamu, karena sekarang hatiku sedang senang, maka aku akan memberikanmu kesempatan untuk menghancurkan sendiri perguruan Putihmu ini" senyum licik Kaili
"Jangan harap dasar iblis, perguruan yang sudah turun-temurun ini walaupun aku mati sekalipun, perguruan Putih ini harus berdiri dengan tegap dan pantang membungkuk!" Jianheeng memegangi perutnya yang terasa sakit
"Hoho baiklah, maka jangan salahkan aku mengambil cara yang kasar!, Tekhnik Raksasa Iblis Roh Utara!" Kaili
Seketika muncul iblis manusia bertanduk berukuran raksasa di depan Jianheeng.
"Sekarang kau seperti semut dihadapanku, maka aku tidak akan membuang tenagaku untuk melawanmu, iblisku, seranglah dia samai dia berkata 'Iya'" Kaili memerintah
"GROAAAARRRR !!!!" Amuk iblis raksasa bertanduk itu
Dia bersiap untuk melawan, raksasa itu mengepalkan kedua tangannya dan melontarkannya ke tanah tempat Jianheeng berdiri, dengan sigap Jianheeng menghindari serangan kepalan tangan itu.
__ADS_1
"Bagaimana bisa Yueyin (Kaili) bisa memiliki kekuatan sebesar ini dan bisa memanggil monster!" Jianheeng dalam hati
Serangan terus dilancarkan oleh raksasa bertanduk itu, hingga Jianheeng tak sanggup lagi menahannya, dan secara terpaksa dia harus mengeluarkan benda pusaka milik perguruan yaitu gulungan Emas, setelah membuka gulungan emas itu muncullah Naga salju raksasa.
Naga salju raksasa itu saling bertarung dengan raksasa iblis bertanduk hingga raksasa iblis bertanduk kalah telak.
"Heh, tak menyangka jika kau bisa mengalahkan raksasa iblis bertanduk kepunyaanku dengan pusaka perguruanmu itu, tapi apakah kau tahu itu hanya sebagian kecil dari kekuatanku, yang terbesar masih dibagian yang paling terakhir, dan sekarang lihatlah dirimu pak tua, kau sudah tak sanggup menahan seranganku lagi, bagaimana kalau aku membunuhmu sekarang?" sombong Kaili
"Tidak, tidak, kau harus dibunuh secara perlahan baru aku akan puas bisa menyerang perguruan ini" sambung Kaili
"Maka sekarang bunuhlah aku, tapi aku tidak akan membiarkan perguruan Putihku ternodai oleh baumu yang tak suci itu, itu akan membuat perguruan Putihku terhina!" ucap Jianheeng
Mendengar itu Kaili merasa terhina dan marah sambil tubuhnya mengeluarkan aura hitam iblis.
_______
__ADS_1
Kini di belakang gunung, semua murid terkumpul dan beberapa guru yang tak ikut bertempur kian mendisiplinkan para murid agar tetap terkontrol..
"Kakak Yan, aku sangat merindukanmu!" Huanran memeluk Yan Xin
"Haha aku juga sangat merindukanmu, bagaimana, apakah kau suka berada di perguruan Putih, apakah kau ingin pulang kembali ke kota ke rumahmu?" tanya Yan Xin
"Tidak, tidak, aku sangat suka sekali disini, semua murid disini sangat baik kepadaku dan selalu menawariku makanan" jawab Huanran
"Haha baguslah jika jawabanmu seperti itu" senyum Yan Xin
"Kakak Yan Xin, kenapa semua murid diperintahkan untuk berkumpul disini?, apakah terjadi sesuatu di dalam perguruan?" tanya Minghao
"Benar, ini terasa aneh bagi kami, tak pernah terjadi hal seperti ini sebelumnya" sambung Mingmei
"Aku yakin, pasti di perguruan telah terjadi sesuatu, katakan sesuatu kakak cantik!" sambung Nuwa
__ADS_1
"Hahaha, apa yang kalian bicarakan, jangan bicara sembarangan, pemimpin perguruan memerintahkan kalian kesini untuk berlatih sekaligus berpiknik, pemimpin memperhatikan bahwa kalian sangat lesu dalam belajar, maka dari itu pemimpin membuat semua rencana ini, bukankah pemimpin sangat baik?" senyum Yan Xin