
"Hahaha, apa yang kalian bicarakan, jangan bicara sembarangan, pemimpin perguruan memerintahkan kalian kesini untuk berlatih sekaligus berpiknik, pemimpin memperhatikan bahwa kalian sangat lesu dalam belajar, maka dari itu pemimpin membuat semua rencana ini, bukankah pemimpin sangat baik?" senyum Yan Xin
"Wah pemimpin amat sangat baik, aku tak menyangka pemimpin bisa memperhatikan kita sampai seperti ini, memang aku akhir-akhir ini jadi malas belajar" ucap Nuwa
"Heh, bukankah kau setiap hari memang malas belajar" ucap Mingmei
"Terserah, tapi akhir-akhir ini aku memang sangat malas sekali untuk belajar, bukankah begitu Minghao?" Nuwa
Minghao tak menggubris perkataan Nuwa, membuat Nuwa masih merasa bersalah.
Melihat itu Yan Xin tahu bahwa ada masalah diantara mereka berdua.
"Kenapa Minghao, kenapa kau tidak menjawab Nuwa, apakah kau marah kepadanya?" tanya Yan Xin
"Tidak ada, aku hanya sedang malas berbicara" Minghao lalu pergi
"Apakah terjadi sesuatu, kenapa kalian hanya diam saja, cepat katakan apa masalahnya" ucap Yan Xin
__ADS_1
"Ini hanya masalah kecil kakak Yan Xin, ini bermula saat Huanran ingin bertemu denganmu...." Mingmei bercerita
_________
Kini di perguruan Putih, Kaili merasa terhina atas ucapan Jianheeng sehingga dia memunculkan aura kehitaman iblis di tubuhnya.
"Berani sekali kau berkata seperti itu dan menghinaku, tanpa basa-basi lagi aku akan membunhmu sekarang.... Bola Api Neraka Kematian!" Kaili
"Setelah memunculkan bola api ini, maka serangannya tak akan dapat di tahan oleh apapun, dan manusia yang terkenanya akan lenyap terurai seperti abu.
"Maafkan aku Yueyin, ini memang salahku, jika ini terjadi maka biarlah terjadi, aku sangat senang bisa menukarnya dengan nyawaku sendiri" Jianheeng pasrah memejamkan mata
Mendengar ini Kaili kaget akan ucapan Jianheeng dan mengalirkan air mata.
"Hiks... ini memang salahmu!, ini semua memang salahmu!, gara-gara janjimu aku menjadi seperti ini!, demi membalaskan dendamku aku menjadi seperti ini!" tangis Kaili
"Ini memang salahku, andaikam aku tak berjanji padamu saat itu, tentu kau tidak akan menungguku selama ini sampai kau terjerat lingkaran iblis, tapi Yueyin, aku benar-benar tidak akan pernah melupakanmu, sekarang biarlah ini terjadi, mungkin mrmang ini adalah nasibku" Jianheeng
__ADS_1
Bola api itu terus bergerak mengarah kepada Jianheeng.
"Apakah kau lupa perkataanku sebelumnya, aku tak akan membiarkanmu mati dengan mudah!" senyum Kaili
Tiba-tiba Kaili muncul di hadapan Jianheeng, membuat bola Api itu itu terkena kepada Kaili.
"Tidak Yueyin!, biarkan aku mati!, jika itu bisa membuatmu puas akan kemarahanmu kepadaku, biarkan aku yang mati!, bagaimana bisa kau mengorbankan dirimu seperti ini lagi!" tangis Jianheeng
"Apa yang kau katakan sebenarnya, aku memang pernah marah padamu, tapi aku yakin pada saat kejadian itu kau pasti tak melupakanku, bagaimana bisa aku marah padamu setiap saat, biarlah aku yang pergi, ikatan iblis ini tak akan begitu mudah hilang, jiwaku akan terbang ke neraka selama 10.000 tahun untuk membersihkan diri dari noda dan bereinkarnasi kembali, jadi bisakan dikehidupan selanjutnya kita bersama" senyum Kaili menahan tangis sambil tubuhnya terurai perlahan
"Tentu, tentu kita akan bisa bersama di kehidupan berikutnya, maka aku yakin di kehidupan berikutnya kau akan tetap cantik seperti cahaya putih yang bersinar" senyum Jianheeng menitikkan air mata
"Maka aku akan menunggumu di kehidupan berikutnya" senyum Kaili tubuhnya terurai sepenuhnya dan menghilang
Setelah Kaili menghilang, maka seluruh pasukannya juga akan ikut menghilang karena mereka mempelajari kekuatan iblis dari Kaili, jiwa mereka juga akan dibersihkan di neraka selama 10.000 tahun sebelum akhirnya mereka bereinkarnasi kembali.
Sorak bergemuruh disetiap penjuruh karena perguruan putih telah menang akan perang melawan ratu iblis.
__ADS_1