Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 5 (Season 1)


__ADS_3

Di kediaman Yan Xin...


"Nona Yan Xin, Anda dipanggil oleh Patriac di kediamannya"


"Heh, sepertinya Lacur itu memainkan trik lainnya lagi"


Di kediaman Patriac...


"Salam ayah..."


"Dia ayah!, dia yang telah memukulku! hiks" teriak Xin Er


"Yan Xin, apakah benar kau yang telah memukul Xin Er!?"


"Suamiku, kau harus menghukum anak kurang ajar ini biar dia jera!" ucap ibu Xin Er yaitu selir Su


"Hehe, drama ini sudah pernah ribuan kali ku tonton di laptop, kau ingin menyerangku?, maka aku akan menyerangmu balik!" ucap Yan Xin dalam hati


"Hiks, ayah, bagaimana bisa aku memukul saudari Xin Er, kau tau aku ini sangat lemah hiks" Ucap Yan Xin berekting menyedihkan


"Benar juga apa yang dikatakan Yan Xin, dia itu sangat lemah, bagaimana bisa dia memukulmu!?"


"Tidak ayah, dia benar-benar memukulku!"


"Dasar jalang!, Singkirkan muka menyedihkan palsumu itu!!" Teriak Xin Er


"Lihat itu ayah... hiks, Saudari Xin Er memang tidak bisa menerimaku... lebih baik aku pergi dari sini... hiks"


PLAK!


"Xin Er, beraninya kau berbicara seperti itu kepada kakakmu!?, Pengawal, kurung dia di rumahnya selama tiga bulan!!"


"Baik Patriac!"


"Tidak ayah!, si muka palsu itu sedang berekting!!, bagaimana kau bisa mempercayainya!!"


Xin Er pun pergi bersama pengawal untuk menjalani hukuman kurungan

__ADS_1


"Dia adalah ayah angkatku, dia mengangkatku menjadi anaknya saat menemukan aku dijalan, dia orang yang sangat baik, dia membawaku ke kediamannya, karena saudara lain tidak suka maka mereka menindasku, Tapi tak apa, aku akan membalas mereka!" gumam Yan Xin


"Suamiku, bagaimana bisa kau tidak percaya pada anakmu sendiri?!" marah selir Su


"Jelas sekali aku marah dengan dia, dia berani memfitnah Yan Xin kakaknya sendiri!"


"Tapi dia itu hanya orang luar!"


"Sejak dia memasuki kediaman ini, dia sudah menjadi bagian dari keluarga ini, jadi dia bukan orang luar, camkan itu!"


"Huh, aku tak sudi berada disini lagi dengan dia!" Ucap selir Su dan langsung pergi


"Yan Xin, Bagaimana keadaanmu?"


"Saya baik-baik saja ayah"


"Bagus kalau begitu"


Patriac mengambil sesuatu di lengan bajunya


"Terima kasih ayah, Kalau begitu saya pamit dulu"


Di kediaman Yan Xin...


"Betapa baiknya ayah angkat memberikanku Pil yang mahal ini, tapi sayangnya Pil yang mahal ini tidak bisa memperbaiki merindianku, Karena Pil yang kubuat tadi pagi sudah kurubah menjadi Pil yang tak tertadingi oleh siapapun"


"Ting Ling bersiaplah, ketika kita membalas dendam, kita akan pergi meninggalkan kediaman Xin ini..."


"Baik Master!"


BRAKK!!


"Hei Yan Xin, Keluar kau!" teriak seseorang dari pintu luar


"Hehe, kakaknya sudah kalah, adiknya pun mengamuk, ini sungguh sangat menarik"


Di halaman Yan Xin...

__ADS_1


"Kenapa rupanya tuan muda kita ini berteriak-teriak di kediaman orang siang-siang begini" Ucap Yan Xin tersenyum licik


"Hei jalang!, karenamu kakakku mendapat hukuman kurung!, aku akan membalas dendam demi kakakku!"


"Wowww, sungguh adik yang sangat baik hati"


"Jangan banyak bicara, Aku sudah membawa banyak pengwal Ranah menengah, Dan masing-masing dari mereka memiliki elemen tanah, api, air, es dan cahaya!"


"Benarkah begitu, tapi sayangnya Elemen-Elemen itu tidaklah Spesial"


"Huh, kita lihat saja, Pengawal cepat serang wanita tidak tau diri ini!"


"Baik tuan muda!"


Para pengawal itu berlari mendekati Yan Xin


"haha, bocah sembilan tahun sepertimu ingin melawanku?, Mimpi!"


Yan Xin menengadahkan tangan kananya yang terdapat bubuk racun dan meniupnya kepada para pengawal itu


FUHHHH~


"a, apa ini... tanganku membusuk!"


"Aahhh!!, tolong, ini sangat menyakitkan!"


"Ku, kultivasiku menghilang!, Tidaakk!!"


"a, apa yang kau lakukan kepada pengawalku!?" teriak Tong Xin


Yan Xin pun mendekati Tong Xin yang perlahan berjalan mundur dan membisikkan sesuatu ke telingannya


"Adik kecilku Tong Xin, itu adalah bubuk mayat pelebur badan, jika musuh menyentuhnya walau hanya sejengkal saja, dagingmu akan membusuk, kultivasimu akan menghilang dan akhirnya kau akan mati~"


"ka, kau sangat kejam!"


Tong Xin pun lari terbirit-birit.

__ADS_1


__ADS_2