Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 110 (Season 3)


__ADS_3

"Kakak tidak perlu melakukan itu, aku yang akan menjaga kakak Ge, dari dulu sampai sekarang akulah yang akan menjaga kakak Ge!" Xiu Er sedikit berteriak


"Xiu Er kenapa kau meninggikan suaramu kepada Yan Xin?" Xiao Ge bangkit dari kursinya


"Hiks, tidak apa-apa Xiao Ge, mungkin Xiu Er memang tidak menerimaku, hiks" ringis Yan Xin berpura-pura menyedihkan


"Ti, tidak seperti itu kakak Xin, bagaimana bisa aku tidak menerima kakak!, aku malah senang karena kakak Xin aku dan Xiao Ge bisa menikah" ucap Xiu Er tergesa-gesa


Xiao Ge pun mendekati Yan Xin dan menghapus air mata dari pipinya.


"Sudah kau jangan menangis seperti itu, aku akan membawamu berkeliling sebentar, Xiu Er bukankah sebentar lagi kau akan berlatih Kung Fu di lapangan bersama para murid lainnya, aku akan mengajak Yan Xin berkeliling terlebih dahulu" ucap Xiao Ge lalu pergi bersama Yan Xin meninggalkan Xiu Er sendirian


"Dasar wanita ****** tidak tahu diri!, dia berani-berani merebut kakak Ge dariku!?, tunggu saja pembalasanku!" geram Xiu Er


Malam pun tiba, setelah Xiao Ge mengajak Yan Xin berjalan-jalan, Yan Xin ditempatkan di paviliun yang sedikit kumuh bernama paviliun Batu Air.


"Haihh kau sangat kasihan putri, kau ditempatkan oleh selirmu di paviliun kumuh" ucap Yan Xin


"Itu tidak masalah bagiku, lagipula aku juga sangat mengerti kalau disini Xiao Ge tidak mendapat jabatan apa-apa" jawab Yan Xin


TOK! TOK! TOK!

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dengan nada tidak sabaran.


Yan Xin pun membuka pintu itu dengan masih menggunakan cadarnya.


"Apakah benar kau bernama Yan Xin, ****** yang dibawa si sampah itu?" ucapnya langsung berkata


"Aku adalah pelayan nona Xiu Er, Nona Xiu Er mengundang anda ke acara minum teh di danau teratai perguruan esok hari, kau sangat beruntung bisa menerima undangan dari nona kami, maka dari itu kau harus memakai gaun yang bagus dan berdandan" ucapnya lagi dengan muka meremehkan lalu berbalik badan melangkah pulang


Tiba-tiba Yan Xin tersenyum sangat mengerikan.


"A, apa ini!" teriak pelayan itu


Tiba-tiba dari tubuh pelayan itu bertumbuhan mawar sampai-sampai menutupi seluruh tubuhnya.


Dan dia meledak oleh mawar yang tumbuh di badannya.


Yan Xin pun berbalik badan, dan masuk ke dalam paviliun dan menutup pintunya.


Keesokan harinya...


"Sistem, sisa berapa poin belanjaku?" tanya Yan Xin

__ADS_1


"Sekarang poin belanja anda 17.000 putri" jawab sistem


"Aku rasa aku butuh perbaikan kepada paviliun ini" ucap Yan Xin


"Sistem rasa, melihat kerusakan di paviliun ini membutuhkan 8.000 poin belanja" jawab sistem


"Baiklah, lakukan" Yan Xin berkedip


"Sekarang sisa poin belanja pemain berjumlah 9.000"


"Tolong pejamkan dahulu matamu putri" perintah sistem


Yan Xin pun memejamkan mata


SRIIIIINGGG~


"Nah sekarang buka matamu" perintah sistem


Yan Xin pun membuka matanya, betapa terkejutnya ketika paviliun yang penuh debu, rapuh, usang dan tidak layak ditinggali itu berubah menjadi paviliun seperti baru lengkap dengan perabotannya.


"Bagus, sekarang tempat ini begitu nyaman" ucap Yan Xin

__ADS_1


"Putri, apakah kau akan datang ke acara minum teh itu?" khawatir sistem


"Tentu, dia sendiri yang menyalakan api, sudah tugasku untuk menyalakan apinya lebih besar lagi"


__ADS_2