
Di luar penjara gelap...
"Majikan apakah kau sungguh-sungguh ingin mengakali kaisar?"
"Tentu saja tidak, itu hanya bualanku saja, meskipun aku tidak mengakali kaisar, aku sudah tahu bahwa Xin Er akan dijatuhi hukuman mati"
"Hah?, bagaimana kau bisa tahu?"
"Sebab..."
Flash back saat malam pertama...
"Aahhh sakit... jangan keras-keras"
"Kau harus menahannya sayang~"
"Suamiku aku ingin meminta sesuatu mmhh..."
"Hosh hosh, apa yang kau minta?, aku akan mengabulkannya untukmu"
"Ahhh!... Aku ingin kau membujuk kaisar untuk menjatuhi adikku itu hukuman mati... Ahhh!!"
"Sepertinya kau akan menjalankan rencanamu lagi?, hosh hosh, Baiklah aku akan mengabulkan permintaanmu"
"Ahhhh!!" Teriak mereka berdua yang sudah dijung tanduk
Flash back selesai...
"Woahh kau memanfaatkan kesempatan itu untuk meminta kepada pangeran"
__ADS_1
"Lelaki akan menuruti kita jika dia di moment sedang hilang akal pikiran, itu adalah moment yang pas, nah kanggi jika kau mau melakukan malam pertama kau..."
PLOK!
"Aww apa ini?!"
"Majikan jangan berbicara seperti itu!, aku masih belum menemukan satupun kangguru jantan disini hiks, bahkan kangguru betina pun tidak ada hiks"
"Sabarlah, pasti ada kangguru yang sangat tampan di sekitar sini, kau hanya perlu menunggu"
"Hiks... baiklah"
"Angsa pertama sudah dibereskan, sekarang kita akan menyembelih domba"
Di Pavilliun Shanggu...
"Akhirnya aku bisa tinggal disini dengan alasan untuk menemani mempelai wanita selama lima belas hari"
"Iya nona Xuan?"
"Ada berita apa hari ini?, beritahu aku semuanya"
"Baiklah nona, pagi tadi pangeran Leo berangkat dengan pasukannya untuk perang selama lima hari atas perintah kaisar, dan aku dengar nona Xin Er dari keluarga Xin itu akan dihukum mati atas tuduhan pencurian barang berharga"
"Apakah kau tahu tentang wanita yang dinikahi pangeran Leo, jelaskan padaku"
"Dia adalah nona pertama dari keluarga Xin, dengar-dengar dia adalah anak pungut, yang dipungut patriac keluarga Xin sendiri, dan dari yang saya dengar dia adalah wanita yang sangat lemah, tadi saat aku berjalan kemari, aku melihat dia berjalan keluar dari istana memakai pakaian serba hitam dan bercadar"
"Bagus... kau boleh pergi" Ucap Xuan Xu menyodorkan kantong berisi uang
__ADS_1
"Terima kasih nona, saya permisi"
"Haha, momen ini sangat bagus untuk membalas dendam kepada wanita itu karena sudah merebut pangeran Leo"
Di pasar...
"Ya ampun cuaca hari ini sangat panas sekali, kebetulan aku pakai pakaian serba hitam, aku rasa aku akan mati kepanasan"
"Majikan kenapa kau ke pasar?" Tanya kanggi
"Entah kenapa makanan di istana sangat tidak cocok dengan seleraku, jadi aku ke pasar untuk makan saja, tidak ada hal khusus lain"
"Kanggi lihat-lihatlah disini apakah ada tempat makan yang enak"
"Majikan, kenapa ada banyak sekali orang disana?"
"Hmm... aku sangat penasaran, ayo kita ke sana, mungkin ada makanan yang bisa kita beli"
Yan Xin dan kanggi pun mendekati gerombolan orang itu dan dan mencari informasi.
"Permisi, apa yang sedang terjadi disini?" Tanya Yan Xin sambil menyodorkan kantong berisi uang
"Ohh nona, disini ada perekrutan murid, semua perguruan membuka pendaftaran murid sekali setiap tujuh tahun, para orang tua pun mulai mendaftarkan anak mereka di salah satu perguruan dengan harapan anak mereka bisa mngangkat derajatnya"
"Ada lima perguruan yang membuka pendaftaran disini, Perguruan Sitang, perguruan gunung Merah, perguruan Angin bertiup, perguruan kilat petir, dan yang terakhir perguruan Xibi"
"Benarkah?, tapi aku melihat kenapa meja pendaftaran perguruan Xibi sepi sekali?"
"Itu yang nona belum tahu, kota Xibi adalah kota yang sangat kering, miskin dan kotanya sangat terpencil, dan aku dengar hanya ada dua tetua yang ada di perguruan Xibi dan empat lainnya adalah murid"
__ADS_1
"Hmm... menarik" Senyum Yan Xin