
Kain penutup pusaka itu dibuka, setelah dibuka, nampaklah telur dengan ukuran sedang berwarna merah darah yang sangat menakutkan terpampang di hadapan Yan Xin.
"aku merasakan hawa menakutkan dari telur itu" gumam Yan Xin
Bao Yu pun mennyerahkan telur itu dan meletakkannya ke tangan Yan Xin.
"Telur itu sudah menandaimu sebagai pemiliknya, kuharap kau berhati-hati" ucap pemimpin Fang
"Jangan khwatir pemimpin Fang, aku ke sini sekalian untuk melihat Fang Fen berlatih, kira-kira dimana dia berada?" tanya Yan Xin
"Dia pergi berlatih di arena tarung di dekat danau kering, kau bisa menemuinya disana" jawab pemimpin Fang
"Dan sekalian aku ingin berpamitan kepada kalian, maaf aku tidak bisa menepati janji untuk menunggu desa Glo ini makmur, karena aku akan ke gunung hitam" ucap Yan Xin
"Baiklah jika itu kemauanmu nak Yan Xin, aku juga tida bisa mencegahmu, tapi aku harap kau berhati-hati, di gunung hitam terdapat orang kuat bernama kakek gunung, dia sangat dihormati oleh desa-desa dipinggir gunung hitam tersebut, dan ada kabar bahwa dia sedang membuat perkumpulan hitam"
"Baik, aku akan mengingat pesanmu pemimpin Fang"
Di arena tarung desa Glo...
__ADS_1
Arena tarung desa Glo adalah arena tarung yang sangat luas, walau beralaskan tanah kering yang retak akibat kemarau, arena tarung itu sangat nyaman digunakan oleh warga lelaki desa Glo yang ingin mengasah tekhnik pedang kayu.
"Arena tarung milik desa Glo ini sangat unik, aku tidak heran karena desa ini desa yang miskin jadi tidak ada biaya untuk membuat arena tarung" pikir Yan Xin
Terlihat Fang Fen yang sedang bersemedi di tengah-tengah arena.
"Aku tidak menyangka dia akan langsung berlatih setelah aku berikan buku kultivasi itu, dia sangat rajin" datar Yan Xin
Yan Xin pun mendekati Fang Fen.
Tiba-tiba mata Fang Fen terbuka.
"Eh?, kenapa kau membuka matamu, kau harus tetap fokus" ucap Yan Xin
Yan Xin memalingkan mukanya.
"Huh!, aku tidak menyangka kau orang yang seperti itu, dan lagi kita ini masih belum resmi, dan ingatlah kau hanya selir, masih ada banyak selirku di luar sana yang menunggu" ucap Ya Xin
Fang Fen pun meraih tangan kanan Yan Xin dan menciumnya.
__ADS_1
"Tak apa jika aku hanya menjadi selir, aku tetap akan membahagiakanmu" senyum Fang Fen
"Terserah kau saja, apakah kau sudah bisa berkultivasi?" tanya Yan Xin
"Tentu saja aku sudah bisa berkultivasi"
"Baguslah, kau harus mencapai ranah surga dan menuju dunia atas, kau tidak perlu menungguku disini, setelah kau sudah naik ke dunia atas, tunggulah aku disana" jelas Yan Xin
"Baiklah jika itu kemauanmu"
"Dan aku akan pergi besok, ada urusan yang harus kuselesaikan" datar Yan Xin
"Kenapa kau harus pergi cepat-cepat sekali?, bukannya kau sudah berjanji ke ayahku jika kau akan menunggu saat desa Glo akan makmur olehku?" tanya Fang Fen
"Mengertilah, aku harus cepat-cepat membereskan masalah ini, walaupun masalah ini hanya masalah sepele, tapi ini harus cepat diselesaikan, kalau terus ditunda masalah ini akan menjadi besar, dan aku sudah meminta izin kepada ayahmu" jawab Yan Xin
Tiba-tiba Fang Fen melebarkan kedua tangannya.
"Kenapa kau melebarkan tanganmu?" tanya Yan Xin
__ADS_1
"Da, dasar tidak pengertian!, tentu saja aku minta pelukan, cepat peluk aku!" jawab Fang Fen malu-malu
"Haiih baiklah, aku akan memelukmu, anggap saja ini pelukan perpisahan sebelum aku pergi besok"