Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 189 (Season 4)


__ADS_3

Sesampainya diistana, Luo Chun mendengar kebisingan dari para penjaga dan pelayan akibat matinya semua cahaya tiba-tiba.


"Aku harus cepat ke paviliun wanita itu agar dia tidak lari" ucap Luo Chun


Di kediaman Moon Yan Xin yang terus mengamati Luo Chun dari layar digital menarik senyumnya.


"Apakah dia akan langsung membumuh Yan Xin palsu dikediamannya?" tanya Sistem


"Sistem apakah kau yahu ungkapan 'Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan', karena jika kita langsung dibunuh maka berakhirlah kehidupan, tapi jika kita terkena Fitnah, kita akan sengsara dahulu, lalu menjadi gila setelah itu mati, kurasa dia adalah korbannya, dia dia akan mendapatkan Fitnah sekaligus pembunuhan" seringai Yan Xin


Diistana yang sangat gelap tanpa cahaya, kini Luo Chun berada di ayas genting paviliun Gongzu tempat Yan Xin tinggal.


"Aku harus cepat membereskannya sebelum mereka menyalakan cahaya dati berbagai sudut istana" ucap Luo Chun


Dengan cepat Luo Chun turun dan langsung mendobrak pintu kediaman dan terlihat Yan Xin sedang tidur dengan berbalut selimut.


"Dasar wanita sial!, aku berada di oenjara bawah tanah sedangkan kau tidur dengan nyaman disini, itu tidak akan terjadi!"

__ADS_1


Dengan cepat Luo Chun mengeluarkan belati dan menghunuskan belatinya ke arah jantung Yan Xin sehingga berlumuran darah.


"Hahaha!, habislah kau, sekarang tidak akan ada orang yang mampu mengganggu rencanaku" tawa Luo Chun


Tiba-tiba semua obor dan lilin di istana menyala kembali dari sudut ke sudut hingga ternang.


Luo Chun yang usai tertawa kini panik sejadi-jadinya.


Tiba-tiba pelayan yang merawat kediaman Yan Xin berteriak karena melihat seseorang membunuh Yan Xin.


"AAAAAA!!!!" teriak pelayan wanita itu


SYAAT !


BLASHH !!


Tiba-tiba salah satu oanah meluncur mengenai pinggang Luo Chun sampai ambruk tak berdaya di tanah.

__ADS_1


"Kau... aku tidak percaya kau dapat melakukan hal serendah ini!" ucap Anming


"Kau telah membunuh istriku dan sekaligus kakak iparmu sendiri, apakah kau tidak berfikir ini adalah hanya sebuah nyawa yang bisa kau renggut begitu saja!!" marah Anming


"Aku kira kau adalah seorang yang ceria dan baik hati karena kau adalah adikku, kebeneran memang datang di saat-saat terakhir!, seharusnya kau tidak melakukan hal kejam seperti itu!" sambung Anming


"Bagaimana bisa kau menyebut ini kejam!, di dunia ini membunuh adalah hal yang tidak keji dan wajar!, memangnya kenapa aku membunuh istrimu!, dia hanya wanita pengganggu yang memfitahku!" ucap Luo Chun


"Sekarang kau sudah berani memanggil kakamu ini dengan sebutan 'kau', jika kau memang tidak bersalah kenapa kau membalas dendam!, itu membuktikan bahwa adikku itu orang yang sangat tidak berguna!, dan kau memang salah!" ucap Anming


"Memang!, memang aku yang salah, aku berencana memfitanah istrimu itu!, tapi aku terfitnah balik olehnya, dan aku ingatkan sekali lagi jangan panggil aku denggan sebutan 'adikku'!, aku sangat jijik mendengarnya!" ucap Luo Chun


"Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu!" tegas Anming


"Tentu saja bisa!, ayahanda selalu saja memujimu dan memberimu segala hal yang kau inginkan!, sedangkan aku hanya mendapatkan sisanya dan itupun aku sangat jijik menerimanya!, ibundaku yang ibu kandungku tapi ibu tirimu pun selalu membelamu dan membanggakanmu!, bagaimana bisa aku diam saja!"


"Dan satu lagi!, bertahun-tahun aku bersikap baik kepadamu itu adalah palsu!, semuanya adalah palsu, dibelakang aku selalu menyumpahimu tentang segalanya!, kau harus mati!, kau harus mati!!" sambung Luo Chun melempar belatinya ke tubuh Anming

__ADS_1


Tapi Anming menangkis belati dengan satu tangannya.


"Jadi itu alasanmu membenciku, memang seharunya ayahanda dan ibunda bersikap adil kepadamu, tapi membunuh tetaplah sebuah kesalahan, kembalilah ke penjara bawah tanah dan tunggulah hukuman dari ayahanda (Kaisar)" ucap Anming, berbalik badan lalu pergi


__ADS_2