
Pusaran api itu berhenti seketika dan meninggalkan Molin yang bajunya terbakar hingga kulitnya terbakar hingga parah dengan luka dimana-mana.
"Hosh... hosh..." Molin menghela nafas
"Aku salah membuat perhitungan, seharusnya aku tidak langsung menantangnya!" Molin dalam hati
"Haha tak kusangka murid dari perguruan Bixi ini sangat lemah, seharusnya aku hancurkan saja perguruan tidak berguna itu" ucap raja tandras
"Beraninya kau!!" ucap Molin
"Beraninya kau meninggikan suaramu!!" marah raja tandras
"Tekhnik ilusi!"
Seketika ekspresi Molin berubah menjadi sayu, tekhnik ilusi membuat Molin di alam bawah sadar sedang tersiksa bak satu juta pedang yang tertusuk di seluruh tubuh.
"Rasakanlah tekhnik ilusi ku ini nak, kau akan terus tersiksa selama tidak ada yang menyelamatkanmu dari alam bawah sadarmu, hahaha!!" tawa raja tandras
"Anda terlihat sangat senang yang mulia" ucap penasihat raja tandras
__ADS_1
"Hahaha!, benar, benar sekali aku merasa senang, sudah ribuan tahun tidak ada yang berani melawanku, walaupun hanya bocah, tapi aku sangat menikmati untuk menyiksanya" jawab raja tandras
"Dengan ilusi yang anda munculkam ke dalam pikirannya dia akan cedera parah dan lumpuh walaupun itu hanya ilusi, meskipun ada yang menyelamatkannya, dia tidak akan berguna sama sekali setelah itu" seringai penasehat
"hahaha... HAHAHAHA!!!" tawa raja tandras menjadi-jadi
"Para tetua perguruan Bixi yang bodoh itu terbang kemari untuk menyelamatkan muridnya, Kirim ribuan prajurit gelap untuk menghalang mereka!" perintah raja tandras
"Baik yang mulia" jawab penasihat
Di gerbang kerajaan raja tandras...
Tetua Mahma, Tetua Mora, dan Tetua Suli sudah sampai di gerbang istana hitam milik raja tandras.
"Benar, tandras mempunyai barang ajaib cermin danau biru yang menangkal kekuatan kita, dia sangat licik" sambung tetua Mahma
"Lupakan itu, kita harus memasuki gerbang hitam ini" ucap tetua Mora
Gerbang yang menjulang tinggi itu dibuka dan mereka masuk, setelah memasuki gerbang, mereka langsung diserbu oleh ribuan prajurit gelap yang ditangan mereka terdapat pedang.
__ADS_1
"Ini sangat gawat!, para prajurit ini di ranah semesta!, bagaimana bisa si iblis itu memelihara prajurit perang di alam semesta!" kaget Suli
"Dengan kita bertinga saja mungkin akan sanhat sulit untuk melawan ribuan prajurit ini" sambung tetua Mahma
"Kita harus tetap melawannya apapun caranya dan membawa Molin kembali, jujur dia sangat menyusahkan!" ucap tetua Mora
Merka pun bertarung melawan ribuan prajurit gelap dengan kemampuan para tetua yang mereka miliki.
...*****...
Esok pagi pun tiba di kamar Yan Xin.
Yan Xin yang semalaman begadang dan berkultivasi kini membuka matanya.
"Huh, tadinya aku akan langsung saja memakan Pil dewa putih ini, tapi untuk mencernanya butuh waktu sekitar satu bulan" Yan Xin meregangkan badannya bak kucing
"Badanku terasa lengket sekali karena berkeringat, seingatku di kamar ini terdapat pemandian air hangat pribadi, aku akan mencobanya sekarang" sambung Yan Xin melepaskan pakaiannya dan mengambil handuk
Yan Xin membuka pintu itu dan terlihatlah pemandian air panas bagai air terjun di hutan.
__ADS_1
Pemandian air panas itu tidak dibatasi dinding, melainkan hutan yang indah dan damai.
"Wahh ini sangat enak sekali" Yan Xin merendam tubuhnya ke air itu dan membersihkan rambutnya yang hitam panjang itu