Anak Semua Elemen

Anak Semua Elemen
Episode 209 (Season 5)


__ADS_3

Di tempat Yan Xin malamnya.


Kini Yan Xin berada di kamar khusus untuk peserta alkemis, semua peserta yang lolos telah disediakan fasilitas kamar dan makanan.


Kamar itu nampak sederhana dan ranjangnya terbuat dari kayu bambu.


"Kamar yang begitu sederhana, tapi tak apa asalkan aku bisa tidur, dan aku harus membuat rencana untuk esok hari nanti" ucap Yan Xin


"Dan tentu saja akan ada yang mengintipku" sambung Yan Xin dalam hati


Tanpa melepaskan jubah dan topengnya, Yan Xin menaruh Pil dewa putih yang dia buat ke kotak kecil kayu dan menutupnya, terlihat kotak itu bersinar.


Yan Xin meletakkan kotak kayu bambu itu ke laci kecil yang terbuat dari kayu bambu, lalu menidurkan tubuhnya ke ranjang.


Di luar kamar Yan Xin kini terdapat 2 penjahat berbaju hitam dengan pedang tajam mereka.


"Haha, ternyata tugas yang diberikan pangeran Zei Zei sangat mudah, kita hanya perlu mengambil Pil dewa putih dari orang itu dan mendapatkan imbalan yang sangat amat besar" tawa penjahat 1


"Hei bodoh kenapa kau sangat berisik!, nanti dia akan bangun!" marah penjahat 2 dengan berbisik


"Haha untuk apa kau takut, jika kita ketahuan kita langsung bunuh saja dia!" penjahat 1


"Benar juga apa katamu, haha, mari kita beraksi" penjahat 2


Beberapa menit kemudian...

__ADS_1


BUAK!!!


BUAK!!!


BUAK!!!


Dua penjahat itu dipukuli sampai terpental keluar oleh Yan Xin.


"Huh! dasar tidak tahu diri, berani sekali menerobos kamar ratu mawar, rasakan akibatnya" ucap Yan Xin


"Sepertinya ada yang berencana mencuri Pil dewa putihku, tidak tahu siapa orang dibalik semua ini, pasti orang itu sangat pengecut sehingga mengirim dua penjahat semut ini kesini" ucap Yan Xin


...*****...


Sekarang Molin berada di dalam tahanan penjara, sudah jelas dia akan gagal melawan raja tandras dan mengalami kesusahan.


"HAHAHA!!, dasar bocah ingusan yang tak tahu diri!, berani sekali kau menjadi pahlawan kesiangan dan menantangku di istanaku sendiri, tapi keberanianmu patut diacungi jempol, HAHAHA!!!" tawa menggema raja tandras


Raja tandras memiliki dua tanduk merah yang sangat besar dikepalanya, menggunakan pakaian dari bulu raja serigala.


Terlihat Raja tandras yang duduk di singgasananya melihat Molin dikurung di penjara kecil dihadapannya.


"Berani sekali kau mengurungku di penjara besi yang kecil ini!, kau akan mendapatkan balasannya!" teriak Molin


PRANG !!!

__ADS_1


Raja tandras membanting cangkir gelas itu dengan kuat ke arah Molin sampai Molin kaget.


"Huh!, musuhku haruslah diberi pelajaran, kira-kira pelajaran apa yang cocok denganmu nak" raja tandras berdiri


"Pengawal!, buka kurungan bocah tengik ini!" perintah raja tandras


Pengawal pun membuka jeruji besi yang terbuat dari besi itu, meninggalkan Molin yang tangannya masih terikat tali baja.


"Hahaha!, bersiap-siaplah nak, ini akan sedikit sakit" seringai raja tandras


"Tekhnik pusaran api kesengsaraan"


WEEEERRRR !!!


Tiba-tiba pusaran api seperti ****** beliung berputar di sekeliling Molin membuatnya berteriak kesakitan.


"AAAAA!!!" teriak Molin


"Hahaha!, aku baru saja pemanasan nak, jangan mati terlebih dahulu, itu sangat tidak seru jika kau langsung mati, Hahaha!!!" tawa puas raja tandras


"He, hentikan!, ini sangat menyakitkan!" teriak Molin dengan pusaran api itu masih terus berputar seperti angin ****** beliung


"Hahaha, baiklah, baiklah, aku akan menghentikan pusaran api itu" ucap raja tandras


Pusaran api itu berhenti seketika dan meninggalkan Molin yang bajunya terbakar hingga kulitnya terbakar hingga parah dengan luka dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2