AraDea

AraDea
Part 113 Jabatan Dupa


__ADS_3

"Aku nggak pernah lupa dengan statusmu, sebagai seorang menteri di kerajaan ini. Tapi jika caramu selalu mengandalkan tenaga, untuk melawan musuh. Itu yang membuat aku lupa, dengan posisimu sebagai seorang menteri."


"Apa maksudmu Dupa?" tanya menteri kerajaan kepada Dupa.


"Bukan hanya kau saja yang menteri di sini, aku juga menteri. Hanya saja kau itu, senior ku. Sementara aku hanya bawahan, tapi, bukan berarti semua pendapatmu itu benar," bantah Dupa dengan nada yang lebih tinggi dari Zola.


"Kau! beraninya kau menasehatiku Dupa! mulai hari ini, kau ku keluarkan dari istana ini dan jadilah kau prajurit di medan perang!" bentak Zola dengan kasar.


Mendengar suara Zola yang keras dan kasar, raja Askara langsung berdiri, seraya menampar meja yang ada di hadapannya.


"Zola gopra! posisimu sama dengan Dupa. Di kerajaan ini, kau hanyalah orang suruhan kerajaan Parahyangan. Kalau kau berani memerintah Dupa, maka aku juga akan perintahkan kau keluar dari istana ini dan jadilah seorang prajurit!"


Mendengar perintah raja, Zola gopra langsung terkejut dan dia pun bersujud di hadapan raja Askara. Zola memohon ampunan, agar posisinya sebagai seorang menteri tidak dipindahkan menjadi seorang prajurit.


Namun permohonan Zola gopra, langsung ditolak oleh raja Askara. Posisinya, sebagai seorang menteri berubah menjadi seorang prajurit, yang siap bertempur di medan perang.


Sedangkan Dupa, langsung diangkat menjadi menteri, pengganti Zola gopra. Tugas Dupa adalah, sebagai penasehat raja yang kekuasaannya meliputi seluruh menteri.


Raja Askara senang dengan kebijakan yang dibuat oleh Dupa. Bahwa perang, bukanlah jalan satu-satunya untuk menyelesaikan masalah.


"Dupa! hari ini kau kuangkat menjadi seorang penasehat kerajaan, yang bertugas sebagai penasehat raja dan seluruh menteri. Tugasmu mencari jalan keluar, jika kerajaan mendapat jalan buntu dalam menyelesaikan permasalahan."


"Ampun kan hamba yang mulia, apakah tugas itu tidak berlebihan. yang telah ditujukkan kepada hamba, karena mengingat hamba ini hanyalah seorang bawahan dari para menteri."


"Ini perintah raja, Dupa. Jika ada para menteri yang membantah ucapan darimu, kau berhak melaporkannya kepadaku, biar aku yang akan menyelesaikannya."


Karena tugas penting dipegang oleh Dupa, beberapa orang menteri, merasa sakit hati dan tersinggung, dengan keputusan yang dibuat oleh raja Askara. mereka diam-diam mendatangi Dupa dan mengancam kedudukannya.


"Kenapa kau mesti menerima, keputusan yang diberikan raja itu kepadamu Dupa!"


"Kenapa? ada masalah jika aku menerima jabatan sebagai penasehat kerajaan."


"Tentu salah Dupa! karena itu bukan hak mu sebagai seorang prajurit menjadi penasehat."


"Tugasku hanya, menjalankan perintah yang mulia raja. bukan dari para menteri yang semestinya di bawah kekuasaan ku. Aku berhak menuntut kalian semua, jika kalian masih mempermasalahkan jabatan ku sebagai penasehat," jawab Dupa dengan tegas.

__ADS_1


"Kurang ajar! kau ingin seluruh menteri memusuhi mu?"


"Kenapa mesti memusuhi ku, bukankah aku yang berhak mengatur posisi kalian semua!" jawab Dupa.


"Awas kau Dupa. Akan aku buat, hidupmu menderita," ancam Donggala.


"Kau mengancam ku Donggala? bukankah aku berhak memecat mu dan menjadikan kau prajurit di medan perang."


"Coba saja kalau kau berani!" bentak Donggala kesal.


Mendengar ucapan Donggala yang merasa berkuasa, Dupa langsung mengumpulkan para menteri dan mereka pun melakukan rapat tertutup.


"Karena wewenang saat itu telah dipegang oleh Dupa, makan dia berhak memberhentikan para menteri yang dianggapnya bersebelahan dengan kerajaan, yang selama ini memperkaya diri sendiri.


Rasa takut pun muncul, ketika para menteri disuruh berkumpul di aula kerajaan. Karena di situlah Dupa, akan menentukan posisi setiap menteri sesuai dengan kemampuannya.


"Wahai para menteri semuanya, saat ini kita akan melakukan perubahan kabinet. Para menteri yang selama ini bekerja, hanya karena mengharapkan gaji. Maka, untuk lima tahun ke depan, gaji mereka akan dikurang kan.


"Kenapa mesti dikurang kan Dupa?"


"Apa maksud dari ini semua Dupa?"


"Mulai besok, tulis seluruh harta kekayaan para menteri dan serahkan kepada saya. Itu tugasmu Donggala."


Setelah Dupa memberi arahan, kepada seluruh petinggi kerajaan parahyangan. Dia pun, langsung pergi meninggalkan aula rapat.


Setelah lupa pergi Donggala merasa kesal, dia memukul meja yang ada di depannya hingga patah. Semua para menteri terkejut, karena Donggala yang selama ini terlihat lemah dan tak bertenaga, hari ini telah membuktikan kemarahan nya kepada Dupa.


"Laporan tentang pemberontakan Donggala, langsung diterima oleh Dupa. Dua hari setelah itu, Donggala diberhentikan dari tugasnya ,sebagai seorang menteri dan di diturunkan pangkatnya menjadi prajurit, yang bertugas sebagai prajurit perang."


Di dalam rumahnya, Donggala menangis. Hatinya begitu sakit, melihat kelakuan Dupa yang telah memecatnya dari seorang pejabat kerajaan, menjadi seorang prajurit.


Semenjak Donggala dipecat dan diturunkan jabatannya, sebagai seorang menteri, yang lainnya pun menjadi ciut. Mereka tak ada yang berani berkomentar. Karena jika berkomentar ataupun membantah, Dupa tak segan-segan, mencabut kekuasaannya.


Malam itu, seluruh petinggi kerajaan parahyangan berkumpul. Mereka melakukan rapat tertutup di rumah Donggala.

__ADS_1


"Dupa sudah keterlaluan, dia memecat para menteri yang sudah lama mengemban tugas nya di kerajaan Parahyangan."


"Aku harus melakukan sesuatu, agar Dupa tak bisa berbuat banyak terhadap para menteri."


"Spa yang kan kau lakukan, Donggala?" tanya Rama.


"Aku akan menyuruh orang, untuk membunuh Dupa," jawab Donggala.


"Jangan lakukan itu Donggala, jika kau lakukan maka posisimu akan terancam. Kau akan dikeluarkan dari kerajaan Parahyangan."


" Itu lebih baik ,daripada di sini aku dihina oleh prajurit rendahan itu."


"Pikirkanlah terlebih dahulu Donggala, kau punya keluarga. Jika kau diusir dari kerajaan, kemana kau harus bahwa keluargamu?"


"Aku akan pindah ke kerajaan Buana. Karena di kerajaan itu, hidupku dan keluargaku akan bahagia," jawab Donggala.


Benar saja, apa dikatakan Donggala. Malam itu, ketika suasana sunyi, Donggala membawa keluarganya, keluar dari kerajaan parahyangan.


"Ayo cepatlah bergerak, nanti prajurit Parahyangan, akan melihat kita," kata Donggala kepada keluarganya.


Dengan cara mengendap endap mereka pun pergi meninggalkan kerajaan Parahyangan. Jalan setapak yang selalu ditempuh, oleh para penduduk yang pindah ke kerajaan Buana, maka jalan itulah yang dimanfaatkan Donggala, untuk meninggalkan kerajaan Parahyangan.


"Sebenarnya kita ini mau ke mana Bang?" tanya istri Donggala, ketika mereka berlima berjalan mengendap endap dibalik semak.


"Kita akan pergi ke kerajaan Buana," karena disana kita akan aman."


"Apakah kerajaan Buana, mau menerima kita Bang?"


"Tentu saja, karena selama ini para prajurit dan rakyat yang pergi ke kerajaan Buana, mereka tak pernah lagi kembali ke Parahyangan. Itu menandakan, mereka telah hidup aman dan damai di sana."


"Apakah Abang yakin, mereka aman dan damai selama di sana?"


"Tentu, mereka aman di sana. Karena Abang juga pernah ke kerajaan Buana secara diam-diam."


Bersambung...

__ADS_1


*Selamat membaca*


__ADS_2