AraDea

AraDea
Part 13 Kopi yang mencurigakan


__ADS_3

Benar saja dugaan Kemuning, setelah Bondan melihat dia menangis, Bondan tak jadi melanjutkan amarahnya, dia hanya diam saja seraya masuk kedalam kamar mandi. Di saat Bondan masuk kedalam kamar mandi, suaminya Raja Dasa Muka datang menghampirinya.


“Bang, kau kah ini?” tanya Kemuning bersikap lembut pada suaminya itu.


“Ada apa, kau bertengkar dengan Bondan suami mu?”


“Iya, Bang. Dia sepertinya mencurigai kita saat ini.”


“Nggak usah cemas sayang, Bondan nggak akan pernah mengetahui perselingkuhan kita.”


“Benarkah itu Bang?”


“Iya sayang,” jawab Dasa Muka yang menyebut Namanya Danu.


Lalu, dalam kesempatan itu, Danu menggauli Kemuning dengan begitu santai sekali, tak sedikit pun rasa takut di hati Danu saat itu, walau Bondan sedang berada di kamar mandi rumahnya.


Sementara Kemuning yang telah pasrah menerima kehadiran Danu, diapun tak lagi berfikir panjang. Dia langsung saja menerima Danu yang akan menggauli tubuhnya.


Bagai di atas awan, Kemuning begitu merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan bersama Bondan suaminya. Kemuning tampak mengerang menahan gejolak perasaannya saat itu. Setelah mereka selesai, Bondan pun keluar dari kamar mandi.


Saat itu Bondan masih mendapati, Kemuning menangis di atas ranjang. Bondan yang melihat istrinya masih menangis, dia tak memperdulikannya, Bondan terus saja berlalu meninggalkan Kemuning.


Seraya mengambil air yang ada di dalam botol itu, Bondan langsung memercikan airnya ke sekitar kamar dan di luar rumahnya. Akan tetapi, saat Bondan melakukan hal itu, Pak RT yang saat itu baru pulang dari kantor, dia melihat sesuatu di belakang Bondan.


Dari jauh Pak RT, memperhatikannya dengan serius, hingga Jasman datang menghampirinya, dan melihat Pak RT memandang Bondan dengan tatapan yang penuh tanda tanya.


“Bapak lagi melihat apa?” tanya Jasman pada Pak RT.


“Ah, kamu bikin kaget Bapak aja.”


“Habis Bapak, lagi ngintip apa?” tanya Jasman heran.


“Sini, sini kamu!” ujar Pak RT sembari menarik Jasman agar lebih mendekat pada dirinya.


“Ada apa?” tanya Jasman seraya berbisik pelan.


“Lihat itu, kau lihat?”


“Lihat apanya?”


“Itu, ada makhluk aneh yang sedang mengikuti Bondan dari belakang?”


“Maksud Pak RT, ada orang yang sedang mengikuti Bondan?”


“Iya, apakah kau nggak melihatnya?”


“Nggak, aku hanya melihat Bondan aja kok.”


“Jadi, hanya Bapak sendiri yang bisa melihatnya?”


“Ya udah, kalau begitu aku pergi dulu Pak RT.”

__ADS_1


“Ooo, baiklah. Silahkan saja,” jawab Pak RT pelan.


Lalu Jasman pun pergi meninggalkan Pak RT, namun setelah Jasman pergi, makhluk itu pun menghilang entah kemana. Di saat itu Pak RT langsung keluar dari persembunyiannya dan datang menghampiri Bondan.


“Assalamu’alaikum, Bondan!” sapa Pak RT seraya mengangkat tangan kanannya.


“Wa’alaikum salam. Eh ada Pak RT, silahkan masuk dulu Pak.”


“Ya terimakasih,” jawab Pak RT, seraya mengiringi Bondan dari belakang.


“Kemuning, hidangkan kopi hangat dulu, untuk Pak RT,” ujar Bondan memerintah istrinya.


Tak berapa lama setelah Bondan bicara, lalu seorang perempuan keluar sembari membawa dua gelas kopi panas.


“Kamu sehat Kemuning?” tanya Pak RT, pelan.


“Sehat Pak,” jawab Kemuning dengan suara lembut.


“Gimana dengan anak mu?”


“Dia juga sehat Pak RT.”


“Oh, syukurlah, kalian sekeluarga sehat semuanya.”


Setelah Kemuning menghilang dari hadapan Bondan dan Pak RT, lalu Pak RT bertanya sesuatu pada Bondan.


“Apakah kau melakukan pesugihan, nak Bondan?”


“Nggak Pak RT, aku nggak pernah melakukan perbuatan syirik tersebut.”


“Yang berada di belakang ku?”


“Iya, tadi Bapak melihat makhluk berbulu lebat mengikuti mu sewaktu kau menyiram sesuatu di sekitar rumah mu.”


“O ya? tapi kenapa aku nggak melihatnya ya?”


“Emangnya tadi kau lagi ngapain di sekitar rumah mu?”


“Aku sedang menyiramkan air do’a ini, kata Pak Ustad jika air Do’a ini ku sirami di sekitar rumah, maka makhluk halus nggak datang lagi mengganggu keluarga ku.”


Di saat Bondan bicara, lalu kemuning datang seraya membawa dua gelas kopi panas, permintaan suaminya.


“Selamat malam Pak RT,” sapa Kemuning seraya tersenyum manis pada Pak RT.


Di saat itu, Bondan dan Pak RT, langsung beradu pandang, mereka berdua merasa heran, karena sebelum kemuning yang asli keluar, ada seorang Kemuning yang palsu datang, anehnya mereka sama-sama membawakan kopi hangat pesanan suaminya.


“Lhoh, kopinya udah di buatkan?” tanya Kemuning heran.


“Jadi tadi itu,” ujar Bondan saat dia ingin mengatakan apa yang diragukannya.


“Ssst, udah nggak usah di lanjutkan, maaf Kemuning, tadi itu kamu kemana?”

__ADS_1


“Tadi?”


“Ya, tadi?”


“Tadi itu aku terlambat keluar, karena aku sedang memberi ASI pada Ara,” jawab Kemuning pelan.


“Ya udah, letak kan aja kopinya di sini, nanti biar kopinya kami minum,” ujar Pak RT dengan suara lembut.


“Baik Pak RT.”


“Sekarang kembalilah kau kekamar.”


“Baiklah Pak RT,” jawab Kemuning seraya meninggalkan Pak RT dan suaminya.


Ketika Kemuning telah masuk kedalam kamarnya, Bondan langsung bertanya pada Pak RT, tentang dua orang kemuning yang datang mengantarkan kopi hangat kehadapan mereka berdua.


“Lalu gimana dengan kopi ini Pak RT?” tanya Bondan setengah berbisik pelan.


“Jangan di minum, dan jangan sentuh ke empat gelas kopi ini.”


“Karena kita sama-sama nggak tau, mana Kemuning yang asli dan mana pula yang palsunya.”


“Baiklah Pak RT.”


“Maaf nak Bondan, untuk malam ini, kau nggak usah menggauli istrimu dulu.”


“Baik Pak RT,” jawab Bondan mematuhi permintaannya.


“Apakah kau punya plastik kecil?”


“Untuk apa Pak?”


“Untuk tempat kopi ini, besok akan kita tunjukan pada Pak Ustad, siapa tau dia bisa melihatnya.”


“Ooo, gitu,” jawab Bondan paham dengan maksud Pak RT.


Setelah mendengar perintah dari Pak RT, Bondan langsung ke dapur, untuk mengambilkan plastik.


“Ini Pak,” jawab Bondan seraya menyuguhkan plastik tersebut.


Plastik itu langsung di ambil Pak RT dan air kopi langsung di tuangkan kedua tempat yang berbeda, satu plastik di beri tanda dan yang satunya lagi di biarkan polos.


“Kalau begitu, saya permisi dulu nak Bondan.”


“Baik, Pak RT,” jawab Bondan tersenyum ramah.


Ketika Pak RT pergi, Bondan tampak memandangi air kopi itu satu persatu, tiba-tiba saja saat itu dia melihat ada makhluk aneh berbulu tebal dan hitam, memberikan air kotor kepada seorang perempuan yang berada di dapur.


Bondan pun kaget sekali, di tak menyangka, kalau di antara kedua kopi itu, salah satunya ada yang kopi palsu.


Sementara itu, Pak RT, yang telah kembali kerumahnya di hadang oleh sosok makhluk yang sangat mengerikan. Pak RT mencoba berlari menghindari makhluk itu, namun makhluk itu tetap saja mengejarnya.

__ADS_1


Bersambung...


*Selamat membaca*


__ADS_2