AraDea

AraDea
Part 119 Hasutan Brananta


__ADS_3

Mendengar permintaan para menteri itu, Dea merasa kasihan. Dea berencana hendak menolong para pejabat dan para menteri tersebut, untuk tetap berada di kerajaan Parahyangan.


Namun sayang, permintaan Dea kepada raja Askara tak ditanggapi sama sekali. raja Askara benar-benar telah membuang mereka, yang mencoba menindas rakyatnya, di saat mereka sedang berkuasa.


"Aku mohon Pa, pertimbangkanlah sekali lagi. Jika Papa mengusir mereka, ke mana mereka mesti pergi."


"Itu terserah mereka sayang, lagian Papa tak suka, ada rakyat yang merasa berkuasa melebihi dari kekuasaan Papa. Untuk itu, biarkan mereka pergi mencari hidupnya sendiri."


"Tapi mereka tak akan mampu, hidup di luar kerajaan Parahyangan ini Pa. Karena sedari kecil, mereka telah terlatih dan terbiasa hidup di kerajaan ini."


"Percuma kau membela Dea, niat Papa sudah bulat. Papa akan mengusir mereka, yang suka menindas rakyat kerajaan ini."


Merasa tak mendapat tanggapan dari raja Askara, Dea hanya diam saja. Sehingga, beberapa orang menteri yang telah dipecat dan diturunkan pangkatnya oleh Dupa, saat itu telah diusir oleh raja Askara, dari kerajaan Parahyangan.


Mereka semua keluar dari pintu gerbang istana. Dari kejauhan Dea hanya bisa memandangi mereka dari belakang. Sementara itu, raja Askara, justru tak pernah memandang mereka sama sekali.


Karena telah diusir dari kerajaan Parahyangan, seluruh para menteri dan pejabat negara yang telah diusir oleh raja Askara mencoba memasuki kawasan Angkara.


Ketika mereka hendak memasuki gerbang istana kerajaan Angkara, beberapa makhluk berbulu tebal mencoba untuk menghalangi mereka.


"Mau ke manakah kalian?" tanya makhluk itu ingin tahu.


"Kami semua, mau bergabung dengan penduduk kerajaan Angkara."


"Kenapa ingin bergabung. Bukankah kalian aman tinggal di kerajaan Parahyangan. Lalu kenapa kalian ingin pindah ke kerajaan Angkara?"


"Kami ingin mencari suasana baru, Karena kerajaan Parahyangan, saat ini sangat kacau. Prajuritnya selalu ditindas dan dipaksa berperang oleh raja Askara. Kami takut, lama-lama kami akan mereka binasakan."


"Benarkah begitu. Bukankah selama ini Raja Askara adalah raja yang paling bijaksana di seluruh jagat raya ini?"


"Itu pandangan dari makhluk, yang berada di luar kerajaan Parahyangan. Kami yang berada di dalam, merasa tersiksa sekali. Itu sebabnya, Kami pergi mencari tempat yang lebih layak."


"Baiklah, akan kami laporkan hal ini pada raja Dasamuka terlebih dahulu. Kalau begitu tunggulah kalian di sini, sebentar," ujar prajurit tersebut seraya meninggalkan para menteri dari kerajaan Parahyangan.


tak berapa lama kemudian prajurit itu pun kembali ke hadapan mereka semua dengan membawa berita yang menyenangkan.

__ADS_1


"Baiklah, kalian akan kami terima di sini sebagai prajurit."


"Terima kasih, karena kebaikan hati raja mu kami bisa tinggal di tempat ini, sekaligus mendapat pekerjaan yang baru."


tanpa berpikir panjang, Raja Dasamuka langsung menerima puluhan orang menteri dan pejabat tinggi kerajaan Parahyangan,yang telah diusir oleh raja Askara.


Namun sayang. Bukan hanya itu saja yang dilakukan oleh mereka, yang telah terbuang dari kerajaan parahyangan. Mereka juga menghasut kedua orang raja, agar mereka menjadi musuh yang takkan pernah kembali membaik.


Brananta, adalah seorang juru tulis kerajaan Parahyangan, yang ikut berada dalam rombongan tersebut.


Brananta begitu sakit hati kepada raja Askara, yang telah memilih Dupa menjadi penasehat kerajaan. Karena, akibat kebijakan Dupa tersebutlah, para menteri banyak yang dipecat dan dialih tugaskan.


Pada kesempatan itu, Brananta mencoba menghampiri penasihat kerajaan Angkara. Dia mencoba menghasut para petinggi kerajaan Angkara, lewat penasihat kerajaannya. Tujuan Brananta adalah, agar kerajaan Parahyangan dan kerajaan Angkara melakukan perang besar-besaran.


"Tuan bekerja sebagai apa di kerajaan Angkara ini?" tanya Brananta, pada penasihat kerajaan tersebut.


"Aku bekerja sebagai penasihat kerajaan, aku yang mengatur para menteri dan petinggi-petinggi kerajaan di sini. Aku juga yang menasehati Raja. Jika ada masalah yang timbul dan membuat rakyat resah."


"Ooo, begitu ya," ujar Brananta, seraya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Tuan kenapa pindah dari kerajaan Parahyangan? kata orang kerajaan Parahyangan sangat aman, rajanya bijaksana, rakyatnya makmur."


"Benarkah begitu, dari mana tuan tahu?"


"Selama di Parahyangan, aku bekerja sebagai seorang menteri bagian juru tulis kerajaan, kelicikan Raja Askara sering terbongkar di rapat terbuka."


"Kelicikan apa?" tanya penasehat tersebut.


"Kelicikan raja Askara dalam menindas rakyatnya. Dia berjanji begitu manis, namun kenyataannya rakyat menderita dan sengsara. Putrinya yang bernama Dea, dia selalu berniat ingin membunuh Ara."


"Benarkah begitu?"


"Iya. raja Askara dan putrinya Dea, mereka sama-sama berniat, sebelum Putri Ara tewas di tangan putrinya Dea, hati raja Askara takkan pernah tenang walau sedetik pun.


"Wah..! kurang ajar. Ternyata diam-diam raja Askara mempunyai niat terselubung, untuk menghancurkan kerajaan Angkara."

__ADS_1


"Benar itu tuan, raja Askara itu licik. Sebelum terjadi, sebaiknya kau sampaikan niat ini kepada rajamu Dasamuka. Agar dia tahu, sifat licik dari raja Askara, yang ingin membunuh putrinya Ara."


"Baiklah, hal itu akan kusampaikan nanti, kepada yang mulia Raja Dasamuka."


"Iya, sampaikanlah secepatnya. Agar Raja Dasamuka, segera menyerang kerajaan Parahyangan terlebih dahulu, di saat mereka semua sedang lengah."


"Iya benar, hal itu akan aku sampaikan kepada rajaku," jawab penasehat tersebut.


"Satu hal lagi, yang harus kau ketahui wahai penasehat. Ternyata selama ini, raja Askara telah mengatur siasat, untuk menghancurkan kerajaan Angkara secara diam-diam."


Mendengar ucapan Brananta, hati penasehat kerajaan menjadi sakit dan tersinggung. Saat itu juga, penasihat tersebut langsung melaporkan hal itu kepada raja Dasamuka.


"Benarkah apa yang kau sampaikan itu penasehat? sebab aku tidak mau kecerobohan mu, membuat ketenangan kerajaan ku terganggu."


"Ampunkan hamba yang mulia, berita ini sangat valid sekali. Karena yang menceritakannya adalah, menteri dari kerajaan parahyangan itu sendiri."


"Kurang ajar! ternyata prabu Askara merencanakan kelicikan di belakangku. Padahal selama ini, aku sudah mulai menaruh simpati pada kebijakannya. Namun sayang, semuanya sirna seketika."


"Iya yang Mulia. Ternyata Raja Askara itu, sangat licik sekali."


"Sebenarnya aku sangat heran. Kenapa, menteri dari kerajaan parahyangan itu, mereka pindah ke sini?"


"Hamba belum tahu pasti yang mulia, apa tujuan mereka datang ke kerajaan kita ini. Akan tetapi, yang jelas saat ini adalah, tiga puluh orang menteri yang dipecat dari kedudukannya, di kerajaan parahyangan. Mereka semua, mengabdikan diri di kerajaan ini yang mulia."


"Kenapa mereka mengabdikan diri di kerajaan ini?"


"Kata mereka, selama di kerajaan parahyangan, mereka mendapat kesulitan. Raja Askara, selalu saja menindas mereka."


"Sekarang begini saja penasihat, umumkan berita ini kepada seluruh prajurit dan para menteri. Bahwa mulai hari ini, kita akan lakukan penyerangan mendadak ke kerajaan Parahyangan."


"Baik yang mulia, titah yang mulia akan hamba sampaikan, kepada para pejabat dan para menteri kerajaan."


"Tapi ingat penasehat, hal ini jangan sampai bocor. Agar kita bisa melihat, bagaimana reaksi raja Askara, ketika pasukan Angkara datang menyerbu secara tiba-tiba."


"Baik yang mulia."

__ADS_1


Bersambung...


*Selamat membaca*


__ADS_2