AraDea

AraDea
Part 41 Mencari keberadaan Kemuning


__ADS_3

" Kau marah Mel?" tanya Dea pelan.


"Nggak, untuk apa aku marah, kau benar Dea, karena nggak semua urusan orang lain itu, kita boleh ikut campur di dalamnya."


"O iya Mel, tadi Mama nitip sesuatu untukmu, ambillah, pergunakan dengan baik. Semoga kau senang menerimanya," ujar Dea seraya memberikan amplop warna putih itu kepada Mela.


"Apa ini Dea?" tanya Mela, seraya menerima amplop putih tersebut, dari tangan Dea.


"Lihatlah isinya, kau pasti suka Mel."


"Emangnya, isi amplop ini. Apa Dea?"


"Bukalah, kau akan tahu apa isinya."


Merasa penasaran, Mela langsung membuka amplop tersebut. Setelah amplop itu terbuka, betapa terkejutnya Mela ternyata isinya uang.


Saking terkejutnya, Mela langsung melempar amplop itu ke hadapan Dea. Dea pun terkejut, karena amplop itu sudah berada dihadapannya.


"kenapa kamu nggak mau?"


"uang Apa itu dia aku nggak pernah megang uang sebanyak itu."


"itu makanya aku memberi uang ini karena kau selama ini nggak pernah memegangnya untuk kali ini kau punya kesempatan untuk memegang ayo sini pegang!"


"nggak, Aku nggak berani."


"uang ini, sengaja aku berikan untukmu, nah ambillah!"


"Nggak, itu bukan uangku."


"Ini memang bukan uang Mela, ini adalah uangku yang aku berikan untukmu atasi izin mamaku di rumah katakan pada ibumu manfaatkan sebaik-baiknya uang ini pergunakan untuk modal agar kalian tetap bisa menikmati hidup ini dengan tenang."


"Wah, Kamu baik sekali Dea. Nggak semua orang loh, punya hati sebaik kamu. Mulai hari ini aku janji akan menjadi teman yang baik."


"Terima kasih Mel, kau juga teman terbaik aku kok."


Lalu mereka saling tersenyum, menggambarkan perasaan mereka masing-masing. Di saat itu, Dea bertanya pada Mela tentang perempuan yang bernama Kemuning.


"Kau kenal nggak Mel, dengan orang yang bernama Kemuning?"


"Wah namanya cantik banget, kamu kenal nama itu dari siapa?" tanya Mela ingin tahu.


"Dari seseorang, apakah kau mengenalnya?"


"Nggak, baru kali ini aku mengenal namanya. Tapi sepertinya aku suka dengan nama itu, emangnya Kemuning itu orang dewasa atau anak-anak?"


"Katanya orang dewasa."


"Ooo, orang dewasa ya, kalau itu sih aku nggak tahu, emangnya ada keperluan apa kau dengannya Dea?"

__ADS_1


"Nggak, aku juga suka dengan namanya. Indah sekali," ujar Dea mengalihkan pertanyaan dari Mela.


"Ternyata bukan hanya aku yang mengatakan namanya indah, kau juga Dea, pasti orangnya cantik."


"Semoga saja begitu," jawab Dea singkat.


Karena tak mengetahui keberadaan Kemuning, siang itu Dea berjalan sendiri, mencari tahu siapa Kemuning itu sebenarnya dan bertempat tinggal di manakah dia. Namun, setelah setengah hari mencari keberadaan Kemuning, Dea tak mendapatkan hasil apapun.


Siang itu Pandan wangi dan neneknya Yeni merasa khawatir. Karena Dea belum juga kembali ke rumah. Hati mereka berdua menjadi resah, lalu Pandan wangi menghubungi suaminya.


Tak butuh menunggu lama, Askara langsung datang menemui mereka berdua.


"Ada apa sayang?" tanya Askara ingin tahu.


"Putri kita menghilang Bang, Dea belum pulang dari sekolah. Aku takut Dea salah jalan.


"Putri kita baik-baik saja sayang, Dea saya perintahkan mencari sesuatu di muka bumi ini."


"Mencari sesuatu. Apa itu Bang?"


"Seorang wanita yang bernama Kemuning."


"Untuk apa kau mencari wanita, yang bernama Kemuning itu Bang?"


"Perempuan itu telah melahirkan seorang putri, hasil perselingkuhan nya dengan genderuwo."


"Putri dari Kemuning, adalah ancaman bagi kerajaan kami dan kerajaan lainnya. Karena Putri Kemuning itu, kelak dia akan membasmi semua klan yang ada di jagat raya.


"Emangnya, sekuat apa Putri Kemuning itu Bang?"


"Dia punya kekuatan yang sangat luar biasa, tak ada yang mampu menyayangi kekuatannya."


"Benarkah?"


"Jam berapakah, anak kita akan kembali Bang?"


"Saat ini, dia sudah menuju rumah kita kok. Kau nggak perlu cemas, karena Putri kita bukan anak sembarangan."


"Baiklah, kalau kau menjamin keselamatannya, maka aku akan menjadi tenang menunggu kedatangannya di rumah."


Di saat mereka berdua sedang berbicara, tiba-tiba saja Dea sudah berada di sisi mereka.


"Dea kau sudah datang sayang?"


"Udah Ma," jawab Dea dengan suara lembut.


"Kau lewat dari mana sayang? kan pintunya Mama kunci dari dalam."


Dea diam saja, ketika Pandan wangi bertanya kepadanya. Mesti pun saat itu Dea bisa menjawab pertanyaan dari pandan. Karena Dea diam, Askara langsung angkat bicara menjelaskan kepada Pandan.

__ADS_1


"Kau nggak perlu cemas dan takut pandan. Karena Dea telah aku bekali ilmu yang sangat tinggi, Dea bisa menghilang kapan dia inginkan. Dea juga bisa berlari sekencang mungkin kapan dia memerlukan. Dea bisa masuk dan keluar rumah tanpa mesti melewati pintu terlebih dahulu."


"Wah benarkah itu Bang?" tanya pandan tak percaya.


"Benar sayang, mulai hari ini bersikaplah seperti biasa. Jangan pernah memberitahukan hal ini kepada para tetangga. Akan kelebihan yang dimiliki oleh Dea Putri kita.


"Iya Bang, aku akan menjaga amanah ini dengan nyawaku sendiri."


"Terima kasih sayang. Kau memang istri yang paling baik."


Seperti hari itu, keesokan harinya Dea kembali mencari keberadaan Kemuning. Dea menyusuri setiap desa dan perkampungan penduduk, hanya dengan berjalan kaki. Mesti demikian, tak seorangpun yang melihat Dea saat itu.


Dea sengaja menyembunyikan jati dirinya, dengan cara menghilang dari pandangan manusia, agar tak ada yang mencurigainya. Namun prajurit Dasamuka mengetahui keberadaan Dea.


Prajurit Dasamuka tersebut, mengikuti setiap langkah kaki Dea dimanapun Dea berada. hal itu pun diketahui oleh Dea dengan siasatnya yang paling jitu tiba-tiba saja dia telah berada di belakang makhluk itu.


Dengan tenang, Dea menyentuh pinggang makhluk itu sehingga makhluk itu menoleh ke belakang.


"Kau mencari siapa?" tanya Dea ingin tahu.


"Kamu siapa?" tanya makhluk itu pada Dea.


"Aku sedang mencari seseorang," jawab Dea.


"Aku penghuni tempat ini, kamu mau cari siapa?" tanya makhluk itu pada Dea dengan bahasa mereka.


"Kau nggak perlu tahu, apa urusanku datang ke tempat ini.


"Kalau begitu, kau harus berurusan denganku terlebih dahulu. Sebelum kau memasuki kawasan ini."


"Baik, akan ku layani kau!" ujar Dea, seraya mengambil ancang-ancang untuk menghadapi makhluk itu.


Mendapat perlawanan, lalu makhluk itu langsung menghadang Dea.


"Hiiat...!"


Lalu pertengkaran pun tak dapat dielakkan lagi. m


Mesti melawan seorang anak kecil, namun makhluk itu merasa kewalahan.


Jurus yang dikeluarkannya, selalu mendapat perlawanan dari Dea. Makhluk itu merasa kesal karena tak sekalipun pukulannya mengenai sasaran. Dea yang bertubuh kecil, ternyata begitu lincah dan gesit, sehingga membuat makhluk itu tak kuat melawannya.


Seraya menahan rasa sakit, makhluk itu pun berusaha untuk lari meninggalkan Dea sendirian.


Namun tak semudah itu lari dari Dea, gadis kecil itu berusaha mengejar kemanapun makhluk itu lari. Dea bahkan sanggup menghadang makhluk itu dari depan sehingga pertengkaran pun kembali terjadi.


Bersambung...


*Selamat membaca*

__ADS_1


__ADS_2