Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Keren


__ADS_3

Beberapa sepeda motor sport memasuki lingkungan area kampus yang gerbangnya akan segera ditutup oleh panitia ospek. Bahkan panitia ospek sampai berjengit kaget karena tiba-tiba ada beberapa motor sport memasuki area kampus. Mereka menatap tajam kearah delapan orang yang kini masih duduk diatas sepeda motornya masing-masing.


Segera saja panitia ospek mendekat kearah mereka dengan wajah memerah menahan amarah. Sedangkan para mahasiswa baru hanya bisa melihat semua sepeda motor itu dengan pandangan takjub. Bahkan mereka sama sekali tak mengedipkan matanya saat melihat adegan seperti balapan itu kecuali Ratu. Ratu sudah mengetahui jika itu adalah Lio dan teman-temannya.


"Kalian ini kalau mau balapan dan jadi jagoan seharusnya tak berada disini. Silahkan sana di sirkuit, disini untuk belajar" seru salah satu panitia ospek.


Lio dan teman-temannya masih terdiam walaupun sudah ditegur oleh panitia ospek itu. Malah mereka dengan santainya langsung membuka helmnya secara bersamaan membuat semua yang ada disana menahan nafasnya. Lio dan yang lainnya segera saja membuka helmnya yang kemudian mengacak rambutnya membuat hampir semuanya menganga.


"Keren" gumam beberapa mahasiswa yang ada disana.


Wajah Lio dan teman-temannya yang memang ketampanannya melebihi rata-rata itu akhirnya malah membuat semua orang terpesona terutama yang perempuan. Untuk yang mahasiswa pria tentunya malah menatap sinis kearah Lio dan teman-temannya.


Hari ini Lio datang tak hanya bersama dengan Nathan, Yuda, dan Delan melainkan juga ada teman-teman satu gengnya. Mereka juga berkuliah disana namun kemarin tak mengikuti ospek karena malas. Namun setelah tahu kalau ketua gengnya mengikuti les, akhirnya mereka malah ikut-ikutan ospek.


"Ya jelas disini kita mau kuliah dong. Gimana sih? Tapi kita malas ikut ospek, ini aja kami dipaksa buat ikutan" kesal Delan jujur.


Pagi ini ia kesal karena mendapatkan pengumuman kalau jam masuk ospek semakin lebih awal dari kemarin. Kemarin saja dia butuh perjuangan untuk datang, apalagi hari ini. Sedangkan Lio langsung saja meletakkan ranselnya di punggungnya kemudian pergi berlalu dari area parkiran tanpa mempedulikan para panitia ospek.


Teman-teman Lio pun mengikuti sahabatnya dari belakang meninggalkan panitia ospek yang kini melongo tak percaya. Ia tak menyangka jika senior di kampus seperti tak ada harga dirinya didepan Lio. Ternyata benar apa yang diucapkan oleh teman-teman panitia lain kalau ada satu rombongan mahasiswa baru yang tak takut dengan adanya peraturan yang dibuat oleh kampus.


"Semuanya segera berkumpul dan membentuk barisan yang rapi. Itu yang baru datang langsung ke kelompoknya" seru panitia ospek yang ada didepan.

__ADS_1


Semua mahasiswa baru langsung saja merapikan barisannya sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Sedangkan teman-teman Lio yang kemarin tidak berangkat tentunya sekarang kebingungan harus mengikuti kelompok yang mana. Apalagi mereka lupa untuk memeriksa website kampus untuk mencari tahu namanya masuk dalam kelompok apa.


"Bos, kita masuk kelompok mana? Kita ikut kalian berempat aja ya. Kalau diusir sama panitianya ya bodo amatlah" ucap Reza, salah satu teman satu geng motor Lio.


Tentunya mereka berempat yang kemarin tidak berangkat langsung saja memposisikan dirinya satu kelompok dengan Lio. Hal ini membuat panitia ospek mendengus kesal karena jumlah anggota kelompok menjadi tidak seimbangnya. Mereka ingin menegur tapi malas kalau harus berdebat dengan rombongan itu.


"Hari ini kita minta tanda tangan semua panitia inti. Sekalian nanti ada misi yang harus kalian kerjakan dari panitia" seru panitia ospek itu.


"Dih... Ngartis" seru Lio dan ketujuh teman-temannya.


Tentunya panitia ospek hanya terdiam dan menundukkan kepalanya karena merasa tak dihargai sama sekali. Bahkan semua mahasiswa baru yang mendengar itu seperti menahan tawanya. Mereka pikir kalau mau ada misi ya silahkan langsung saja diumumkan namun tak perlu juga harus minta tandatangan.


"Kamu... Setidaknya hormati kami yang ada disini. Ini merupakan tugas yang diberikan oleh kampus. Jangan membantah" seru panitia ospek itu kesal.


Panitia ospek mati kutu mendengar apa yang diucapkannya selalu dibantah oleh Lio dan teman-temannya. Hal ini membuat semua mahasiswa baru sepertinya takkan takut lagi kalau membantah seniornya. Ratu yang berada di barisan depan Lio dan teman-temannya itu langsung saja mengelus dadanya sabar.


Dugh...


Arrghhh...


Tiba-tiba saja Lio memekik kesakitan saat kakinya ditendang oleh seseorang. Semua orang yang ada disana menatap heran Lio yang kini kakinya dinaikkan sebelah sambil mengelusnya. Seseorang yang menendang kaki Lio itu adalah Ratu yang kesal akibat tingkah cucu dari Kakek Angga itu.

__ADS_1


Sedangkan sahabat-sahabatnya hanya bisa menahan tawa melihat apa yang terjadi. Yang tak tahu menahu tentunya hanya bisa kebingungan bahkan panitia ospek juga menatapnya aneh.


"Jangan suka membantah dan banyak ngoceh disini" desis Ratu sambil melirik tajam kearah Lio.


Lio hanya bisa mendengus kesal karena ternyata tak mampu jika harus melawan Ratu. Akhirnya ospek dilaksanakan sesuai dengan agenda yang sudah disusun. Lio sudah mati kutu akibat teguran dari Ratu membuat sahabat-sahabatnya juga diam. Memang pada dasarnya pengaruh Lio ini sangat besar untuk perubahan semua orang disana.


"Nggak usah ngerjain, kita ke kantin saja" ucap Lio dengan pelan.


Semua kelompoknya sudah membubarkan diri masing-masing untuk melaksanakan tugas dari panitia ospek. Sedangkan Lio sendiri malas untuk melakukan kegiatan itu sehingga meminta teman-temannya mengikutinya ke kantin.


"Nanti kalau bu bos tahu gimana? Bisa diaduin sama Kakek Angga juga lho" ucap Delan menakut-nakuti.


"Bodo amat. Gue lapar bahkan tadi nggak sempat sarapan gara-gara telinga ditarik sama kakek efek belum bangun saat dihubungi Ratu" ucap Lio yang langsung saja berjalan menuju area kantin.


Beruntung Lio dan Nathan waktu pendaftaran waktu itu sudah sedikit mengelilingi kampus ini sehingga sudah tahu dimana letak kantin. Bahkan kini mereka berjalan dengan santainya menuju kantin mengabaikan semua mahasiswa baru yang sibuk mencari beberapa panitia.


Sesampainya di kantin, Lio dan sahabat-sahabatnya segera saja duduk di pojokan agar kehadirannya tak terlalu mencolok karena berada didekat pohon besar. Nathan langsung memesankan beberapa makanan untuk mereka. Mereka yang ada disana hanya sibuk bermain ponselnya sendiri-sendiri untuk menghilangkan suntuk.


"Sekarang di geng motor udah nggak ada masalah, bos. Tapi mereka penasaran sama nasib Kala, rencana pada mau jengukin dia di penjara. Apa udah tobat apa belum" ucap Reza memberitahu tentang rencana teman-temannya yang lain.


"Jenguklah, lagian dulu dia juga pernah menjadi teman kita. Asalkan kalian tak ikut-ikutan jadi pengkhianat" ucap Lio dengan sarkasnya.

__ADS_1


Reza menganggukkan kepalanya mengerti. Awalnya anak-anak geng motor LEXON takut kalau menjenguk akan membuat Lio marah. Mereka pun memutuskan untuk ijin padanya agar nanti kedepannya tak ada masalah.


__ADS_2