
Argghhhhh....
Bugh... Bugh... Bugh...
Yuda begitu kesal hingga memukuli dinding yang ada di markas geng motor LEXON. Begitu banyak masalah bermunculan ketika Lio tersesat dan sampai saat ini masih belum kembali. Beberapa anggota inti juga kebingungan harus melakukan apa-apa.
Yuda Raditya Vegan atau biasa dipanggil Yuda merupakan wakil ketua LEXON yang kini menggantikan Lio untuk sementara waktu. Didampingi oleh tiga orang anggota inti yang membantunya mengawasi semua anggotanya. Nathaniel Lugras, Respati Nakala, dan Delan Abigael.
"Yud, kita harus cari solusi segera. Tak mungkin kita diam seperti ini terus" ucap Nathan menghentikan pukulan tangan Yuda pada dinding markas.
"Kekuatan kita tak sebanding dengan Lio" ucap Yuda tak bersemangat.
Nathan geram dengan apa yang diucapkan oleh Yuda itu. Ia merasa jika Yuda disini hanya mengandalkan dan percaya pada kemampuan Lio saja. Padahal anggota LEXON bukan hanya Lio, tetapi banyak jumlahnya. Menurutnya jika tak ada ketua, harusnya wakil dan anggota inti harus bersatu bersama dengan yang lainnya agar bisa kompak serta melawan musuh-musuh yang ada. Jika hanya mengandalkan satu orang dan tak menganggap yang lainnya, buat apa menjadi sebuah kelompok geng motor.
"Jangan bodoh, Yud. Kita ini satu kelompok, kalau kau hanya menganggap hanya Lio yang berperan dalam geng motor ini maka kami akan mundur. Percuma kami ada disini jika apapun masalahnya tak pernah kami diikutsertakan. Jika Lio tahu pasti dia juga akan kecewa karena pengganti ketua yang sementara ini ternyata meremehkan anggota yang lain" kesal Nathan.
Kala dan Delan yang melihat keduanya hanya bisa geleng-geleng kepala. Mereka berdua dan anggota yang lainnya setuju dengan ucapan Nathan bahwa apapun masalahnya jika diselesaikan bersama pasti akan segera selesai. Namun jika hanya mengandalkan satu orang, silahkan jalan sendiri dan tak usah bergabung menjadi satu kelompok geng ini.
Mereka menatap penuh kekecewaan kearah Yuda yang begitu egois dan tak memikirkan perasaan anggota yang lainnya. Yuda menatap semua teman-temannya yang kini juga balik memandang kearahnya. Yuda menghela nafasnya lelah kemudian menatap anggotanya dengan rasa bersalahnya.
__ADS_1
"Maafin gue. Gue panik karena AREX terus mengancam kita. Mereka tahu jika Lio saat ini tengah tak berada di tengah-tengah kita. Keselamatan kalian lah yang gue pikirin, gue nggak mau ada korban jika nanti AREX melakukan penyerangan" ucap Yuda dengan kepala menunduk.
Sedari kemarin Yuda mendapatkan teror lewat chatt di aplikasi hijau maupun media sosialnya. Kebanyakan pesan yang didapatnya itu berupa ancaman akan menyerang markas LEXON dan semua anggotanya. Mereka juga sudah mengetahui kalau Lio yang biasanya menghadapi semuanya ternyata sedang hilang dan belum ditentukan. Hal ini lah yang membuat pikiran Yuda menjadi kacau karena ia takut jika nanti akan disalahkan apabila ada korban berjatuhan.
Tanggungjawabnya sebagai ketua sementara ternyata begitu berat bagi pemuda berusia 17 tahun itu. Ia tak menyangka jika selama ini tugas dan tanggungjawab seorang ketua itu begitu besar. Terlebih mengenai keselamatan seluruh anggotanya. Mereka semua menatap Yuda dengan pandangan yang sulit diartikan.
Geng motor AREX merupakan musuh abadi LEXON. Sejak dulu sebelum Lio menjabat sebagai ketuanya, mereka sudah saling bermusuhan bahkan tak jarang AREX melakukan serangan dadakan. Hal ini membuat LEXON harus berhati-hati dan terus waspada dimana pun mereka berada. Lio sendiri sampai sekarang tak tahu apa alasan dari AREX terus mencari masalah dengan LEXON. Bahkan pendiri LEXON sendiri sampai sekarang tak mau buka suara tentang penyebab dari kedua geng itu selalu bermusuhan.
"Darimana mereka tahu kalau Lio lagi nggak ada disini?" tanya Nathan dengan pandangan heran.
Yuda mengedikkan bahunya pertanda bahwa ia juga tak tahu mengenai siapa yang telah membocrkan tentang Lio yang sedang pergi entah kemana. Nathan berpikir keras sambil menatap seluruh anggota geng LEXON yang kini tengah menunduk. Bahkan ada yang bahunya bergetar pertanda ada sesuatu dengan dirinya, namun Nathan akan mencari tahunya nanti.
Mendengar pernyataan dari Nathan sontak saja membuat semua anggota geng LEXON langsung menegakkan kepalanya. Mereka menatap Nathan dengan tatapan penasarannya bahkan Yuda langsung saja mendekat kearah laki-laki itu.
"Maksud loe? Ada pengkhianat di LEXON?" tanya Yuda meminta penjelasan.
"Bisa jadi. Siapapun pengkhianat itu ku harap segera tobat" ucap Nathan sambil tersenyum menyeringai.
Yuda yakin jika Nathan ini perlu diwaspadai oleh semua anggotanya. Sifat Nathan begitu misterius dibandingkan dengan anggota lainnya. Bahkan tak jarang ia melakukan sesuatu yang ekstrim dan sifatnya begitu tenang. Saking tenangnya, ia tak bisa ditebak bahkan mulutnya juga pedas seperti tadi saat menceramahi dirinya.
__ADS_1
Suasana markas ini begitu hening setelah mendengar ucapan dari Nathan. Seakan hawa dingin menelusup disana membuat suasana sedikit mencekam. Bahkan senyuman mematikan yang terlihat dari bibir Nathan itu sebagai pertanda kalau yang lainnya untuk segera melakukan apa yang diucapkannya.
"Udah... Udah... Ayo kita pikirkan strategi untuk menghalau serangan mendadak dari AREX. Kita tak mungkin hanya diam seperti ini sampai menunggu keajaiban Lio datang. Yang ada malah kita mati mengenaskan disini" ucap Kala memecahkan keheningan.
Seketika suasana di markas itu sedikit mencair daripada tadi yang penuh dengan ketegangan. Semuanya pun membicarakan beberapa strategi namun Nathan hanya diam sambil memperhatikan beberapa anggota yang mempunyai gerak-gerik mencurigakan.
"Jangan pergi sendirian, kalau perlu hindari tempat sepi. Mereka takkan pernah menyerang jika kita berada di keramaian" seru Nathan tiba-tiba.
Hanya itu yang perlu dilakukan untuk saat ini. Kalau pun diserang di tempat ramai, mereka akan dengan cepat mendapatkan bantuan dari orang-orang disana. Semuanya menganggukkan kepalanya setuju dengan ide yang disampaikan oleh Nathan. Yuda begitu bangga pada Nathan yang ternyata bisa diandalkan dalam situasi genting seperti ini.
***
"Bos, jangan lakukan penyerangan dalam waktu dekat ini. Sepertinya Nathan sudah tahu kalau ada pengkhianat di LEXON. Ia juga yang meminta kalau kita nggak boleh berada ditempat sepi, jangan sampai kita yang malah dikeroyok oleh warga" ucap seseorang.
Seseorang itu tengah melakukan panggilan dengan seorang yang dipanggilnya sebagai bos. Hal ini dilakukannya secara sembunyi-sembunyi bahkan nada bicaranya begitu pelan. Namun tanpa dia sadari, ada seseorang yang kini tengah tersenyum menyeringai karena dugaannya ternyata benar jika ada pengkhianat di LEXON.
"Ehem... Ehem... Duh kok lama ya, ini yang di kamar mandi siapa sih" ucap Nathan yang memang berada di luar kamar mandi.
Tentunya yang berada dalam kamar mandi panik karena tadi ia memang sedang menghubungi bosnya. Ia takut jika suaranya terdengar sampai ke luar. Terlebih seseorang itu tahu kalau yang berada di luar adalah Nathan.
__ADS_1