
Persiapan reuni akbar seluruh generasi anggota geng motor LEXON terus dikebut. Bahkan beberapa penanggungjawab rela hadir dari luar kota demi membantu menyiapkan acara kali ini. Beberapa anggota generasi sekarang yang masih aktif langsung saja melakukan pengamanan daerah sekitar acara.
Kali ini reuni akan diadakan di sebuah hotel milik Kakek Angga. Awalnya mereka akan mengadakan reuni di gedung atau markas saja namun demi keamanan, akhirnya diputuskan di hotel yang berada di tengah kota. Tentunya hotel itu juga dekat kantor polisi membuat siapapun yang akan menyerang juga harus berpikir keras.
"Pintar juga Kakek Angga ngusulin tempatnya. Didalam gedung, tengah kota, dan dekat kantor polisi. Mana disini ada pengamanan ketat dari anak buah Kakek Angga lagi" ucap Nathan seraya berbisik tepat pada telinga Lio.
Tentunya Kakek Angga akan melakukan strategi demi menghindari bentrokan dengan seseorang yang ingin menghancurkan acara ini. Terlebih nanti Lio akan mengungkapkan semua kejahatan pengkhianat itu yang pasti orang itu takkan tinggal diam. Pasti dia juga punya strategi untuk membuat geng motor LEXON mempunyai image yang buruk.
"Jelas, apalagi kalau gue ngungkapin siapa pengkhianat itu? Beuh... Gue yakin dia pasti udah nyiapin pasukan di luar. Mungkin saat ini pun dia dan orang-orangnya pusing karena yang mereka tahu kalau acara akan diadakan di sebuah gedung tua namun ternyata berpindah tempat" ucap Lio dengan menyeringai sinis.
"Terus awasi pergerakan dia. Siapa tahu nanti dia malah ngajak orang-orang yang ada didalam anggota kita buat diajak kerjasama. Apalagi dia kan dikenal sebagai anggota inti" lanjutnya berbisik pada Nathan.
Nathan menganggukkan kepalanya mengerti kemudian berjalan untuk mengawasi semua orang yang kini tengah bekerja dengan tugasnya masing-masing. Tentunya ia harus mengawasi semuanya karena bisa saja orang-orang disini ada salah satunya yang bekerjasama dengan dia.
Sedangkan Lio mulai menyisiri beberapa tempat tersembunyi untuk ia letakkan beberapa CCTV dan penyadap suara. Hal ini tentunya nanti akan jadi bukti kalau apa yang dilakukan kalau terjadi kericuhan nanti itu hanya bermasalah pada orang-orang tertentu saja.
***
"Bos, tempat acaranya pindah ke gedung aula dalam hotel. Mana ini tempatnya dekat dengan kantor polisi lagi" kesal seseorang sedang menghubungi orang yang ada di seberang sana.
__ADS_1
"...".
"Aku juga nggak tahu bos, masalahnya perubahan tempat ini dadakan. Kalau gitu kita nggak bisa kalau pakai rencana yang sudah disusun, bos" ucap seseorang itu.
Bahkan matanya terus mengamati sekitar karena takut ada yang mengikuti atau menguping pembicaraan ini. Sedangkan Lio yang memang sedari tadi mengikutinya itu pun sudah bersembunyi di tempat aman. Tentunya di balik pilar besar itu, seseorang yang sedang menelfon itu takkan pernah bisa melihat kedatangan Lio.
"Oke bos atau nggak nyamar saja jadi petugas hotel ini" ucap seseorang itu memberi ide.
Setelah itu tak ada suara apapun lagi, yang ada langkah kaki yang kian mendekat. Namun beruntung Lio tak ketahuan karena seseorang itu begitu terburu-buru untuk segera pergi dari sana.
"Ya kali mau nyamar jadi pegawai hotel sini. Masuk area sini saja harus pakai kode scan yang harus dibawa dan diberikan saat datang" gumam Lio sambil geleng-geleng kepala.
Tanpa semua orang tahu kecuali Nathan dan Kakek Angga, nanti saat akan masuk area ruangan itu sebelumnya harus memakai kode scan yang wajib ada. Kalau tak mempunyai itu jangan harap bisa memasuki area walaupun itu anggota sekalipun. Untuk karyawan akan dibagikan kode scan itu hanya bagi petugas tertentu saja dan itu sudah terpercaya.
***
Saat ini semua orang yang mengawasi persiapan ini diminta untuk melaporkan apa yang ditemukan dalam persiapan acara ini. Kalau ada kendala biar nanti langsung saja diselesaikan bersama. Kakek Angga lah yang kini memimpin kegiatan pelaporan ini.
"Untuk makanan sudah siap. Semua menu sudah aku bilang pada bagian dapur hotel ini. Untuk minuman sudah sesuai request tanpa ada yang tak diperbolehkan" ucap Kala memberi laporannya.
__ADS_1
"Untuk keamanan bagaimana Yuda dan Delan?" tanya Kakek Angga.
"Semua aman. Tak ada yang perlu dikhawatirkan bahkan kita sudah menyusuri semua tempat kalau tak ada benda berbahaya. Mungkin nanti kita akan lebih berkoordinasi dengan pihak yang berwajib agar lebih mengamankan bagian luar hotel saat kita sedang fokus pada acara" ucap Yuda.
Kakek Angga begitu puas dengan apa yang dilaporkan oleh semuanya. Bahkan perlengkapan kursi, meja, panggung, sound, dan beberapa hadiah telah dipersiapkan tinggal besok pagi datang lebih awal untuk pengecekan terakhir. Tanpa mereka sadari, Kakek Angga meminta tambahan pengawalan dari pihak berwajib untuk menjaga perempatan menuju hotel ini.
Nantinya siapapun yang melewati jalan itu hendak kearah area hotel ini akan diperiksa. Besok pagi Lio akan mengumumkan untuk semua orang yang hadir harus mempunyai scan barcode dalam ponselnya masing-masing dan itu baru akan disebar esok hari. Akan ada dua pengamanan berlapis, pertama dari pihak kepolisian dibantu anak buah Kakek Angga dan yang terakhir adalah Lio juga Nathan.
"Kalau sudah kalian bisa pulang. Untuk tempat ini agar nanti dijaga ketat oleh anak buah kakek supaya tidak ada yang menyusup untuk berbuat jahat pada acara nanti" ucap Kakek Angga dengan sedikit menyindir seseorang.
Tentunya seseorang itu mengepalkan kedua tangannya karena merasa disindir. Walaupun sebenarnya ia mungkin berpikiran bahwa tak ada yang tahu pengkhianatannya namun ia merasa tersindir.
Akhirnya semua orang keluar dari ruangan itu kemudian pintu ditutup dengan rapat. Setelah itu didepannya akan ada anak buah Kakek Angga yang menjaga sampai acara besok akan berlangsung. Hal ini membuat seseorang diam-diam mendengus kesal karena sepertinya celah untuk menghancurkan acara ini sangatlah tipis.
Lio dan Nathan langsung masuk dalam mobil milik Kakek Angga kemudian melajukan kendaraan itu dengan kecepatan sedang. Wajah Lio terlihat sedikit tegang karena esok pastinya akan ada sedikit perselisihan mengenai dirinya membongkar kedok pengkhianat ini.
"Tak usah terlalu dipikirkan mengenai esok hari. Aku yakin dia takkan bisa mengelak atas apa yang dilakukannya. Semua bukti juga sudah disiapkan, aku yakin kalau orang-orang yang bekerjasama dengannya itu sebentar lagi pasti akan tertangkap" ucap Nathan yang paham dengan apa yang dipikirkan sahabatnya itu.
"Persahabatan kita juga akan hancur" ucap Lio sambil tersenyum miris.
__ADS_1
"Sahabat itu harus saling mendukung bukan menghancurkan" ucap Nathan mencoba menyadarkan Lio.
Lio menganggukkan kepalanya mengerti. Toh selama ini dirinya sudah berusaha menjadi yang terbaik bagi semua anggotanya. Namun dia juga manusia biasa yang punya kelemahan, tak bisa menjadi sempurna untuk semua orang.