Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Perbincangan


__ADS_3

"Bagaimana kabarmu dan ayahmu di desa? Saya rindu lho ini sama suasana desa yang sejuk dan tak banyak suara kendaraan" tanya Kakek Angga sambil terkekeh.


Ratu dan Ibu Adin duduk disamping ranjang Kakek Angga. Kondisi Kakek Angga sudah perlahan membaik walaupun kini ia belum bisa tiduran dengan posisi berbaring. Ia hanya bisa tengkurap dan memiringkan badannya saja. Kakek Angga tersenyum melihat kehadiran Ratu dan Adin yang memang sangat ia rindukan.


"Semuanya baik, kek. Makanya liburan ke desa dong, kek. Sekalian temani ayah tinggal disana menghabiskan masa tua" ucap Ratu sambil terkekeh pelan.


"Wah... Ingin sekali kakek disana menikmati masa tua terus nanti main sama cucu dan cicit. Tapi kayanya belum bisa soalnya cucuku disini masih suka nyusahin" ucap Kakek Angga dengan sedikit menyindir seeorang.


Ratu dan Ibu Adin tertawa mendengar kalau Kakek Angga tengah menyindir Lio. Bahkan sedari tadi matanya melirik kearah cucunya yang juga menatapnya tajam. Sepertinya tak ada satu pun di ruangan ini yang akan membela laki-laki itu. Lagi pula Kakek Angga sengaja menyindir ini untuk membuatnya sadar kalau tanggungjawabnya sekarang itu besar apalagi dia yang sudah tua pasti akan segera pensiun dalam pekerjaan.


"Hadeh... Kakek ini mah suka gitu. Kemarin pas Lio hilang saja kelabakan, sekarang sukanya menistakan" kesal Lio sambil mencebikkan bibirnya.


"Iya nanti kalau Lio sudah masuk kuliah bakalan segera belajar ngurus usaha kakek. Biar nanti Lio juga cepetan halalin perempuan yang ada disamping kakek itu" lanjutnya sambil menggoda Ratu.


Ratu yang mendengar hal itu langsung saja memalingkan wajahnya karena malu dengan godaan yang dilontarkan oleh Lio itu. Sedangkan kini Kakek Angga langsung melempar apel yang telah dikupas kearah Lio membuat laki-laki itu langsung menangkap dan memakannya. Semuanya hanya bisa tertawa melihat tingkah antara kakek dan cucu itu.


"Halal... Halal... Kaya situ udah benar saja mau halalin anak orang" ketus Kakek Angga.


"Kalau masih salah ya tinggal dicoret saja, kek" jawab Lio santai.


Kakek Angga yang sedari tadi mendengar Lio yang terus menjawab ucapannya pun hanya bisa menahan kekesalannya. Ia pun melanjutkan perbincangannya dengan Ratu dan Ibu Adin tanpa mempedulikan Lio lagi.


"Kek, kalau gitu Ratu harus pamit pulang ke kost dulu. Disana soalnya Ratu harus beres-beres" ucap Ratu berpamitan setelah cukup lama berada di ruang rawat inap Kakek Angga.

__ADS_1


Lio yang tak tahu mengenai Ratu yang akan kost pun terkejut bahkan langsung berdiri dari duduknya. Ia mendekat kearah Kakek Angga yang menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Ia pikir kalau Ratu akan tinggal di rumahnya namun pada faktanya malah akan kost.


"Kok kost sih? Harusnya tinggal di rumahku aja. Toh itu banyak kamar kosong" ucap Lio mengusulkan.


"Maaf Mas Lio, tapi nggak baik kalau tinggal dalam rumah dengan yang bukan mahramnya. Lagi pula ini juga atas perintah ayah" jawab Ratu memberi pengertian.


"Tapi kamu itu di kota sendirian lho, apa kamu nggak takut terjadi apa-apa dan kamu berada jauh dari tempat tinggalmu?" tanya Lio berusaha membujuk.


"Ada Allah yang selalu menjaga Ratu, mas" jawab Ratu dengan lembut.


Jawaban dari Ratu yang begitu lembut dan menenangkan itu membuat ketiga sahabat Lio yang mendengarnya tertegun. Bahkan Lio yang biasanya pintar berbicara pun kini dibuat tak berkutik oleh seorang gadis. Baru kali ini mereka melihat seorang Lio takluk oleh seorang gadis.


Sedangkan Lio sendiri kini terlihat mendengus kesal karena kalah dalam perdebatan dengan Ratu. Lio akhirnya memilih diam sedangkan Kakek Angga menahan tawanya melihat cucunya tak bisa berbuat banyak. Akhirnya Kakek Angga membiarkan Ratu pergi dengan diantar oleh Ibu Adin juga Diko dan Yohan.


"Hati-hati, mbak. Tenang saja, babang Lio akan kami jaga biar matanya nggak jelalatan kemana-mana" ucap Delan sambil terkekeh.


Ratu hanya diam sambil menganggukkan kepalanya kemudian berjalan keluar dari ruang rawat inap diikuti oleh Ibu Adin. Ibu Adin ingin memastikan kalau Ratu memang berada di lingkungan yang benar agar dirinya tak khawatir. Walaupun ia bukan sebagai yang bertanggungjawab atas keselamatan gadis itu namun ia tak mau orang yang dikenalnya kenapa-napa.


***


"Tuan Angga sudah memilihkan kost eksklusif didekat kampus yang akan jadi tempat kuliah Mbak Ratu. Disana semua penghuninya putri semua dan berlaku jam malam. Jadi tak bisa bebas ada tamu yang keluar masuk" ucap Diko memberi informasi.


Semua yang dipilihkan oleh Kakek Angga itu memang sudah atas persetujuan Pak Hakim. Pak Hakim yang tentunya akan khawatir kalau sampai anaknya terpengaruh pergaulan bebas pun memilih untuk mencarikan kost yang memang ada aturannya. Kakek Angga pun menyetujuinya karena memang ia paham dengan kekhawatiran ayah satu anak itu.

__ADS_1


"Terimakasih. Saya dimana saja nggak masalah, asalkan dekat dengan kampus. Saya kan cuma bisa naik sepeda, kalau kampusnya jauh bisa pingsan di jalan. Mana kalau pakai angkutan umum juga belum paham jalanan di kota" ucap Ratu sambil tersenyum tipis.


Ibu Adin sedikit lega karena ternyata tempat kost yang dipilihkan Kakek Angga sudah diperhatikan. Mereka pun saling diam sampai beberapa menit kemudian sampai di sebuah bangunan berlantai dua. Mereka turun kemudian menemui pemilik kost ini.


"Silahkan bisa langsung masuk ke dalam untuk melihat dan memilih mau kamar yang mana. Tapi mohon maaf untuk mas-masnya ini nggak bisa ikut masuk" ucap ibu kost itu.


Diko dan Yohan menganggukkan kepalanya mengerti kemudian pergi berlalu menuju mobil. Sedangkan Ratu ditemani oleh Ibu Adin mengikuti pemilik kost itu. Mereka masuk ke area kost kemudian memilih salah satu kamar kosong yang menurutnya nyaman.


"Saya pilih kamar ini saja, bu. Ini lebih dekat dengan mushola" ucap Ratu sambil menunjuk sebuah kamar.


Fasilitas mushola, ruang dapur untuk memasak, dan kamar mandi luar jika memang yang di dalam rusak, serta lapangan khusus buat olahraga siap memanjakan para penghuninya. Tentu hal ini membuat Ratu senang karena lingkungannya juga sangat mendukung bahkan disana dekat dengan sawah sehingga udaranya sejuk.


"Baiklah kalau begitu. Ini kuncinya" ucap ibu kost itu memberikan sebuah kunci pada Ratu.


Segera saja Ratu mengambilnya kemudian ibu kost itu pergi. Setelah Ratu memasukkan semua barangnya ke dalam kamar, ia mengantarkan Ibu Adin keluar.


"Mbak Ratu, kalau mau ke kampus bisa lewat jalan itu tinggal lurus saja nanti sudah sampai bagian belakang" ucap Diko memberitahu setelah melihat Ratu dan Ibu Adin datang.


"Iya, pak. Nanti sore atau besok biar saya jalan-jalan kesana" ucap Ratu.


"Jaga diri baik-baik ya, nak. Kalau ada apa-apa langsung hubungi Kakek Angga atau yang lainnya" ucap Ibu Adin memberi pesan.


Ratu menganggukkan kepalanya kemudian memeluk erat Ibu Adin. Ibu Adin segera masuk dalam mobil dengan Diko dan Yohan yang langsung memasuki kendaraan itu. Mobil melaju meninggalkan Ratu yang kini memandang kendaraan itu dari kejauhan.

__ADS_1


"Semangat Ratu. Hidup barumu dimulai hari ini" gumamnya sambil mengangkat tangannya keatas.


__ADS_2