Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Farel Ngamuk


__ADS_3

"Heh Lio... Keluar kau" teriak seseorang yang ternyata adalah salah satu anggota geng AREX.


Dia adalah Farel yang notabene adalah salah satu musuh bebuyutan dari geng motor LEXON. Lio yang tadinya sedang berada di warung dekat komplek perumahannya untuk membeli sesuatu, langsung saja keluar karena melihat penjualnya ketakutan. Apalagi kini Farel menggunakan jaket kebanggaan geng motor AREX yang terkenal brutal.


"Maaf ya bu, gara-gara saya ada disini malah jadi ada yang berbuat rusuh" ucap Lio tak enak hati sebelum keluar dari warung.


"Tak apa, lagi pula geng motor itu kan emang suka bikin kerusuhan. Kamu hati-hati ya, nak" ucap ibu penjual itu.


Lio hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban kemudian membantu ibu itu menutup warungnya. Setelahnya Lio langsung mendekat kearah Farel yang notabene adalah pacar dari Uci, mantannya laki-laki itu. Farel tadi tak sengaja melewati komplek perumahan tempat tinggal Lio hingga melihat laki-laki itu masuk dalam warung.


Ia yang merasa mempunyai urusan yang belum selesai dengan Lio pun langsung mendekatinya. Posisinya sekarang sendirian karena dia memang sedang berencana akan berkumpul di markas.


"Ada apa? Nggak usah teriak-teriak kaya gini. Kasihan tuh ibu-ibu penjualnya jadi takut" ucap Lio dengan santai.


"Nggak usah banyak cang cing cong. Gue mau bikin perhitungan sama loe karena udah menganiaya pacarku" seru Farel dengan amarah yang menggebu-gebu.


Lio hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ucapan dari Farel ini. Selama ini mereka memang sudah berpacaran lama namun dasarnya Uci saja yang gatal hingga mendekati Lio. Pacaran dengan Lio pun baru satu bulan dan kemungkinan Farel ini tak tahu jika diduakan.


Seruannya yang waktu itu mengatakan kalau Uci berselingkuh itu memang benar namun ia juga tak terima jika dijadikan yang kedua. Dia adalah laki-laki yang tampan dan kaya masa jadi yang kedua sehingga setelah mengetahui semua faktanya langsung saja memutuskan hubungannya itu. Tentu saja Uci juga tak berguna untuk kehidupannya saat ini.


"Si Uci maksud loe? Emang dia ngadu apa?" tanya Lio yang kesal.


"Dia bilang kalau loe menganiaya dia karena masalah sepele. Kakinya tak sengaja menginjak kakimu membuat kau marah dan menganiaya dia" ucap Farel kesal.


Hahahaha...

__ADS_1


Lio yang mendengar hal itu tentunya langsung tertawa. Alasan yang digunakan oleh Uci ini tak masuk akal sama sekali. Seemosinya dia, tak mungkin sampai menganiaya orang kalau hanya menginjak kakinya. Apalagi yang ada dihadapannya itu seorang perempuan.


"Yang benar saja... Gokil tuh si Uci. Dia itu cuma gue gertak buat nggak ngejar lagi. Dia habis gue putusin terus nggak terima, minta balikan tapi ya gue nggak mau lah. Soalnya gue tahu kalau dia udah punya pacar yaitu loe" seru Lio mencoba menyadarkan Farel.


Namun mendengar pengakuan dari Lio itu malah membuatnya marah besar. Farel malah berpikir kalau kini Lio tengah membohonginya agar hubungannya dengan Uci renggang. Tanpa aba-aba, Farel segera saja meninju rahang Lio dengan cepatnya.


Dugh...


Arghhhh...


"Sialan... Dikasih tahu malah nyolot dan ninju wajah tampan gue" seru Lio kesal sambil memegang rahangnya.


Ternyata tinjuan yang begitu cepat saat Lio tengah fokus tertawa itu malah membuatnya langsung terkena getahnya. Lio menghentikan tawanya kemudian menatap Farel kesal. Tanpa aba-aba, Lio langsung memukul Farel yang juga dibalas oleh laki-laki itu.


Dugh...


Dugh...


Keduanya terlibat perkelahian yang begitu sengit di tepi jalanan itu. Bahkan banyak sekali orang-orang yang langsung menghentikan laju kendaraannya akibat melihat perkelahian itu. Tak ada yang mau mengalah hingga wajah keduanya kini sudah dipenuhi dengan keringat.


"Hei... Berhenti kalian" seru seseorang yang datang kemudian langsung saja melerai perkelahian itu.


Seseorang itu adalah anak buah Kakek Angga yang melihat adanya kerumunan didekat komplek perumahan. Ia segera melihat untuk mengetahui apa yang terjadi membuatnya bisa tahu kalau anak dari tuannya ternyata terlibat perkelahian dengan salah satu anggota geng motor.


Farel yang melihat orang berbadan besar itu berlari kearah mereka sontak saja langsung mendekat kearah sepeda motornya. Dengan secepat kilat sepeda motornya ia lajukan dengan begitu kencangnya agar tak dikejar. Walaupun ia seorang anggota geng motor namun jika melawan seorang bodyguard pastinya akan kalah.

__ADS_1


"Paman nggak seru. Datang kok cepat sekali sih" gerutu Lio.


Lio merasa bahwa anak buah kakeknya itu datang disaat dirinya dan Farel sedang mencapai klimaksnya saat berkelahi. Anak buah Kakek Angga itu hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal kemudian mengikuti Lio yang sudah lebih dulu berjalan untuk pulang ke rumah.


***


"Ratu, kamu disuruh ke balai desa untuk memeriksa apakah komputer disana sudah bisa tersambung belum dengan internet. Yang paham tentang komputer kan biasanya hanya anak yang masih sekolah" ucap salah satu ibu-ibu.


Semua komputer yang dikirim dari kota sudah sampai di desa. Bahkan sudah mulai di uji coba namun para warga yang gaptek dan tentunya hanya paham mengetik saja membuat mereka kebingungan. Langsung saja mereka menyarankan memanggil Ratu yang merupakan seorang pelajar SMA.


Ratu pun mengiyakannya kemudian mereka pergi bersama menuju ke balai desa. Tadinya Ratu akan pergi ke pasar membeli sayuran namun niatnya ia urungkan karena ternyata warga membutuhkan bantuannya. Walaupun anak buah kakek Angga masih ada disana namun mereka canggung jika harus mengajari ibu-ibu atau warga sekitar.


Tadinya memang internet sudah tersambung namun tiba-tiba mati kembali. Makanya dengan adanya Ratu mungkin bisa memeriksa sedangkan anak buah kakek Angga akan mengecek di bagian towernya.


"Silahkan nak Ratu" ucap Ustadzah Siti yang juga berada disana.


Ratu langsung duduk didepan komputer kemudian melihat jaringan internetnya. Bahkan Ratu juga langsung menggunakan komputer itu untuk mencari sesuatu dan memang belum bisa digunakan.


"Ini internetnya masih belum tersambung, bu. Kemungkinan ada yang belum terpasang di towernya bahkan sinyalnya masih terbilang rendah" ucap Ratu.


Langsung saja salah seorang warga memberikan informasi ini kepada orang-orang yang ada di lokasi tower. Dengan sigap mereka langsung mencoba mencari tahu dimana letak kesalahannya sampai jaringan internetnya masih hilang. Namun untuk sinyalnya sudah lumayan bagus jika berada di dekat tower ini karena Diko dan Yohan sudah bisa tersambung pada jaringan operatornya.


Tak berapa lama mereka memperbaiki, akhirnya semua komputer bisa digunakan. Bahkan yang sudah mempunyai ponsel langsung bisa mendapatkan sinyalnya. Mereka semua mengucapkan kalimat bersyukur karena setidaknya akan ada perbaikan untuk desa ini.


"Alhamdulillah... Bisa langsung laporan sama si bosnya nggak perlu ke sawah lagi" ucap Diko membuat semua orang disana tertawa.

__ADS_1


__ADS_2