Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Kampus


__ADS_3

Ratu mendatangi kampusnya untuk melakukan verifikasi data sekaligus menyerahkan beberapa berkas yang dibutuhkan. Ia sudah melakukan persiapan dengan memakai gamis dan juga jilbab segiempat yang menutupi dadanya. Dengan langkah yang begitu semangat, Ratu berjalan menuju kampusnya dengan jalan kaki.


Ia sudah mengenal beberapa orang yang menghuni satu kostnya bahkan ia cukup takjub karena semuanya begitu baik. Namun tetap, ia akan berhati-hati karena siapa tahu ada yang hanya berpura-pura baik saja sesuai dengan pesan Kakek Angga.


"Wah... Besar sekali ini kampusnya. Kenapa gedung di kota begitu besar seperti ini?" gumam Ratu dengan takjubnya.


Bahkan beberapa orang seperti menatapnya aneh karena pakaian yang dikenakan juga berbeda dengannya. Hampir semua mahasiswa disana menggunakan pakaian yang fashionable berbeda dengan Ratu yang kemana-mana mengenakan gamis dan kulot saja.


"Ish... Ukhti-ukhti kok nyasar kesini sih? Nggak salah nih kesini. Harusnya ke pondok pesantren aja belajarnya" ucap salah satu mahasiswa yang ada disana.


Ratu yang mendengar hal itu tentunya langsung menatap kearah seorang gadis yang sepertinya mahasiswa di kampus itu. Ratu sedikit memundurkan langkahnya sambil mengucap istighfar dalam hatinya. Ia menatap tak percaya melihat pakaian yang dikenakan oleh wanita didepannya ini.


"Mbak, pakaiannya mending dibawa ke tukang jahit deh. Itu belum jadi, masa keteknya kelihatan gitu" ucap Ratu dengan polosnya.


Bahkan beberapa orang disana yang tak sengaja lewat dan mendengar pun begitu terkejut dengan keberanian dari Ratu. Pasalnya selama ini tak ada yang berani dengan gadis didepannya itu karena ia merupakan salah satu mahasiswa yang tak segan membully orang.


"Heh... Kamu mahasiswa baru ya? Berani banget ngatain baju saya belum jadi" kesalnya.


"Bukan, aku baru calon mahasiswa baru disini kok. Lagian apa yang Ratu katakan itu benar lho, ini bajunya belum jadi. Lebih baik mbaknya komplain sama pembuatnya, ini juga dosa. Aurat masa diumbar-umbar" ucap Ratu dengan sedikit berceramah.


Ratu seakan tak ada takutnya saat menceramahi gadis didepannya ini. Pasalnya memang baru kali ini dia melihat adanya seorang gadis yang memakai pakaian setengah jadi seperti ini. Ia merasa kalau yang dikenakan gadis didepannya ini sama sekali tak pantas untuk ke kampus.

__ADS_1


Terlebih ia melihat sekitarnya yang juga mahasiswa namun mereka sama sekali tak mengenakan pakaian minim. Mereka masih menggunakan pakaian sopan walaupun tak mengenakan hijab. Sedangkan gadis didepannya ini memakai pakaian dengan bahu terbuka dan ketiak kelihatan bahkan pahanya hanya tertutup setengah.


"Pantas saja kau tak mengenalku dan berani padaku. Ingat ya, jangan sok menceramahi aku kalau kau tak ingin aku bully saat jadi mahasiswa disini. Lagian kau ini nggak cocok berkuliah di kampus ini" ketus gadis didepannya ini dengan menyibakkan rambut panjangnya.


"Ratu nggak takut. Lagi pula ada Allah yang akan melindungi Ratu" ucap Ratu dengan percaya dirinya.


"Lagi pula niat saya kesini untuk belajar bukan malah ribut dengan anda yang bahkan tak saya kenal. Anda siapa itu tak penting bagiku karena posisi kita sama di mata Allah" lanjutnya dengan tegas.


Prok... Prok... Prok...


Semua orang yang ada disana langsung bertepuk tangan karena begitu takjub dengan ketegasan Ratu. Benar apa yang dikatakan Ratu kalau seharusnya mereka tak boleh takut dengan gadis didepannya ini. Walaupun kekuasaannya besar, namun kekuasaan Allah lebih dari segalanya.


Ratu sedikit merasa bersalah karena sempat menceramahi gadis itu didepan banyak orang. Seharusnya tadi ia menegur secara diam-diam namun semuanya sudah terlanjur apalagi banyak orang yang memang berada didekat sana. Salah siapa juga gadis itu yang malah berteriak didepan banyak orang.


"Kamu hebat, berani melawan dia. Padahal selama ini tak ada yang berani sama dia karena akan selalu dibully di kamar mandi belakang kampus" ucap salah satu mahasiswa dengan bergidik ngeri.


"Memang disini masih ada pembullyan seperti itu?" tanya Ratu dengan tatapan penasaran.


"Masih. Ya itu yang tadi. Dia ketua pembully disini, apalagi kalau mahasiswanya lebih dari segalanya dibanding dia" jawab salah satu mahasiswa yang ada disana.


Ratu hanya menganggukkan kepalanya mengerti kemudian berpamitan untuk pergi dari sana. Ia harus segera menyelesaikan kegiatannya di kampus ini. Nantinya ia harus pergi ke rumah sakit karena Kake Angga ingin memberikannya sesuatu.

__ADS_1


***


Ratu telah menyelesaikan urusannya dengan pihak kampus. Ia tak menyangka jika semuanya dipermudah, bahkan untuk biaya pertama saja sudah diselesaikan oleh Kakek Angga. Ia tak menyangka jika ia diberi kemudahan dalam mencapai impiannya melalui Kakek Angga. Ia harus mengucapkan banyak terima kasih kepada Kakek Angga setelah ini.


Ratu berjalan kearah halte bus untuk menunggu adanya bus yang lewat agar bisa ke rumah sakit. Ia sudah diberi arahan oleh salah satu teman kostnya jika menggunakan bus untuk ke rumah sakit yang dituju. Saat dirinya berjalan, tiba-tiba saja ada sebuah motor lewat disampingnya hingga mengenai genangan air. Genangan air sehabis hujan itu langsung saja menciprat kearah Ratu yang membuat bajunya basah.


"Astaghfirullah..." ucap Ratu saat melihat gamis hingga hijabnya sudah kotor dan basah karena air genangan itu.


Ia melihat kearah pengendara motor yang juga berhenti didepan dekat halte. Ternyata pengendara sepeda motor itu berboncengan dengan gadis yang tadi berdebat dengannya di kampus. Ratu hanya bisa menghela nafasnya sabar melihat gadis itu seakan mengejek dirinya. Ia menatap nanar gamis hingga hijabnya yang kini sudah kotor dan basah karena cipratan air itu.


"Maaf ya, sengaja" teriak gadis itu kemudian meminta pengendara motornya segera melajukan kendaraannya.


Melihat gadis itu sudah pergi, Ratu kemudian pergi berjalan menuju kostnya kembali. Ia akan berganti baju terlebih dahulu karena rasanya akan sangat aneh kalau bepergian dengan pakaian seperti ini. Dirinya sedikit kesal dengan tingkah kekanak-kanakan yang ditunjukkan oleh gadis itu ketika membalasnya saat kejadian tadi di kampus.


***


"Tolong bilang Diko atau Yohan untuk menjemput Ratu kesini. Kalian juga itu, cepatlah urus kuliahnya. Jangan sampai karena masalah di geng motor langsung kuliah terbengkalai" ucap Kakek Angga.


Nathan dan ketiga sahabatnya yang memang sedang rebahan pun seketika ingat dengan jadwal mereka harus daftar ulang di kampus. Akibat terlalu sibuk dengan masalah yang ada di geng motor malah membuat mereka lupa dengan urusan kuliah. Bahkan untuk urusan Yudi dan Kala saja, mereka belum sempat ke kantor polisi.


"Siap kek" ucap Lio yang langsung keluar dari ruang rawat inap.

__ADS_1


__ADS_2