Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Mendatangi AREX


__ADS_3

Ucapan Rino sewaktu di kantor polisi itu membuat mereka langsung bergega melakukan sesuatu. Geng AREX menurutnya sudah sangat keterlaluan karena dengan beraninya malah mempengaruhi anggota inti gengnya. Walaupun sebenarnya ada keuntungan juga buat geng LEXON karena mereka bisa tahu mana yang merupakan anggota setia dan pengkhianat.


Mereka segera saja kembali ke markasnya untuk menemui semua anggotanya. Tadi Lio sudah memberitahu semua anggotanya untuk berkumpul di markas karena ada yang penting. Bahkan beberapa alumni generasi sebelumnya juga ada yang sebagian mau datang. Mau bagaimana pun juga, Yudi merupakan anggota lama yang urusannya dengan mereka.


"Siang semuanya" sapa Lio dengan raut wajah tanpa ekspresinya.


Melihat wajah Lio yang tanpa ekspresi itu sudah jelas kalau keadaannya sedang tidak baik-baik saja. Bahkan banyak dari generasi sebelumnya yang hadir juga menampakkan raut dingin. Suasana di markas kini benar-benar hening dan mencekam karena semua tatapannya begitu tajam.


"Pertama, kalau kalian memang sudah tak mau setia didalam geng LEXON lagi alangkah baiknya langsung keluar dan bilang sama saya alasannya. Jangan jadi pengkhianat disini" ucap Lio dengan tegasnya.


"Kedua, permasalahan dengan geng AREX sedari dulu yang tak pernah selesai. Bahkan sebenarnya saya sendiri tak tahu apa penyebabnya" lanjutnya sambil menghela nafasnya kasar.


Lio menatap semua anggotanya dari generasinya hingga yang lama. Ia benar-benar serius ingin menyelesaikan masalah ini karena tak mau jika orang-orang didekatnya malah terluka akibat masalah ini. Lio menatap Nathan yang juga sudah geram ingin segera menyelesaikan masalah ini.


"Kita malam ini juga harus segera menyelesaikan masalah ini. Kita temui geng AREX, kalau misalkan mereka tak bisa yang namanya diajak berbicara langsung saja kita habisi" seru Nathan.


Semuanya langsung menatap antusias pertempuran ini karena memang ini yang sedari dulu mereka tunggu. Tentunya mereka ingin sekali langsung membabat habis lawannya terlebih geng AREX yang memang anggotanya pada belagu semuanya.


"Kami setuju" seru semua anggota.


Akhirnya setelah makan malam bersama dan menyiapkan beberapa strategi penyerangan, mereka langsung menaiki sepeda motornya. Dengan sudah mengurus ijin dari Rino sehingga pihak berwajib nantinya tak bermasalah, akhirnya mereka langsung berkonvoi di jalanan menuju markas geng motor AREX.

__ADS_1


Tentunya konvoi ini langsung dipimpin oleh Rino dan anggotanya agar nantinya tak menimbulkan kericuhan. Suara deru sepeda motor menimbulkan sedikit kebisingan dan keramaian di jalanan kota malam itu. Tentunya banyak juga pengendara sepeda motor yang memilih untuk menghindari area yang dilalui geng LEXON agar tak terjebak kemacetan.


"Bos, anak-anak geng AREX pada mau kabur" teriak salah satu anggota LEXON.


Setelah perjalanan lumayan lama, akhirnya mereka sampai juga di dekat markas geng AREX yang memang berada didekat hutan. Namun saat mereka sampai sana, beberapa anggota geng AREX hendak pergi secara diam-diam melalui arah belakang markas. Tentunya mereka bisa melihat hal itu karena sorot lampu sepeda motor yang ternyata menyala.


"Kepung" seru Lio memberi perintah.


Semuanya langsung dengan cepat bergerak turun dari sepeda motornya kemudian berlari mengepung area markas. Bahkan orang-orang yang hendak kabur itu langsung berlari menuju ke hutan dengan meninggalkan sepeda motor yang mereka bawa sebelumnya. Tentu saja anggota LEXON langsung mengejarnya kemudian menangkapnya.


Semua anggota geng AREX harus ada disana sehingga permasalahan selesai. Namun jika tak ada penyelesaian dengan cara damai, biarlah mereka segera menyelesaikan ini dengan pertengkaran. Setelah semuanya dibawa masuk markas, Lio memasuki gedung itu kemudian melihat ketua geng AREX yang tengah duduk diantara semua anggotanya.


"Rudi, aku kesini sama yang lainnya baik-baik untuk menyelesaikan permasalahan antara geng kita. Aku ingin kita selesaikan semuanya agar tak ada lagi keributan di jalanan tapi kalau kalian tidak mau, jangan salahkan jika kami mengobrak-abrik markas kalian" ucap Lio dengan nada tegasnya.


"Cepat katakan apa yang ingin kalian bahas, kami sudah malas bertemu kalian semua" ketus Rudi yang tak senang dengan kehadiran mereka.


"Sebenarnya kenapa kau malah mempengaruhi Kala buat mengkhianati kami? Apa karena dendam masa lalu jadi kau ingin menghancurkan geng motor kami? Kalau memang iya, tolong katakan permasalahan masa lalu apa yang belum selesai. Aku sebagai ketua yang sekarang, masih bingung dengan apa yang terjadi karena tak tahu masalah yang dulu" ucap Lio dengan mendengus kasar.


Sebenarnya banyak anggota geng AREX juga tak mengetahui permasalahan yang dulu. Mereka hanya ikut-ikutan saja sehingga saling membenci dengan semua anggota geng motor LEXON. Lio menatap semua anggota geng AREX yang kebingungan.


Yang ada disana pun sepertinya hanya sebagian anggota saja sehingga tadi semua memilih kabur. Tentunya mereka akan kalah jumlah dengan semua anggota geng motor LEXON yang datang dengan generasi lama juga. Bahkan sedari tadi mereka hanya menundukkan kepala tanpa mau menatap geng LEXON.

__ADS_1


"Kami masih tak terima saat salah satu anggota kami dulu meninggal. Ia meninggal karena dikeroyok oleh anggota geng motor LEXON, lebih tepatnya dua tahun yang lalu. Andra, ketua kalian dulu mengelak bahkan tak mau bertanggungjawab padahal sudah jelas kalau anggotanya salah" seru Rudi menatap tajam kearah Lio.


Lio mengerutkan dahinya heran pasalnya permasalahan dengan geng AREX ini sudah berlangsung dari masa jabatan kakeknya. Namun ini permasalahan malah baru berlangsung dua tahun kemarin. Kini orang yang dimaksud langsung saja berdiri kemudian duduk didekat Lio.


"Kalian salah, yang mengeroyok anggota AREX bukanlah anak LEXON. Mereka itu preman yang ingin membegal, saat itu anak LEXON melihatnya kemudian menolong namun terlambat karena anggota kalian itu sudah sekarat. Waktu mereka mau membawanya ke rumah sakit, anggota kalian datang dan menuduh kami" ucap Andra memberi penjelasan.


"Kalau tak percaya, kita lihat saja rekaman CCTV disana yang sudah aku dapatkan. Waktu itu aku ingin kalian melihatnya tapi malah keburu ngomel-ngomel" lanjutnya.


Andra langsung mengeluarkan sebuah flashdisk kemudian menyerahkannya pada Lio. Lio memberi kode pada salah satu anggota AREX agar meminjamkannya sebuah laptop. Salah satu anggota geng AREX mengambil laptopnya kemudian menyerahkannya pada Lio. Lio segera memasang flashdisk itu kemudian meminta Rudi melihat tayangan CCTV itu dengan seksama.


"Sekarang sudah jelaskan kalau kami tidak bersalah. Sebenci-bencinya kami dengan oranglain, kami tetap akan membantu musuh kami kalau lagi sekarat seperti itu. Kalau kalian nggak percaya, bisa tuh suruh cek pakar telematika apa rekaman itu asli atau palsu" ucap Andra kesal.


Rudi yang melihat hal itu langsung saja menghela nafasnya kasar. Ia menatap anggotanya yang ada di rekaman CCTV itu dengan tatapan tajamnya. Ia tak mengira jika anggotanya malah memberikan informasi yang salah. Kalau begini, nama geng AREX langsung saja bisa tercemar.


"Kalau memang permusuhan ini terjadi karena peristiwa dua tahun yang lalu, tapi kok katanya sudah sedari awal geng ini berdiri?" tanya Lio dengan tatapan bingung.


"Hanya kesalahpahaman. Dua geng ini kan yang terbesar di kota ini, pasti ada salah satunya yang ingin menjadi unggul. Tentunya itu menimbulkan persaingan, mungkin yang dimaksud bermusuh sejak dulu itu bersaing" ucap Rudi meluruskan.


Mereka semua menganggukkan kepalanya mengerti. Semua permasalahan sudah selesai, mereka memilih berdamai dengan diwakili oleh masing-masing dua orang untuk menandatangi perjanjian. Mereka hanya akan bersaing kalau ada event balapan dan prestasi saja kalau untuk lainnya sebagai rekannya.


"Mengenai Kala, kami tak mempengaruhinya. Tapi dia sendiri yang datang pada kami untuk meminta bantuan agar dibantu melengserkan Lio sebagai ketua. Ini chattnya di ponselku" lanjutnya.

__ADS_1


Lio hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Ia juga sudah melihat ini di ponselnya Lio yang ada di kantor polisi. Tentunya ini membuat semua anggota LEXON shock karena ternyata Kala memang ingin sekali mendapatkan posisi sebagai ketua.


__ADS_2