Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Ujian Nasional


__ADS_3

Nathan telah kembali dari rumah sakit bahkan langsung tinggal bersama dengan Kakek Angga. Bahkan semua barang-barang miliknya yang ada di rumah itu juga langsung dibawanya ke rumah Kakek Angga karena memang itu semua pemberian dari Mbok Nia dan keluarga Lio.


"Kalau ada masalah apa pun, kamu harus cerita sama kakek. Kakek ini sekarang orangtuamu, kalau butuh sesuatu juga jangan sungkan untuk minta. Statusmu sama seperti Lio, cucuku jadi kakek tak akan membeda-bedakan fasilitas yang kamu dapat dengannya" ucap Kakek Angga yang kemudian memeluk Nathan.


"Terimakasih sudah menerima Nathan sebagai keluarga kakek. Aku akan membuat kakek dan Lio bangga karena memilihku menjadi salah satu anggota keluarga kalian" ucap Nathan tersenyum tulus.


"Jangan pikirkan itu. Kamu cucuku, apapun yang kalian perbuat itu akan kakek terima. Tapi tolong jangan buat kakek sakit jantung" peringat Kakek Angga sambil terkekeh.


Sambutan hangat dari Kakek Angga, Lio, dan Agung di rumah itu membuat Nathan merasa dibutuhkan. Ia sangat bahagia berada di tengah-tengah orang yang menginginkannya. Terlebih Kakek Angga sama sekali tak menekannya dalam hal apapun sehingga dia bebas mengekspresikan apapun yang ia suka. Asalkan tak membuat khawatir Kakek Angga dan yang lainnya.


Semuanya kini berjalan dengan normal bahkan persiapan untuk acara reuni akbar geng motor LEXON juga sudah berjalan 80%. Undangan sudah disebar oleh penanggungjawab masing-masing angkatan. Acara itu akan diadakan setelah nanti semua siswa SMA yang seangkatan dengan Lio melaksanakan ujian nasional agar tak mengganggu waktu belajar.


Kini Lio dan Nathan sudah bersiap untuk ke sekolah. Hari ini merupakan hari pertama mereka melaksanakan Ujian Nasional. Lio dan Nathan sudah mempersiapkan semuanya dari belajar bersama juga lebih sering masuk pelajaran di kelas. Tentu dengan adanya dukungan dari Kakek Angga juga membuat mereka benar-benar membuktikan ingin lulus dengan hasil terbaik.


"Kami berangkat dulu, kek" pamit Nathan dan Lio bersamaan.


"Hati-hati. Kerjakan soal yang ada dengan baik. Yang susah tinggalkan dulu, bisa kerjakan yang mudah duluan biar nggak banyak menyita waktu" ucap Kakek Angga memberi nasihat.


"Siap kek" ucap keduanya secara bersamaan.


Agung hari ini libur karena sekolahnya ada rapat guru dengan beberapa orang dari dinas pendidikan. Setelahnya Nathan dan Lio berjalan keluar dari rumah kemudian mengendarai sepeda motornya masing-masing. Mereka segera saja melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


***


Terlihat semua siswa berada didepan ruangannya masing-masing. Wajah-wajah penuh ketegangan begitu terlihat diantara semua siswa. Mereka benar-benar gugup hingga diajak temannya bercanda pun wajahnya benar-benar tak enak dilihat. Lio dan Nathan datang kemudian duduk didepan ruang ujian sambil berdo'a dalam hati. Semua sahabatnya dan beberapa anggota geng motor LEXON tersebar di beberapa ruangan yang berbeda.


"Bisa... Kita pasti bisa" ucap Lio sambil menepuk bahu Nathan saat bel pertanda ujian sudah dibunyikan.


"Benar, kita pasti bisa" ucap Nathan yang juga menyemangati saudaranya itu.


Keduanya masuk secara bergantian dengan siswa lainnya karena harus diperiksa terlebih dahulu semuanya. Setelah lolos dari pemeriksaan, segera saja mereka masuk dalam ruangan. Kali ini Ujian Nasional berlangsung dengan sistem CBT atau berbasis komputer. Setelah semuanya duduk didepan komputer masing-masing, segera saja mereka bersamaan mengerjakan semua soal ujian dengan tenang.


***


"Beruntung sekali pemerintah langsung menurunkan banyak komputer untuk sekolah-sekolah di desa tertinggal seperti kita ini. Semuanya kini terbantu" ucap salah satu guru yang saat itu memberikan penjelasan kepada semua murid.


Awalnya disana hanya ada 10 komputer saja sehingga takkan bisa mencukupi untuk melakukan Ujian Nasional satu sesi. Pastinya mereka akan dibagi beberapa sesi dalam sehari agar bisa melaksanakan ujian sebelum diberikan bantuan komputer. Namun setelah adanya bantuan, akhirnya mereka bisa melaksanakan ujian secara bersamaan.


Video viral yang beredar di media sosial itu berupa cuplikan keadaan desa tanpa internet. Bahkan belum adanya komputer dan ponsel pintar yang bisa menunjang sistem belajar mengajar di sekolah atau secara jarak jauh. Jalanan yang banyak berlubang dan berlumpur juga menjadi perhatian lebih.


"Bismillahirrahmanirrahim... Perlancarkanlah urusanku dan ujianku dengan teman-teman lainnya" gumam Ratu sambil tersenyum.


Ratu melangkahkan kakinya menuju ruang ujian dengan langkah pasti walaupun dalam hatinya terus berdo'a agar diberi kelancaran. Ia sedikit gugup namun tetap yakin bahwa apa yang ia usahakan selama ini tentunya takkan sia-sia.

__ADS_1


***


Setelah hampir 2 jam melaksanakan ujian hari pertama, semua siswa keluar dari ruangan itu dengan sedikit menghela nafas lega. Namun ujian yang sebenarnya harus dilewati adalah esok hari karena besok merupakan pelajaran matematika yang diujikan. Pelajaran yang selalu menjadi momok bagi siswa-siswa.


"Alhamdulillah... Walaupun ada beberapa nggak yakin, tapi 90% insyaAllah pasti tepat dalam ku menjawab soalnya" gumam Ratu setelah keluar dari ruang ujian.


Ratu segera saja pergi dari sekolah untuk pulang ke rumahnya. Sebagian siswa masih disana karena malah membahas soal ujian tadi dengan sesama temannya. Hal ini malah membuat panik karena kadang jawaban antara dengan siswa lainnya itu berbeda. Ini juga yang membuat Ratu memilih segera pulang.


"Ayah..." panggil Ratu saat melihat ayahnya sedang berjalan dari arah pintu keluar balai desa.


"Sudah selesai ujiannya, nak?" tanya Pak Hakim sambil menyerahkan tangannya itu untuk dicium secara takzim oleh anaknya.


"Sudah, yah. Kan memang satu hari cuma satu mata pelajaran saja" jawab Ratu dengan antusias.


Pak Hakim segera saja menggandeng tangan anaknya untuk pulang ke rumah. Ratu pun sangat bahagia bisa bermanja ria dan selalu merasa dijaga oleh Pak Hakim seperti ini. Setelah sampai di rumah, Ratu segera masuk ke dalam untuk berganti pakaian.


"Nanti masaknya agak lebihan ya, sekalian kasih pada karyawannya kakeknya Lio" ucap Pak Hakim.


Ratu menganggukkan kepalanya mengerti. Segera saja ia pergi berlalu menuju kamarnya. Diko dan Yohan, anak buah Kakek Angga memang masih disini karena ingin ikut membantu perbaikan jalan desa. Ternyata jalanan desa yang rusak begitu banyak sehingga membutuhkan banyak tenaga.


Lagi pula Kakek Angga juga mengijinkan mereka tinggal sementara waktu disana. Namun tetap saja hanya dalam satu bulan saja agar Adin dan ibunya bisa segera ke kota. Kasihan nanti Adinnya akan lama beradaptasi di sekolah barunya.

__ADS_1


__ADS_2