Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Progress Pembangunan


__ADS_3

Untuk menghindari adanya keributan dan rasa iri yang ada disekitarnya, anak buah Kakek Angga yang diwakili oleh Diko dan Yohan langsung saja meminta pihak pemerintah setempat menyampaikan sebuah pengumuman. Pengumuman itu berupa penggunaan komputer gratis yang langsung bisa diakses di balai desa. Bahkan tak hanya bisa digunakan untuk anak sekolah mencari ilmu baru namun juga warga yang ingin mengetahui adanya lowongan pekerjaan di kota.


"Terimakasih atas bantuan anda dan atasannya, kami sangat beruntung bisa mengenal kalian" ucap salah satu pihak pemerintah desa.


"Akan saya sampaikan kepada Tuan Angga nantinya. Kalau begitu kami permisi" ucap Diko dan Yohan secara bersamaan.


Mereka berdua pergi dari area balai desa kemudian berjalan mengelilingi beberapa lahan pertanian. Ternyata di desa ini merupakan salah satu penghasil padi terbesar namun sayangnya pendistribusiaannya masih lah hanya sekitar desa. Kalau dikirim ke kota atau luar negeri pasti lah bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar.


"Banyak juga yang tanam padi disini. Kok nggak dikirim ke kota atau luar negeri saja ya?" tanya Yohan.


"Sinyal internet aja nggak ada, gimana mau cari relasi di kota atau luar negeri? Kalau mau kirim barang kesana kan harusnya ada channel, nggak bisa asal jual" ucap Diko sambil geleng-geleng kepala.


"Mungkin setelah tower jaringan internet ini jadi, mereka bisa juga menjual hasil bumi ke kota. Bahkan mungkin desa ini akan terkenal. Kita bilang saja sama tuan Angga untuk memviralkan desa ini" ucap Yohan memberikan ide.


Tentunya Diko setuju dengan ide yang disampaikan oleh Yohan. Dengan memviralkan desa ini tentu semakin banyak orang yang kenal dengan daerah ini. Terlebih para rekan kerja dari Kakek Angga yang mungkin bisa membantu. Apalagi Kakek Angga yang mempunyai usaha restorant tentunya membutuhkan pasokan beras.


***


Pak Hakim sibuk dengan warga lainnya tengah merangkai beberapa besi yang akan didirikan sebagai tower. Ada juga pihak PLN yang akan membantu karena ini memang sudah proses finalisasi. Beruntung dengan adanya Diko dan Yohan disana, pihak intansi tentang kelistrikan juga membantu dengan cepat.


"Ini tinggal kita pasang saja, pak. Setelah tower ini berdiri kami akan pasangkan beberapa penangkap jaringan dan kabel agar bisa segera menyala" ucap perwakilan dari intansi tersebut.

__ADS_1


"Tenang saja, pak. Hari ini juga tower akan berdiri, mungkin besok baru bisa dipasang kabel dan yang lainnya" ucap Pak Hakim melaporkan.


Diko dan Yohan begitu puas dengan apa yang dilaporkan oleh Pak Hakim. Belum sampai 15 hari proses pengerjaan tower ini, namun mungkin beberapa hari lagi akan selesai. Bahkan untuk pengaktifan profider WiFi juga akan langsung dilaksanakan setelah semuanya siap.


"Alhamdulillah... Itu artinya kami tak perlu ke sawah untuk mencari sinyal internet demu menghubungi Kakek Angga" ucap Diko sambil terkekeh.


Diko dan Yohan selama ini memang selalu pergi ke gubuk sawah untuk mencari sinyal internet agar bisa menghubungi atasannya sesuai dengan usulan dari Lio waktu itu. Walaupun ponsel harus diangkat tinggi dengan loudspeaker aktif namun itu lumayan membantu untuk berkoordinasi. Pak Hakim juga tertawa mendengar ucapan dari Diko itu.


"Kalau disini penjual ponsel dimana, pak?" tanya Yohan.


"Wah... Jauh pak, antara desa dan kota pasti ada counter ponsel yang menjualnya. Namun ya itu harus menggunakan sepeda motor paling tidak" jawab petugas intansi itu.


Diko dan Yohan saling tatap seakan mengisyaratkan tentang kemungkinan yang akan terjadi. Walaupun adanya sinyal internet dan komputer tentunya harus ada penunjang berupa ponsel. Apalagi jika komputer yang jumlahnya terbatas dengan banyaknya pengguna, pasti akan terjadi masalah untuk kedepannya. Setidaknya ada satu keluarga yang mempunyai ponsel walaupun hanya satu.


Akhirnya mereka langsung saja ikut membantu yang lainnya untuk mendirikan tower yang memang butuh bantuan orang banyak. Bahkan sebelum sore tiba, tower sudah berhasil berdiri. Semua terlihat puas dengan hasil kerja mereka beberapa hari terakhir ini.


***


"Kakek lebih makan didalam kamar saja" ucap Lio saat dirinya hendak naik keatas tangga.


Awalnya Lio akan membawakan makanan untuk kakeknya itu, namun saat dirinya hendak naik tangga ternyata ia bertemu dengan laki-laki paruh baya itu. Kakek Angga masih harus sedikit-sedikit berjalan dan jangan sampai terkena tembok bahunya karena nyeri bahu itu.

__ADS_1


"Tak apa. Kakek hanya ingin makan bersama kalian" ucap Kakek Angga sambil tersenyum.


Akhirnya Lio kembali ke ruang makan dengan diikuti oleh Kakek Angga yang menyunggingkan senyum tipisnya. Keempat sahabat Lio memang belum pulang karena tadi keasyikan bermain game membuat sang pemilik rumah mengajak makan malam bersama. Agung juga sudah berada disana walaupun sedikit canggung.


"Malam kek" sapa mereka.


"Malam, lanjutkan saja makan kalian" titah Kakek Angga.


Mereka segera melanjutkan acara makan yang tertunda. Pasalnya tadi mereka memang sudah mengawali makan karena berpikir bahwa Kakek Angga akan memakan makanannya di kamar. Namun ia tak menduga jika Kakek Angga ternyata makan disini juga.


Semuanya makan dalam keadaan hening. Bahkan sesekali Kakek Angga dan Nathan saling melirik seakan memberikan suatu kode. Hal itu juga yang membuat Lio merasa kalau keduanya tengah menyembunyikan sesuatu.


"Oh... Ya, kakek lupa. Dari ketua geng LEXON pada tiap periodenya menyampaikan kalau akan ada reuni akbar. Kakek yang dulunya juga salah satu pendiri geng motor itu meminta kalian untuk membuat undangan resminya" ucap Kakek Angga setelah selesai makan.


Kakek Angga dulu juga merupakan salah satu pendiri dari geng motor yang saat ini cucunya menjadi ketuanya. Namun dulunya kakek Angga hanya menjabat sebagai pendiri dan anggota biasa saja. Dulunya ia belum berani yang namanya memimpin apalagi harus tawuran sehingga memilih menjadi anggota biasa.


"Lalu nanti nyebarinnya gimana, kek? Bukannya ada juga yang sudah meninggal atau alamat rumahnya yang pindah?" tanya Yuda bingung.


"Kalian tenang saja. Nanti per generasi ada koordinatornya. Kakek cuma minta buatkan undangan berupa video dan cetak kertas agar yang diluar nanti tetap tahu dengan mengandalkan pesan" ucap Kakek Angga.


"Ini sudah kakek bicarakan dengan pendiri awalnya jadi kalian tenang saja. Untuk tempat dan kapannya, nanti kakek share lewat Lio" lanjutnya.

__ADS_1


Mereka mengangguk mengerti. Pasti akan sangat seru jika puluhan generasi dikumpulkan menjadi satu. Terlebih nanti jika ada pengkhianat yang ketahuan pasti akan dikeroyok masal. Pasalnya baru kali ini terdengar ada pengkhianatan di geng motor LEXON. Semoga saja nanti saat reuni, Lio sudah bisa memastikan siapa pengkhianatnya. Setidakmya ini bisa memberikan pelajaran bagi semua anggotanya untuk tak berkhianat.


__ADS_2