Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Diomeli


__ADS_3

"Mas Lio..." seru seorang gadis sambil berkacak pinggang didekat meja kantin.


Lio dan sahabat-sahabatnya yang sedang fokus dengan makanannya pun langsung saja mengalihkan pandangannya. Mereka hanya bisa cengengesan saat tertangkap basah sedang makan di kantin. Bahkan beberapa mahasiswa dan panitia ospek juga berada disana.


Tadi semua mahasiswa baru sudah diminta untuk berkumpul kembali sesuai dengan kelompoknya. Mereka diminta untuk memeriksa anggotanya yang belum kembali ke lapangan dan harus mencari mereka agar segera datang. Semuanya harus lengkap karena sebentar lagi akan ada tamu penting yang datang.


Tentunya kelompok Ratu yang belum lengkap karena Lio dan sahabat-sahabatnya tidak ada. Akhirnya ketua kelompok meminta Ratu untuk bicara pada Lio sedangkan ia dan lainnya yang akan mencari dimana keberadaan dari laki-laki itu. Disinilah Ratu sekarang, di kantin kampus untuk mengomeli Lio.


"Eh... Ada bu bos" ucap Reza dengan sedikit kikuk.


"Balik pada barisan kelompok. Bukan malah makan disini. Sebentar lagi ada orang penting yang akan datang kesini" ucap Ratu mengomeli Lio dan sahabat-sahabatnya.


Tentunya Lio dan sahabat-sahabatnya meringis malu karena mereka sudah seperti tersangka disini. Mana banyak orang yang melihat seakan menertawakan kesialan mereka. Akhirnya mereka menyudahi acara makannya kemudian segera beranjak pergi dari kantin.


Semuanya kini telah berkumpul di aula dengan duduk lesehan. Mereka tengah menantikan tamu penting yang dikatakan oleh panitia ospek itu. Tak berapa lama menunggu, panitia ospek memberi kode pada semua mahasiswa baru untuk diam karena tamu pentingnya sudah datang.


Tak... Tak... Tak...


Beberapa suara langkah kaki terdengar membuat semua mahasiswa yang ada disana begitu penasaran. Tak berapa lama beberapa orang menggunakan pakaian formal dengan kemeja, jas hitam dan celana bahan itu terlihat memasuki area aula. Mereka semua langsung disambut oleh panitia ospek dengan ramah bahkan segera digiring keatas panggung.

__ADS_1


Diatas panggung pun sudah tersedia kursi sofa dan meja untuk duduk tamu undangan itu. Sedangkan semua mahasiswa baru disana bingung karena tak mengenal siapa sosok yang kini sudah duduk disana. Terkecuali Ratu dan Lio serta semua sahabat-sahabatnya yang kini terkejut dengan sosok yang mereka kenali.


"Kakek Angga..." seru Ratu, Lio, dan sahabat-sahabatnya.


Mahasiswa baru dan panitia ospek itu pun langsung mengalihkan pandangannya kearah beberapa orang yang berteriak memanggil nama salah satu orang penting yang ada diatas panggung. Yang berada diatas panggung dan membuat Ratu, Lio, dan sahabatnya-sahabatnya terkejut itu adalah kehadiran Kakek Angga.


Sebelumnya Kakek Angga tak pernah bercerita mengenai ia yang akan datang ke kampus ini. Bahkan Lio yang notabene adalah cucunya sendiri saja tak tahu mengenai hal ini. Tadi saat dirinya akan berangkat saja, Kakek Angga masih menggunakan kaos dan celana training panjang.


Kakek Angga diam sambil tersenyum tipis. Ia tak menanggapi keterkejutan cucu-cucunya itu. Lagi pula disini ia bertugas sebagai pembicara dengan rekannya yang lain. Bahkan ketua panitia pun langsung memberi kode pada pembawa acara agar segera memulai acaranya.


"Baiklah... Hari ini kita kedatangan tamu istimewa. Beliau yang ada diatas panggung ini merupakan donatur sekaligus pemilik dari kampus tercinta kita" ucap MC langsung memperkenalkan.


Ratu dan sahabat-sahabat Lio pun begitu terkejut dengan kehadiran dari Kakek Angga dan tak menyangka tentang fakta yang baru saja mereka dengar. Mereka hanya bisa geleng-geleng kepala mengenai kekayaan Kakek Angga yang mungkin saja masih ada yang lainnya namun tak diberitahukan kepada semua orang.


"Pemilik utama dari kampus ini yaitu Bapak Angga Sanggara, dimohon untuk memberikan beberapa patah kata" lanjutnya.


Segera saja Kakek Angga langsung saja berdiri didekat mimbar dengan senyum tipisnya. Kakek Angga melihat kearah semua mahasiswa baru yang ada disana. Terlihat sekali kalau mereka begitu penasaran dengan sosoknya yang tadi dipanggil oleh beberapa mahasiswa baru.


"Selamat siang... Perkenalkan nama saya Angga. Kalian bisa memanggil saya Pak Angga, Kakek Angga, atau terserah asalkan jangan panggil saya Nyonya Angga saja" ucap Kakek Angga sambil tertawa pelan.

__ADS_1


Beberapa mahasiswa disana langsung ikut tertawa mendengar guyonan receh yang dilontarkan oleh Kakek Angga. Mereka pikir kalau Kakek Angga itu tak bisa bercanda seperti ini. Sedangkan Lio hanya menatap sinis kearah kakeknya walaupun sahabatnya justru memuji pria tua itu.


"Saya disini hanya mau bilang, belajarlah yang rajin. Jangan jadi pemalas seperti cucu saya yang bahkan berangkat ospek saja harus ditarik telinganya dulu. Pasti kalian tadi pagi heboh ya sama mahasiswa yang hampir terlambat? Mereka itu adalah cucu saya. Ah lebih tepatnya Delio atau Lio itu cucu kandung saya" ucapnya sambil terkekeh pelan.


Lio yang merasa dipermalukan oleh kakeknya didepan semua orang pun begitu kesal hingga ingin sekali menimpuknya memakai sepatunya itu. Sedangkan semua mahasiswa baru dan beberapa panitia yang tahu pun langsung menatap kearah Lio yang salah tingkah. Ratu pun hanya bisa menahan tawanya karena tak menyangka kalau hari ini Lio akan dipermalukan dua kali.


"Kalau dia melawan atau membantah, tendang saja itu kakinya. Pasti kicep hehehe" lanjutnya sambil cengengesan.


Panitia ospek pikir kalau cucu pemilik kampus akan diistimewakan bahkan diminta untuk tak dimarahi dan sesuka hatinya. Namun ternyata ini berbeda karena Kakek Angga tak suka kalau cucunya menggunakan kekuasaannya untuk menyalahi aturan. Mereka begitu salut dengan prinsip dari Kakek Angga ini.


Pasalnya disini ada anak seorang donatur biasa namun dengan seenaknya bertingkah semaunya. Padahal jelas kalau ini tak boleh namun dia menggunakan kekuasaan orangtuanya untuk mengancam yang lainnya. Beruntung mereka mempunyai pemilik sekolah yang bijak seperti ini.


Setelah Kakek Angga selesai memberikan sambutan, dilanjutkan dengan beberapa tamu lainnya. Ternyata mereka penyokong dana terbesar di kampus ini agar beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu dapat terbantu. Bahkan bagi yang berprestasi juga mendapatkan penghargaan yang setinggi-tingginya.


"Kakek..." seru Lio.


Setelah acara bincang seru dengan tokoh penting di kampus itu selesai, Lio dan sahabat-sahabatnya langsung saja keluar untuk mengejar Kakek Angga. Tentunya mereka akan mendekat kearah Kakek Angga kalau sudah tak bersama dengan rekannya yang lain. Sedangkan Ratu yang juga penasaran pun mengikuti Lio walaupun tadi beberapa panitia sempat menegur mereka semua.


"Kami harus bertemu dengan Tuan Angga. Takutnya nanti dia tak bisa pipis kan bisa bahaya kalau tak ada saya disampingnya" ucap Lio dengan alasan tak masuk akalnya saat dicegah oleh panitia.

__ADS_1


__ADS_2