
"Siapa orang itu? Ayo dong kasih tahu" seru salah satu anggota bertanya.
Ia berpikir kalau semakin lama mengundur waktu untuk mengumumkan siapa pengkhianatnya, tentu keadaan dalam gedung aula ini akan semakin ricuh. Akan kasihan jika nanti sampai semua orang akan saling menuduh sehingga geng motor LEXON bisa saja akan bubar. Tentunya generasi dulu tak mau jika sampai apa yang mereka dulu bentuk langsung hancur begitu saja karena beberapa orang.
"Dia adalah Respati Nakala atau biasa dipanggil Kala. Salah satu anggota inti dari geng motor LEXON. Sekaligus dia merupakan keponakan dari Paman Yudi. Seorang anggota dari generasi 2 yang kini bahkan jadi buronan pihak berwajib" seru Lio dengan microfon yang ada ditangannya.
Mendengar apa yang diucapkan oleh Lio itu hampir semua orang menatap tak percaya. Bahkan kini anggota Lio langsung saja menatap Kala yang sudah berdiri dari duduknya. Kelihatan sekali kalau dia tengah panik hingga ingin kabur dari lokasi acara. Delan yang masih shock bahkan hanya bisa terbengong dan menatap tak percaya kearah sahabatnya yang sedari tadi duduk disampingnya.
Tiba-tiba saja Kala langsung mengeluarkan sebuah pistol kemudian berlari menuju Delan. Kala langsung saja melilitkan sebelah tangannya ke leher Delan kemudian yang satunya mengarahkan sebuah pistol kearah pelipis laki-laki itu. Delan masih dalam posisi linglung hingga tak menyadari kalau dirinya dalam posisi berbahaya.
"Kalau kalian tak ingin Delan mati di tempat, ĺebih baik semuanya membiarkan aku pergi" ancam Kala pada semua orang yang hendak mendekat kearahnya.
Mereka semua yang ada dalam gedung itu begitu terkejut dengan kejadian yang baru saja dilihatnya. Mereka tak menyangka kalau ada salah satu anggota yang membawa benda berbahaya masuk dalam gedung ini. Padahal tadi pengecekan barang juga sudah dilakukan namun tetap saja ada yang kelewatan.
Bahkan suasana dalam gedung aula itu kini benar-benar sunyi. Mereka semua menahan kemarahannya agar tak ada yang terluka dalam kejadian ini. Bahkan Lio dan Nathan hanya bisa diam mematung sambil melihat kearah Kala juga Delan yang memundurkan langkahnya.
"Kal, loe apa-apaan sih? Pakai kaya ginian segala. Jangan bercanda deh, kalau mau mati jangan ajak-ajak gue dong" ucap Delan dengan takut-takut setelah tersadar dari kelinglungannya.
"Diam" sentak Kala yang sudah panik.
Tentunya walaupun Kala melakukan seperti ini namun ia berusaha menyembunyikan kepanikan dan ketakutannya. Sesungguhnya ia takut jika nanti malah dikeroyok semua anggota yang hadir tanpa ada yang membantunya. Walaupun dia membawa pistol, namun isi pelurunya juga tak banyak.
Pikirannya kalut hingga ia harus melakukan hal seperti ini. Tak ada satu pun yang bisa membantunya kecuali seseorang yang kini tengah menyeringai kearahnya. Hal ini pun sudah diduga oleh Lio dan Nathan bersama Kakek Angga jadi mereka sedikit tenang. Lio hanya bisa memberi kode pada Delan untuk tenang.
__ADS_1
"Kamu nggak sendiri Kala" seru seseorang yang berada di kerumunan semua anggota.
"Yudi..." seru semua orang yang ada disana.
Bahkan Yudi yang tak lain juga Paman dari Kala pun mengacungkan pistolnya kearah semua orang disana. Semua anggota langsung memberi jalan kemudian Yudi dengan santainya berjalan kearah Kala dan Delan. Kakek Angga masih santai walaupun ia dalam hatinya ada rasa khawatir kalau Delan sampai terluka.
Rino dan Noval langsung membisikkan sesuatu pada Kakek Angga membuat pria tua itu menganggukkan kepalanya. Tentunya hal seperti ini bukan hal sulit bagi keduanya yang memang seorang anggota kepolisian dan tentara. Rino sekarang paham dengan maksud Kakek Angga mengenai masalah akan segera selesai ternyata Yudi berada disini.
"Kalian maju, gue tembakin nih satu-satu. Jangan harap gue bakalan biarin keponakan gue yang satu ini kena tangkap kalian" seru Yudi tersenyum remeh.
"Heleh... Pistol mainan gitu aja buat ngancem-ngancem" ucap Lio meremehkan.
Tentunya semua orang membulatkan matanya mendengar seruan dari Lio itu. Semuanya juga tahu kalau yang dibawa Kala dan Yudi itu merupakan pistol beneran. Bahkan kini Delan hanya bisa menahan nafasnya karena lilitan tangan Kala pada lehernya semakin erat setelah mendengar ucapan Lio itu.
"Jangan macam-macam kau Lio" seru Yudi dengan tak terima.
Ternyata memang sedari awal Lio sudah tahu mengenai kedatangan Yudi namun ia sengaja membiarkannya masuk karena ada sesuatu yang berhubungan dengan Rino. Lio tak peduli bahkan tetap maju mendekat. Ia takkan membiarkan sahabatnya untuk ketakutan sendiri.
"Hanya satu macam. Aku hanya mau bertanya pada sahabatku tercinta ini kenapa bisa-bisanya mengkhianati geng LEXON yang sudah banyak membantunya. Padahal geng LEXON nih sampai mengorbankan uang kasnya untuk membantu dia biar bisa sekolah tanpa beasiswa lho" ucap Lio dengan sedikit menyindir.
"Mungkin dia lupa kalau semua kenyamanan ini berasal dari geng LEXON. Ah... Lebih tepatnya lupa diri" timpal Nathan sambil menyeringai.
Bahkan kini Nathan ikut mendekat bersama dengan Lio. Keduanya malah seakan bak harimau yang siap melahap mangsanya. Tatapan keduanya begitu tajam bahkan mereka dengan kompak menatap remeh lawan didepannya. Yudi dan Kala sempat ketakutan bahkan kini terlihat begitu panik.
__ADS_1
Nathan memberi kode kepada Delan untuk melakukan sesuatu. Segera saja Delan menyikut perut Kala dengan keras kemudian ia segera berlari menjauh. Apalagi Kala saat itu dalam posisi lengah karena merasa tertohok akibat ucapan yang dilontarkan oleh Lio dan Nathan.
Arghhhh....
"Sialan...." seru Kala sambil memegang perutnya.
Teriakan itu langsung membuat Yudi dalam posisi sigap apalagi pistol yang dibawa Kala terjatuh. Tentunya pistol tadi sempat terjatuh kemudian diambil oleh Delan. Delan sedikit menghela nafas lega karena setidaknya sudah bisa menjauh dari dua orang itu.
"Awas saja kau Delan..." teriaknya sambil menatap kearah Delan.
Padahal kini Delan sudah berada di belakang Lio dan Nathan kemudian menyerahkan pistol itu kepada sahabatnya. Seumur hidupnya, baru kali ini ia memegang pistol sehingga lumayan takut dengan benda itu.
Dor...
Semuanya bahkan memundurkan langkah saat satu tembakan diluncurkan keatas langit-langit gedung. Tentu hal ini membuat ternit berlubang. Nathan dan Lio masih diam menatap kearah Yudi juga Kala. Kala sendiri masih terus memegangi perutnya yang sangat kesakitan.
"Kalau kalian sampai mendekat, aku tembakkan ini ke semua orang disini" sentak Yudi.
Bahkan kini Yudi dan Kala tak menyadari kalau dibelakangnya sudah ada anak buah Kakek Angga dan pihak berwajib yang menunggu kelengahan keduanya. Tentu tadi Kakek Angga sudah memerintahkan anak buahnya untuk masuk pelan-pelan karena Yudi dan Kala berada didekat pintu keluar.
"Heleh... Kalau kau menembakku, akan ku pastikan kalau sebentar lagi kau juga akan merasakan tembakanku" ucap Lio yang juga mengacungkan sebuah pistol kearah mereka.
Yudi terpojok karena ia disini harus melindungi Kala juga sedangkan semua orang disini mulai berani mendekat. Tentunya jumlah mereka banyak sehingga kalau pun tertembak tak mungkin semuanya terluka. Lagi pula ini demi kesetiaan sesama anggota geng motor harus bisa saling melindungi satu sama lain.
__ADS_1