Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Bersatu


__ADS_3

"Kamu gimana, nak? Apa kamu menerima lamaran atau pinangan dari Lio juga keluarganya?" tanya Ustadzah Siti.


Sedari tadi Ratu hanya terus menundukkan kepalanya saat mengetahui tentang arah pembicaraan semua ini. Ia tidak menyangka kalau akan dilamar oleh laki-laki yang selama ini menjadi saudaranya di kota secepat ini. Padahal ia kemarin masih memikirkan bagaimana caranya mendapatkan pekerjaan, namun dengan adanya hal ini tentu pemikirannya akan berubah.


Jika dirinya menerima lamaran dari Lio, dirinya harus meminta ijin terlebih dahulu padanya jika akan bekerja. Atau mungkin saja Lio akan memintanya berada di rumah saja. Dirinya kini bingung, semuanya menatap Ratu dengan tatapan penasaran dan permohonan. Sedangkan Pak Hakim kini sudah menyiapkan hatinya jika memang anaknya mau dilamar oleh Lio.


"Bismillah... Ratu menerima lamaran dari Mas Lio" ucap Ratu dengan yakin.


"Alhamdulillah" ucap hampir semua orang yang ada disana.


Prok... Prok... Prok...


Mereka berdiri sambil bertepuk tangan untuk menandakan bahwa semua turut berbahagia atas lamaran yang diterima oleh Ratu. Bahkan mata Lio kini sudah berkaca-kaca kemudian memeluk kakeknya. Ia tak menyangka kalau dirinya bisa berada dititik ini. Setelah kemarin sempat ribut-ribut dengan beberapa geng motor lain dan orangtua kandungnya, akhirnya ia bisa merasakan kebahagiaan juga.


Beberapa bulan yang lalu, Lio sempat bertemu dengan orangtua kandungnya yang ternyata sudah kembali bersama. Mereka sama-sama bercerai dengan pasangannya masing-masing kemudian kembali menikah. Bahkan penampilan keduanya juga berubah drastis karena mereka kini hanya bisa hidup sederhana. Perusahaan hancur, bahkan rumah dijual karena ada beberapa hutang yang harus dibayar.


"Lio, maafkan mama dan papa. Kami mengaku salah sudah egois dan tak memperhatikanmu sejak kecil. Kami takkan mengganggu kehidupanmu lagi karena kami paham kalau kamu sudah bahagia. Berbahagialah, nak" pesan Mama Lio waktu itu saat bertemu didekat pasar.


Lio yang mendengar hal itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi begitu saja. Walaupun ia sudah memaafkan keduanya, namun tak dapat dipungkiri kalau hatinya masih kecewa dan sakit akibat ulah mereka. Setelah kejadian itu, mereka hingga kini tidak pernah berkomunikasi atau bertemu sama sekali.


***

__ADS_1


Dua bulan setelah acara lamaran itu, akhirnya hari yang ditunggu oleh keduanya tiba. Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Lio dan Ratu juga keluarganya. Hari ini merupakan penyatuan dua hati yang selama hampir dua bulan ini tidak bertemu karena Lio masih sibuk dengan pekerjaannya. Sedangkan Ratu memilih kembali ke kampung halamannya.


Acara pernikahan keduanya diadakan di desa tempat tinggal Ratu. Kakek Angga ingin mengundang anak dan menantunya namun Lio tidak mengijinkan. Hatinya masih sangat kecewa akibat ulah mereka pada masa lalu. Akhirnya Kakek Angga menurut saja pada cucunya daripada Lio malah ngamuk.


"Bismillah..." gumam Lio sambil terus menggosokkan kedua tangannya.


Segera saja mereka keluar dari salah satu rumah warga yang digunakan untuk Lio menunggu. Sedangkan Ratu sendiri masih disembunyikan di suatu tempat. Mereka memutuskan untuk melakukan akad nikah dengan Ratu yang akan keluar setelah selesai Lio mengucapkan ijab qabul.


***


"SAH..." seru beberapa saksi dan orang-orang yang ada disana.


Mata Lio berkaca-kaca karena kini impiannya mempersunting gadis pujaan hatinya akhirnya tercapai juga. Setelah drama panjang hubungannya dengan mantan-mantan kekasihnya, akhirnya ia mampu membuat keputusan untuk memilih Ratu sebagai pendamping hidupnya.


"Alhamdulillah... Kalian kini sudah sah menjadi suami istri. Ini untuk buku nikahnya, kami pamit dulu kalau begitu" ucap sang penghulu.


Mereka berfoto sejenak untuk mengabadikan beberapa moment. Untuk acara pesta pernikahan kali ini dirayakan begitu meriah dengan dekorasi dan catering yang dipesan. Bahkan ada juga hiburan dari penyanyi di desa itu sehingga warga sekitar bisa menikmati bersama tanpa harus memasak juga lainnya.


"Terimakasih sudah memilihku menjadi pendamping hidupku. Aku memang masih banyak kekurangan, namun dibalik ini semua aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Bantu aku agar bisa menjadi imammu" bisik Lio pada telinga Ratu.


Kini keduanya sedang duduk dikursi pelaminan dengan disisi keduanya ada wali yang mendampingi. Tadi ada sedikit drama waktu sungkeman karena Lio malah menjahili Kakek Angga. Namun karena sudah dipelototi oleh Ratu sehingga pemuda itu langsung saja bisa serius.

__ADS_1


"Terimakasih juga sudah memilihku menjadi pendamping hidupmu. Padahal aku hanya gadis desa yang tak sepadan dengan perempuan yang ada di kota. Mereka bahkan jauh lebih modis dibandingkan aku, namun kamu memilih aku yang banyak kurangnya ini. Terimakasih, suamiku" ucap Ratu dengan malu-malu.


Lio terkekeh pelan mendengar panggilan baru yang disematkan oleh Ratu ini. Ia sungguh bahagia menikah dengan seorang gadis yang berbeda dari perempuan lain yang ia kenal. Agamanya yang jauh lebih baik darinya untuk dia yang bahkan sholat saja jarang.


Lio berjanji akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk istrinya ini. Terlebih kini ia harus lebih bisa menjadi pribadi yang baik dan bertanggungjawab untuk keluarga kecilnya. Selain itu tak lupa kalau Kakek Angga dan orangtua Ratu juga sudah menjadi tanggungjawabnya.


Cup...


Untuk pertama kalinya, Lio mencium kening Ratu membuat gadis itu terkejut. Tentu saja kini Ratu dibuat salah tingkah karena tindakan suaminya yang tiba-tiba itu. Apalagi ada banyak pasang mata yang memandang keduanya dengan tatapan menggoda.


Cie... Cie...


Sontak saja keduanya langsung salah tingkah hingga sedikit duduk menjauh. Apalagi Kakek Angga yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah cucunya itu. Akhirnya semua anggota geng motor LEXON langsung naik keatas panggung untuk foto bersama setelah selesai menggoda sepasanh pengantin baru itu.


"Selamat ya bos. Semoga kita semua segera menyusul dan berikan kami ponakan-ponakan lucu" ucap Yuda mewakili teman-temannya.


"Kerja... Kerja... Nikah dipikir, kerja" sindir Lio membuat semuanya tertawa.


"Ya elah, bos. Santuy napa, kan si bos masih sanggup bayarin kita makan" ucap Reza sambil terkekeh pelan.


Lio hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ucapan dari teman-temannya itu. Yuda, Nathan, dan Delan memang sudah bekerja semua namun mereka masih saja sering meminta makan gratis ke restorant milik Kakek Angga. Lio begitu bahagia karena semua temannya juga merasakan kebahagiaan sampai saat ini. Ia masih tak menyangka kalau musibahnya dulu saat tersesat di desa ini ternyata membawa kebahagiaan untuk semua orang. Definisi Badboy masuk desa yang membawa berkah.

__ADS_1


END


__ADS_2