Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Ujian Nasional 2


__ADS_3

"Gokil... Itu tadi soal ujian apa buat uji nyali di kuburan? Ngeri banget uyyy..." seru Kala yang kini sudah keluar dari ruangannya.


Bahkan kini banyak siswa yang wajahnya begitu lesu setelah menghadapi ujian nasional hari kedua. Tentunya mata pelajaran matematika lah yang menjadi momok bagi mereka. Kebanyakan dari siswa hanya menjawab soal yang ada itu dengan cara cap cip cup membuat mereka hanya bisa pasrah dengan hasil yang didapat nantinya.


"Pasrah aja gue sama Tuhan. Kalau dapat nilai mepet, biarlah asalkan lulus aja" ucap Delan sambil meraup wajahnya dengan kasar.


"Mana besok bahasa inggris lagi. Siap-siap gue cosplay jadi bule dadakan biar bisa paham sama tuh arti-artinya" keluh Kala yang kemudian meminum air mineral yang dibawanya.


Keluhan bukan hanya berasal dari keduanya saja, tetapi hampir semua siswa. Menurut mereka, soal matematika yang diujikan itu terlalu susah untuk dikerjakan. Saat mereka membahasnya di luar ruangan setelah ujian, justru yang didapat adalah jawaban yang berbeda-beda bahkan tak ketemu hasilnya.


"Ayok pulang. Semuanya langsung pulang, besok masih ada ujian. Belajar yang benar" pesan Lio yang sedari tadi diam melihat keluhan teman-temannya.


Semuanya mengangguk kemudian berbondong-bondong pulang ke rumahnya masing-masing. Kebetulan hari ini Nathan membonceng sepeda motor Lio karena sedang malas mengendarainya sendiri. Sepeda motor itu melaju dengan kecepatan sedang, berharap kalau tak ada gangguan sama sekali di jalanan yang mereka lalui.


***


Tak berapa lama sepeda motor yang dikendarai oleh Lio dan Nathan itu sampai juga didepan rumah. Keduanya masuk dalam rumah dengan disambut oleh Kakek Angga dan Agung yang masih belum masuk sekolah. Kakek Angga meminta keduanya untuk duduk disampingnya dengan menepuk sofa dengan tangannya.


"Gimana tadi ujiannya?" tanya Kakek Angga dengan begitu perhatian.


Sudah rutinitasnya beberapa hari ini yang setiap keduanya pulang sekolah langsung saja menanyakan tentang ujian nasional yang mereka jalani. Kakek Angga memang sengaja tak datang ke restorantnya selama beberapa hari ini karena tak mau melihat orangtua Lio yang masih mengejar dirinya.


"Lumayan, kek. Lumayan bikin otak sedikit miring" ucap Lio sambil terkekeh pelan.


"Nathan tuh yang pintar matematika, pasti dia mah merem aja udah ketemu jawabannya" lanjutnya yang langsung memuji saudaranya itu.

__ADS_1


Nathan, Kakek Angga, dan Agung langsung tertawa melihat wajah frustasi dari Lio yang sepertinya pasrah dengan hasil yang akan didapatkannya. Padahal semalam ia sampai tidur dengan Nathan dan belajar dengannya namun tetap saja ada banyak soal yang tak bisa ia temukan jawabannya. Hanya do'a yang bisa memberikan keajaiban bagi hasil yang akan didapatkan olehnya nanti.


"Berdo'a saja Allah, Lio. Semoga saja nanti jawaban asal kamu itu ternyata memang benar adanya" ucap Kakek Angga sambil tertawa.


Daripada mendapatkan ledekan dari kakeknya, akhirnya Lio memilih berlalu pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri sekaligus istirahat. Begitu pula dengan Nathan yang langsung berlalu pergi setelah berpamitan. Kakek Angga menatap Agung yang kini badannya mulai berisi setelah tinggal disini.


"Besok kalau mau ujian, belajarnya yang benar ya. Dipersiapkan jauh-jauh hari. Jangan kaya Lio tuh, belajar kalau mau ujian aja. Kalau nggak ujian ya main terus" pesan Kakek Angga pada Agung.


"Siap, kek" ucap Agung dengan bersikap hormat dengan telapak tangan diletakkan pada pelipisnya.


Kakek Angga kini bahagia karena hidupnya tak kesepian lagi. Dulunya walaupun ada Lio, tentu saja rasa kesepian itu masih ada terlebih cucunya satu itu jarang sekali ada di rumah. Kini cucunya ada tiga yang akan bertambah satu lagi, kelak mereka juga yang akan membangun bisnisnya agar lebih maju lagi.


***


Setelah dua jam berkutat dengan soal-soal, semuanya keluar dengan wajah penuh kelegaan. Lega akhirnya ujian nasional sudah berakhir bahkan bisa mereka lalui dengan sangat baik.


"Saatnya kita jalan-jalan. Bebas juga dari sekolah..." seru Kala sambil melepas dasinya.


Bahkan kini dasinya sudah ia ikatkan pada kepalanya. Ia seperti baru saja keluar dari tekanan yang begitu luar biasa sehingga bebas meluapkan ekspresi kelegaannya. Semua siswa juga melakukan kelakuan aneh untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan kini.


"Ayo kita konvoi guys" seru Delan memberikan ide.


"Heh... Konvoi itu kalau udah pengumuman kelulusan, ini masih baru selesai ujian. Konvoi sekarang kalau nanti pas pengumuman nggak lulus kan malu" seru Yuda yang langsung menoyor kepala Delan.


Semua siswa yang melihatnya hanya bisa tertawa melihat dan mendengar ide yang diberikan oleh Delan itu. Akhirnya semua membubarkan diri pergi dari sekolah tak terkecuali Lio dan sahabat-sahabatnya.

__ADS_1


"Ke markas kuyy... Udah beberapa hari nggak kesana karena sibuk belajar buat ujian" ajak Yuda membuat semuanya menganggukkan kepalanya setuju.


Mereka pun akhirnya berjalan menuju parkiran sepeda motor. Setelah ya semua langsung menaiki motornya masing-masing dan melajukannya keluar dari area sekolah.


***


"Akhirnya bisa kumpul-kumpul kaya gini lagi tanpa ada batasan waktu" seru Delan.


Memang satu minggu menjelang ujian nasional, Lio memberikan batasan waktu bagi anak siswa kelas 3 yang akan melaksanakan test agar hanya sampai jam 5 sore berada di markas. Lio hanya ingin mereka semua fokus belajar di rumah agar bisa lulus sama-sama.


"Si bos kan bikin peraturan kaya gitu biar semuanya bisa fokus belajar. Kalau malah di markas, yang ada nggak belajar kita justru main game atau ngrumpi" ucap Yuda menyetujui apa yang dilakukan oleh Lio.


"Benar, ntar kalau ada salah satu yang nggak lulus pasti malu kan? Lebih baik kita saling menghormati dan mendukung yang sedang ujian" ucap Kala sambil menganggukkan kepalanya.


Mereka pun menghabiskan waktunya berada di markas sambil membahas acara reuni yang tinggal beberapa hari lagi. Bahkan Lio sudah meminta Nathan untuk membuat rancangan design dekorasi yang cocok untuk acara tersebut.


Selain pintar matematika, Nathan pintar membuat design. Entah design undangan, rumah, dekorasi acara, dan yang lainnya sehingga Lio selalu meminta bantuan padanya. Tentunya setiap anggota memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga bisa digunakan untuk membantu saat acara penting seperti reuni.


"Udah sampai mana persiapan dekorasi, Nath?" tanya Lio meminta laporan dari tugas yang diberikannya.


"Tinggal yang bagian depan saja, welcome gate. Masih bingung mau membuat kesan yang beda dari reuni lainnya" jawab Nathan.


"Gimana kalau ada tempat buat foto-foto gitu? Kan sekarang banyak anak muda dan yang generasi tua suka foto-foto tuh" usul Kala.


Nathan menganggukkan kepalanya setuju mendengar usulan yang dilontarkan oleh Kala. Ia akan mempertimbangkan bagaimana konsep dan design uniknya terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2