Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Kebersamaan


__ADS_3

Lio dan Ratu begitu bahagia karena kini Kakek Angga tengah tertawa bersama dengan yang lainnya di ruang keluarga. Tadi setelah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, ternyata Adin dan Agung sudah menyiapkan sesuatu untuk menyambut kedatangan Kakek Angga. Setelah mobil yang dikendarai oleh anak buah Kakek Angga berhenti didepan sebuah rumah mewah, mereka segera saja masuk kedalam.


Saat membuka pintu, semuanya terkejut dengan banyaknya balon dan kertas warna juga origami yang sudah dibentuk sedemikian rupa. Semuanya telah menggantung dari area dekat pintu masuk hingga dalam ruang keluarga. Mereka tak menyangka jika dua orang anak SMP itu ternyata mempunyai ide yang kreatif.


"Maaf kakek, rumahnya jadi kaya mau perayaan ulangtahun. Kami hanya ingin memberikan sesuatu yang bisa dikenang oleh kakek" ucap Adin dengan sedikit merasa bersalah.


Pasalnya kini di lantai sudah berceceran kertas kecil karena adanya sedikit acara sambutan itu. Namun bukannya marah, Kakek Angga malah tersenyum dengan lebarnya karena bisa merasakan moment kejutan seperti ini lagi. Padahal setiap dirinya ulangtahun atau ada moment apa itu, tak pernah ada kejutan seperti ini.


Ia pun sudah meminta Lio untuk tak usah memberi kejutan apapun yang terpenting do'a setiap tahunnya. Sekarang mendapatkan kejutan dari keluarga barunya itu tentu saja membuat dirinya merasa diperhatikan dan berarti bagi mereka. Bahkan setelah kejutan tadi, mereka kini malah tertawa bersama hingga membuat Kakek Angga lupa dengan istirahatnya.


"Lio, Ratu... Kalian ngapain malah mojok disitu? Jangan mojok gitu, nanti kalau ada setan lewat kan berabe" ucap Kakek Angga yang merasa kalau cucunya tak ada didekatnya.


"Nah... Ini setannya baru aja ngomong nih" ucap Lio sambil meledek.


"Dasar cucu durjana. Bilang kakek sendiri setan" kesal Kakek Angga sambil melemparkan kulit kacang kearah cucu laki-lakinya itu.


Semuanya tertawa lepas mendengar perdebatan dari Kakek Angga dan Lio itu. Lio dan Ratu pun mendekat kearah ruang keluarga kemudian mereka berbincang seru. Bahkan siangnya mereka makan bersama dengan Ratu dan Ibu Adin yang memasak.

__ADS_1


***


"Mas Lio jadinya kuliah dimana?" tanya Ratu setelah selesai dengan kegiatan makannya.


Lio, Nathan, Ratu, Adin, dan Agung duduk di ruang keluarga setelah selesai makan. Sedangkan Kakek Angga dan Ibu Adin memilih beristirahat di kamarnya masing-masing. Tentunya Ratu ditahan oleh Kakek Angga agar tak langsung pulang dengan mengatakan akan membicarakan sesuatu nanti sore.


"Di Universitas Madya Darma. Bukannya kita satu kampus? Ah tapi kan beda jurusan" ucap Lio sambil terkekeh.


"Berarti besok senin udah ikutan ospek dong? Sama kaya aku. Tapi kok kelihatannya Mas Lio belum menyiapkan barang apapun untuk besok senin" tanya Ratu dengan sedikit penasaran.


Tentunya Ratu sedikit terkejut saat mengetahui kalau Lio juga berada di kampus yang sama dengannya. Namun sedari kemarin dan tadi, ia tak melihat mengenai Lio yang menyiapkan barang-barang ospek. Padahal dirinya sudah menyiapkannya jauh-jauh hari agar tak kebingungan sendiri.


"Benar, malas ribet cari barang aneh-aneh. Cuma habisin uang aja" ucap Nathan menimpali.


Ratu hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ucapan dari dua pemuda dihadapannya ini. Padahal sudah tertulis jelas kalau ospek ini wajib dihadiri oleh mahasiwa baru karena akan ada sertifikatnya. Lagi pula dirinya juga takut kalau nantinya malah akan jadi masalah di kemudian hari jika sampai tak mengikutinya.


"Tapi kan kemarin biaya yang dileluarkan sudah masuk biaya ospek? Rugi dong kalau nggak ikutan tapi bayar. Lagi pula di website kampus juga tercantum kalau kegiatan ospek itu wajib diikuti" ucap Ratu sedikit ngeyel.

__ADS_1


Lio dan Nathan hanya terkekeh pelan mendengar pendapat dari Ratu itu. Memang benar adanya jika di website bertuliskan wajib, hanya saja dia tahu informasi ini dari orang dalam. Tentunya orang dalam ini merupakan salah satu pendiri kampus itu sekaligus teman dari kakeknya. Ia begitu beruntung punya kakek yang mempunyai relasi begitu luas.


"Nggak usah ikutan aja kamu, capek lho. Nanti kalau dimarahi atau ada masalah gara-gara nggak ikut ospek, kamu bilang aja sama aku. Pasti aku akan langsung ngomong sama kakek, beres deh" ucap Lio sambil tertawa.


Ratu pikir Lio tadi bisa menyelesaikan masalahnya sendiri namun ternyata tetap mengandalkan kakeknya. Ratu sampai terbengong dan geleng-geleng tak percaya mendengar ucapan dari pemuda didepannya itu. Bahkan Nathan saja sampai menggeplak kepala Lio. Mungkin Nathan sudah muak dengan Lio yang selalu meninggikan dirinya didepan seorang cewek namun pada akhirnya selalu mengandalkan kakeknya.


"Ratu mau ikut aja, biar bisa sekalian cari teman disana. Kan nanti pasti disana ketemu sama mahasiswa baru lainnya jadi sekalian buat beradaptasi dengan lingkungan kampus" ucap Ratu menolak ajakan Lio.


Tentunya ia akan menggunakan kesempatan ospek ini untuk mencari teman sebanyak-banyaknya. Jangan sampai karena tak ikut ospek malah membuatnya tak punya teman satu jurusan. Akan sangat susah nanti dirinya beradaptasi dengan lingkungan baru jika tidak ada teman yang dikenalnya.


Lio terlihat kecewa karena Ratu tak mau mengikuti apa ucapannya. Padahal ospek itu menurutnya membuatnya malas saja. Dijemur di lapangan yang panas lalu disuruh-suruh. Hal itu yang membuat Lio enggan sekali mengikuti kegiatan itu.


"Makanya punya gebetan jangan yang lurus-lurus aja kaya Ratu. Nggak mau lah dia kalau sampai diajakin hal seperti ini karena niatnya kuliah kan untuk membahagiakan orangtuanya. Cewek spek bidadari gitu mau disandingkan sama loe yang spek setan, ya nggak cocok" bisik Nathan dengan sedikit sindiran.


Tentunya Lio hanya bisa mendengus kesal mendengar ucapan dari sahabatnya itu. Bukannya mendukung dia dan Ratu namun ternyata Nathan malah memilih membela gadis itu. Tentunya Nathan yang juga berpikiran lurus lebih setuju dengan Ratu yang selalu mengedepankan aturan yang berlaku walaupun dirinya juga kadang sering bolos.


Ratu pun akhirnya berpamitan untuk pulang ke rumah setelah mendapatkan teman kostnya menghubunginya agar segera kembali. Mereka akan mengadakan acara kumpul bersama di sebuah taman sesuai dengan kesepakatan kemarin. Awalnya Lio tak mengijinkan, namun Ratu memaksa.

__ADS_1


"Tolong nanti bilang sama kakek kalau Ratu ada acara kumpul sama teman-teman kost. Semuanya sudah setuju, Ratu nggak bisa batalin gitu aja" ucap Ratu sambil berpamitan.


Lio pun akhirnya menganggukkan kepalanya pasrah dengan Ratu yang berpamitan kepada mereka. Anak buah Kakek Angga langsung mengantarkan Ratu kembali kost walaupun awalnya gadis itu menolak. Tentu ini berkat Lio yang memaksanya karena kalau tak mau diantar anak buah kakeknya, ia sendiri yang akan mengantarnya langsung.


__ADS_2