Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Santai


__ADS_3

Beberapa panitia ospek yang kini berkumpul di ruangan khusus pun masih berdebat dan saling menyalahkan. Terutama menyalahkan yang tadi dengan seenaknya berbicara seperti itu didepan semua orang yang ada di lapangan. Tentunya hal ini nanti akan jadi pertanggungjawaban panitia ospek universitas ke jurusan. Mereka akan bertanya-tanya tentang semua kegiatan ospek yang dibatalkan.


"Sudah diam. Lebih baik kita selesaikan ini segera agar tak berlarut-larut. Hubungi semua anggota BEM dan panitia ospek jurusan, kita rundingkan semuanya disini" sela salah satu panitia melerai perdebatan.


Sungguh ia kesal dengan semua rekan-rekannya yang malah sibuk saling menyalahkan tanpa mencari solusi. Tentunya baru kali ini ada ospek sampai dibatalkan karena panitianya bermasalah. Hal ini tentunya akan menjadi bahan evalusi besar-besaran untuk organisasi kampus. Ketua organisasi dan penanggungjawabnya akan dimintai keterangan juga tanggungjawab.


Padahal semua anggota organisasi sudah melalui tahap seleksi kepemimpinan namun ternyata sikapnya malah kekanak-kanakan. Ini pasti semua akan kena kalau sampai dosen mulai ikut campur. Akhirnya mereka semua diam kemudian salah satunya segera menghubungi anggota lain.


***


"Yuhuuu... Akhirnya bebas juga dari kegiatan itu. Lagian panitia kok songong amat sih, harusnya kita diajari cara memimpin yang benar bukan malah menjelek-jelekkan orang" ucap Yuda dengan antusias.


Mereka tentunya sangat bahagia karena tak harus bangun pagi dan membawa barang-barang tak penting ke kampus. Mereka kini sedang di rumah Lio sambil melihat website kampus yang mengumumkan kalau ospek dihentikan. Delan pun tak kalah bahagianya bahkan kini sudah bergulingan diatas karpet.


"Guling-gulingan kaya anak kecil aja loe" ucap Nathan dengan sinis.


"Pedas amat bos ngomongnya. Sakit hati dedek, bang" ucap Delan mendramatisir.


Mereka yang ada disana bergidik ngeri karena ucapan dari Delan itu. Mereka bahkan kini langsung memalingkan muka seakan tak mengenal Delan. Delan yang kesal pun langsung kembali ke posisi awalnya terduduk.


"Loe masih marah, bos?" tanya Delan mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Yuda dan Nathan yang sedari tadi memilih sibuk dengan ponselnya pun langsung melihat kearah Lio. Terlihat sekali kalau laki-laki itu masih memendam amarahnya karena kakeknya dihina. Ia saja hanya berani meledek pria tua itu namun orang asing yang baru tahu namanya saja dengan mudahnya menghina kakeknya itu.


Lio takkan terima karena bagaimanapun juga Kakek Angga itu adalah pahlawan dalam kehidupannya. Kalau tak ada dia, sudah pasti dia akan berakhir di jalanan. Kedua tangannya masih mengepal erat membuat Nathan langsung menepuk bahu laki-laki itu.


"Sabar, bos. Biar nanti yang hina kakek itu dapat karmanya sendiri" ucap Nathan mencoba menenangkan.


"Kalau nggak dapat karma dari Tuhan, ya biar nanti dapatnya dari gue" ucap Lio sambil menyeringai sinis.


Sontak saja Yuda dan Delan memelototkan matanya. Sepertinya panitia itu sudah masuk daftar blacklist musuh Lio yang harus dihancurkan. Ia pun kalau menjadi Lio akan seperti itu terlebih kakek yang paling disayangnya dihina.


"Masuk blacklist, bos?" tanya Yuda dengan hati-hati.


Lio hanya menganggukkan kepalanya pertanda bahwa apa yang diucapkan oleh sahabatnya itu benar. Mereka bertiga hanya bisa bergidik ngeri kalau sudah melihat Lio memasukkan seseorang dalam daftar hitamnya. Tentu hal ini akan menjadi mimpi mengerikan bagi orang itu.


***


Kini Meli dan Salwa sedang berada di kost milik Ratu untuk sekedar berbincang. Mereka juga bingung mau melakukan apa di kost saat masih siang seperti ini. Mau tidur namun belum mengantuk akhirnya keduanya memilih untuk bermain ke kost Ratu. Terlebih disana lebih dingin karena ada AC di kamarnya.


"Nggak tahu. Kakek nggak jawab waktu ditanya tadi. Kayanya sih iya, nggak mungkin kan kalau bukan tapi diundang disuruh jadi pembicara" ucap Ratu sambil tersenyum.


"Berarti tuh Lio kaya raya ya. Faktanya aja dia cucu pemilik kampus" ucap Salwa memuji.

__ADS_1


"Masih kaya Allah. Bahkan semua milik Kakek Angga itu berasal dari Allah" ucap Ratu sambil tersenyum.


Mereka yang mendengar ucapan dari Ratu itu hanya tersenyum dan terasa sejuk hatinya. Setiap kali Ratu berbicara, selalu saja ada penggalan kalimat yang membuat hati keduanya nyaman dan menghangat. Mereka merasa seperti habis disirami air saat hati sedang panas. Sepertinya mereka beruntung karena mengenal Ratu sedekat ini.


"Beruntung banget sih tadi kamu langsung pergi bersama Lio. Nggak ikut panas-panasan" ucap Meli sedikit iri.


Ratu hanya menanggapi ucapan dari Meli itu dengan sedikit terkekeh. Tentunya siapapun akan iri kepadanya karena dekat dengan Lio yang merupakan cucu pemilik kampus ini. Namun terkadang pasti ada pandangan negatif untuk dirinya yang mungkin dipandang gadis tak benar karena dekat dengan banyak laki-laki.


"Nggak juga. Pasti ada juga yang mikirnya aku cewek murah karena dekat dengan mereka" ucap Ratu sambil tersenyum.


Salwa dan Meli menganggukkan kepalanya mengerti. Semua orang mungkin bisa melihatnya terlihat beruntung karena dikelilingi laki-laki yang begitu menjaganya. Namun mereka lupa kalau pasti ada orang yang tak suka padanya sehingga membuat anggapan-anggapan miring agar namanya jelek.


"Woii... Ini ada pesan di akun sosial media organisasi. Katanya ospek dihentikan" seru Salwa tiba-tiba setelah mereka terdiam cukup lama.


Sontak saja Ratu yang tak mempunyai akun sosial media itu langsung membuka website kampusnya. Benar saja, disana sudah ada pengumuman mengenai ospek yang dihentikan. Tentunya hal ini membahagiakan sekaligus menyedihkan pasalnya walaupun kadang kegiatannya aneh, namun kegiatan itu hanya bisa mereka temui sekali seumur hidup saat berada di jenjang pendidikan tinggi saja.


Walaupun dulunya ia juga merasakan MOS saat SMP dan SMA namun suasananya sangatlah berbeda. Namun tak ayal ia juga bahagia karena tak perlu panas-panasan lagi di lapangan.


"Iya, ini di website kampus juga sudah diumumkan. Kira-kira kenapa ya?" tanya Ratu dengan penasaran.


"Mungkin efek dari perdebatan Lio sama panitia tadi. Apalagi ucapan panitia itu sedikit keterlaluan sih menurutku. Sampai ngatain akan jadi gembel pula. Kaya bisa memprediksi masa depan aja" ucap Salwa sedikit kesal.

__ADS_1


Ratu sebenarnya juga kesal atas apa yang diucapkan oleh panitia itu. Bahkan sampai menghina Kakek Angga tentang didikannya pada Lio. Tentunya sebagai cucunya takkan pernah terima kalau sampai kakeknya diejek. Kini Salwa dan Meli malah cekikikan karena melihat semua komentar di akun sosial media organisasi kampus.


"Nih liat. Nggak ada yang dukung panitia sama sekali bahkan ketymua BEM malah buat video permintaan maaf atas kelakuan anggotanya" ucap Meli sambil menyodorkan ponselnya membuat Ratu hanya bisa geleng-geleng kepala.


__ADS_2