
Waktu terus berlalu, setelah acara syukuran pernikahan Pak Hakim dengan Ustadzah Siti diadakan di desa saat itu, mereka segera saja kembali ke kota. Waktu yang tersisa untuk ijin kuliah dipakai mereka untuk jalan-jalan sekitar desa. Setidaknya mereka semua sudah fresh kembali otaknya dan siap berkutat dengan berbagai kesibukan di kampus.
Sesampainya di kota, mereka langsung disibukkan dengan jadwal kuliah yang semakin padat. Bahkan Lio saja sampai jarang berkumpul dengan geng motor LEXON karena banyaknya tugas kuliah. Lio ingin fokus pada kuliahnya agar bisa segera mengambil alih usaha yang didirikan oleh kakeknya.
"Guys, maaf ya kalau selama ini gue jarang kumpul sama kalian. Oh ya... Sekalian nih, kita kumpul disini karena ada yang mau gue omongin. Gue akhir-akhir ini sibuk, nggak bisa fokus urus geng motor ini. Bagaimana kalau kita melakukan pemilihan kembali ketua? Masa jabatanku juga tinggal satu bulan lagi" ucap Lio berdiskusi dengan anggota geng motornya yang lain.
Semua yang mendengar hal itu tentu terkejut. Awalnya para anggota malah ingin mengajukan pada pendiri geng motor ini kalau Lio memperpanjang masa jabatannya. Namun Lio malah sudah mengabarkan kalau masa jabatannya akan habis. Padahal mereka masih ingin dipimpin oleh Lio yang begitu bertanggungjawab.
Walaupun selama ini Lio dan beberapa anggota inti sibuk kuliah atau bekerja, namun mereka masih sempat berkomunikasi melalui chatt. Namun Lio khawatir kalau seperti ini terus malah akan menjadi masalah kedepannya. Ia tak sigap membantu temannya jika ada masalah di markas.
__ADS_1
"Walaupun gue bukan ketua lagi, tapi gue masih anggota geng motor LEXON. Jadi kalau memang butuh bantuan, gue siap kapanpun itu. Asalkan kita tetap jaga komunikasi dan loyal pada geng motor" lanjutnya.
Mereka semua akhirnya menganggukkan kepalanya mengerti kemudian memilih beberapa kandidat yang cocok. Setelah dipilih beberapa kandidat, akhirnya mereka melakukan voting untuk menentukan siapa yang menjadi ketuanya.
"Baiklah, disini vote paling banyak ada pada Andi. Gue bakalan kirim data ini kepada pendiri geng motor agar mereka juga ikut menilai. Untuk hasilnya, mungkin satu minggu kedepan akan gue kabari" ucap Lio menutup acara pemilihan ketua geng motor LEXON.
***
Hari ini juga merupakan peristiwa bersejarah bagi Lio, Ratu, dan mahasiswa lainnya. Mereka akan melaksanakan wisuda sebagai bagian akhir dari perayaan kelulusan pada jenjang kuliah sarjananya. Semua berkumpul dengan didampingi walinya masing-masing.
__ADS_1
"Gantengnya cucu kakek" ucap Kakek Angga sambil memeluk Lio dan Yuda bangga.
Keduanya mendapatkan nilai terbaik di jurusannya masing-masing membuat Kakek Angga bangga. Walaupun tak dibesarkan oleh orangtuanya, namun keduanya mampu membuktikan bahwa mereka kini telah sukses tanpa dukungan orang-orang itu.
"Terimakasih sudah membesarkan kami hingga berada pada titik ini. Kami mungkin takkan bisa berada disini kalau tidak ada kakek yang mendampingi" ucap Nathan sambil tersenyum tulus.
Lio tak bisa mengungkapkan apapun lagi dan hanya bisa memeluk Kakek Angga dengan rasa haru bercampur bahagia. Ia menyayangi kakeknya dan begitu beruntung karena diasuh oleh orang yang bertanggungjawab seperti Kakek Angga.
"Setelah ini, dunia baru untuk kalian. Bahkan jauh lebih keras dan kejam perjuangannya. Jangan menyerah jika belum berhasil, kakek yakin kalian adalah generasi muda yang hebat dan bisa memajukan orang-orang disekitarnya" ucap Kakek Angga sambil menepuk bahu kedua cucunya.
__ADS_1
Mereka segera pulang menuju restorant untuk merayakan acara kelulusan Lio dan Nathan. Akan ada Ratu juga disana bersama orangtuanya. Semua anggota geng motor LEXON juga akan hadir disana untuk memeriahkan acara. Lio tak sempat bertemu dengan Ratu dan keluarganya di gedung wisuda karena banyaknya orang disana.