Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Berkumpul


__ADS_3

Pukul 10 malam Lio sudah terlelap dalam tidurnya sedangkan Nathan yang berada di dalam kamar yang sama masih lah fokus dengan game yang ada di ponselnya. Nathan memang sedari dulu tak bisa yang namanya tidur saat masih sore seperti ini. Paling awal ia tidur adalah jam 12 malam, sedangkan Lio dulu juga mengalami hal yang sama. Namun setelah tersesat di desa langsung saja semua kebiasaannya itu berubah.


Saat Nathan fokus dengan game, tiba-tiba saja kegiatannya itu terganggu karena ada panggilan masuk di ponselnya. Dengan terpaksa Nathan menyudahi kegiatannya itu saat melihat siapa yang menghubungi. Dengan segera Nathan mengangkatnya dengan raut wajah datarnya.


"Hmm...".


Hanya sebuah deheman yang keluar dari bibir Nathan untuk menjawab apa yang dikatakan oleh orang di seberang sana. Bahkan kini Nathan langsung mematikan panggilannya kemudian menyimpan ponselnya di saku.


"Bos..." panggil Nathan membangunkan Lio.


Ehmmm...


Hanya sebuah deheman lirih yang keluar dari bibir Lio membuat Nathan jadi tak enak hati untuk membangunkan Lio. Namun tadi sahabat-sahabatnya di markas ingin kalau Nathan dan Lio datang kesana. Padahal Nathan sendiri tak memberitahu jika dirinya menginap di rumah Lio namun ternyata mereka malah mengetahuinya.


"Bos, ayo ke markas. Ada yang ingin dibicarakan anak-anak sama kita" ucap Nathan memberitahu.


Nathan terus mencoba membangunkan Lio dengan menggoyangkan bahu laki-laki itu. Tak berapa lama dalam keadaan masih sangat mengantuk, Lio membuka matanya. Lio melihat sekeliling untuk membuka matanya lebih lebar lagi.


"Jam berapa? Apakah ini sudah shubuh?" tanya Lio dengan suara seraknya.


"Belum. Ini masih jam 10, tapi ini tadi anak-anak minta buat kita kumpul. Ada yang mau dibicarakan" ucap Nathan memberitahu.


Mendengar ucapan Nathan sontak saja membuat Lio langsung bangkit dari rebahannya. Ia takut jika teman-temannya itu sekarang sedang dalam bahaya hingga meminta keduanya untuk berkumpul. Biasanya mereka akan berkumpul dadakan jika ada sesuatu yang darurat.


"Ayo kita kesana, siapa tahu ada yang darurat" ucap Lio dengan sigapnya.


Nathan menganggukkan kepalanya kemudian mereka mengganti pakaiannya. Dengan setelan casualnya, keduanya segera turun dari lantai 2 dengan langkah cepatnya. Namun sebelum itu mereka mengedarkan pandangannya ke seluruh area dalam rumah untuk mengetahui apakah Kakek Angga sudah tidur atau belum.

__ADS_1


Mereka sedikit lega karena ternyata dalam rumah ini sudah tak ada tanda-tanda kehidupan selain keduanya. Mereka segera melangkahkan kakinya menuju ke garasi kemudian mengambil sepeda motornya dengan cara dituntun. Mereka akan menyalakan sepeda motornya nanti saat didepan rumah agar tak ada yang tahu kepergian keduanya.


"Ini juga tumben nggak ada satpam yang berjaga disini" ucap Lio sambil melihat kearah pos satpam yang kosong.


"Lah... Loe belum tahu? Area perumahan ini kalau malam yang jaga anak buah kakek loe. Semua satpam bisa istirahat karena saat malam udah ada yang jaga" ucap Nathan.


Lio hanya membulatkan bibirnya sambil menganggukkan kepalanya mengerti. Lagi pula ia yakin jika kakeknya mengambil keputusan ini juga sudah ada pertimbangannya sendiri. Mereka akhirnya membuka gerbang dengan pelan-pelan kemudian mengeluarkan sepeda motornya.


"Ayo buruan" ajak Lio pada Nathan yang masih berkutat dengan menutup gerbang.


Mereka berdua segera mengenakan helmnya kemudian melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang. Walaupun dijaga oleh anak buah kakeknya, faktanya mereka berdua masih bisa keluar dari area perumahan ini menggunakan jalan lain yang tak dijaga.


"Dasar anak-anak nakal. Ku kira sudah berubah, nyatanya masih suka kelayapan" gumam seseorang yang melihat keduanya pergi dari rumah.


Ia adalah Kakek Angga yang memang belum tidur sehingga mendengar suara gerbang yang dibuka. Namun Kakek Angga tentunya takkan melarang atau memarahi yang terpenting keduanya selamat.


***


Butuh waktu 30 menit untuk mereka sampai didepan sebuah rumah yang cukup mewah diantara yang lainnya. Keduanya segera memarkirkan sepeda motornya disamping kendaraan lainnya yang ada di halaman markas. Beruntung tadi tak ada gangguan di jalan sehingga untuk datang kesini waktunya tak molor dari perkiraan.


"Oyyy... Si bos datang" seru Yuda saat melihat kehadiran Lio.


Lio dan Nathan langsung saling berjabat tangan dengan semua anggota geng motor LEXON yang hadir disana. Setelah selesai saling berjabat tangan, keduanya segera duduk bergabung disana bersama dengan yang lainnya.


"Apa ada masalah?" tanya Lio menatap semua anggotanya disana.


"Nggak ada bos, semua aman. Tadi bos sama Nathan dikejar AREX?" tanya Kala sangat penasaran.

__ADS_1


"Darimana loe tahu?" tanya Lio sambil mengernyitkan dahinya heran.


Kala menyodorkan ponselnya kearah Lio sehingga laki-laki itu bisa melihat apa yanh ada pada layarnya. Ternyata di layar ponsel itu ada sebuah status atau story salah satu sosial media dari anggota geng AREX. Postingan itu berisi foto sepeda motor Nathan dan Lio yang sedang dikejar oleh geng AREX dengan ada kata "pengecut".


Lio pikir Kala yang merupakan pengkhianat di geng motornya ini karena tahu adanya penyerangan dari geng AREX. Ternyata melihat dari salah satu postingan sosial media anggota mereka. Lio hanya menganggukkan kepalanya sebagai responsnya kemudian menyerahkan ponsel itu kembali ke Kala.


"Biasalah, mereka kan emang suka cari gara-gara kalau sama kita" ucap Lio santai.


"Gimana kalau kita balas dendam?" ucap Yuda menyarankan.


"Untuk saat ini jangan dulu. Apalagi si bos baru balik dan terus diawasi sama kakek, bisa bahaya kalau beliau sampai tahu terus mengurung Lio" ucap Nathan menolak ide dari wakil ketua LEXON itu.


Mereka menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Nathan. Sedangkan Nathan dan Lio saling pandang kemudian tersenyum penuh arti. Tentunya mereka memberikan ide ini karena ada sesuatu yang harus mereka selidiki dulu. Terlebih informasi tentang balas dendam yang akan dilakukan pasti akan menyebar pada geng AREX karena masih adanya pengkhianat disini.


"Bos, kalian tadi kok bisa lolos dari kejaran Pak Bandi dan ketua OSIS sih? Padahal pas kita lari, kalian masih duduk santai lho. Kita nih lho dijemur di lapangan sampai istirahat kedua. Istirahat pertama kita jadi tontonan mana tenggorokan dah kering banget lagi" gerutu Delan.


"Kalian lupa kalau si ketua OSIS nya itu pacarnya si bos?" tanya Nathan meledek.


Mereka menepuk keningnya pelan seakan pertanyaan yang diajukan itu tak berguna sama sekali. Mereka begitu iri dengan keberuntungan Lio bisa mendapatkan gadis-gadis cantik dan berpengaruh di sekolahnya. Bahkan sampai bolos saja tak dihukum.


Mereka pun akhirnya saling bercanda di ruang tamu hingga waktu menunjukkan pukul 1 dini hari. Lio dan Nathan memutuskan untuk pulang karena seragam sekolahnya di rumah. Sedangkan yang lainnya kebanyakan memilih untuk menginap di markas.


***


"Bos, loe bakalan balas dendam?" tanya Nathan saat mereka tengah berjalan beriringan untuk menuju kamar.


"Oh... Jelas. Tapi gue nggak akan bilang kalau bakalan balas dendam sampai gue tahu siapa pengkhianat yang ada di geng motor gue" ucap Lio penuh keyakinan.

__ADS_1


Nathan menganggukkan kepalanya mengerti kemudian menepuk bahu Lio. Ia percaya dengan apa yang Lio katakan pasalnya dibandingkan anak lainnya, ia memang paling dekat dengan ketua geng motornya itu. Terlebih Lio ini sudah seperti adiknya sendiri.


__ADS_2