Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Masuk Kuliah


__ADS_3

Permasalahan mengenai ospek yang dihentikan sudah berlalu, kini sudah saatnya bagi mahasiswa baru memasuki dunia perkuliahan yang sebenarnya. Kejadian ospek yang dihentikan itu sempat membuat heboh semua panitia dan mahasiswa lama hingga penasaran dengan siapa yang melawan panitia itu. Namun panitia ospek semua disuruh tutup mulut mengenai identitas mahasiswa itu agar permasalahannya semakin tak melebar.


Para mahasiswa baru juga sudah diminta untuk diam dan dilarang untuk membuka suara mengenai kejadian kemarin. Pasalnya ini hanya akan membuat kegaduhan apalagi yang dilawan itu merupakan cucu pemilik kampus. Bahkan kini identitas Lio juga langsung ditutup rapat, mahasiswa lama tak ada yang mengetahuinya kecuali panitia ospek.


Ketua BEM sudah menegur anggotanya terutama panitia yang kemarin berdebat dengan Lio. Tentu ia tak menyangka jika gara-gara salah satu anggotanya malah membuat posisinya terancam. Ia harus menghadap dosen yang merupakan dewan pembimbing ospek dan juga pemilik kampus.


"Ini beneran nggak ada yang tahu mahasiswa barunya itu yang mana? Gue penasaran banget. Lagian juga mana sih yang buat masalah, kok kayanya dilindungi banget" ucap salah satu mahasiswa yang datang pagi hari di kampus.


Tentunya mahasiswa yang datang sedari pagi di kampus itu ingin mencari informasi mengenai siapa mahasiswa yang dimaksud. Dari kabar yang beredar, justru yang bersalah itu dari pihak mahasiswa baru walaupun Ketua BEM yang meminta maaf. Mereka tentunya lebih memilih membela senior daripada mahasiswa baru yang tak dikenal.


Ratu yang datang bersama dengan Meli dan Salwa ke kampus mendengar pembicaraan itu. Namun mereka hanya diam saja, lagi pula itu bukan urusannya. Tidak enak juga nanti kalau masalah ini semakin berkembang liar. Ternyata ketiganya ini satu jurusan yang membuat mereka hampir setiap hari bertemu.


"Akhirnya ngerasain juga namanya kuliah di kota. Katanya kuliah itu juga menyenangkan lho" ucap Salwa dengan antusias.


Tentunya bagi Ratu yang berasal dari desa yang jarang sekali anak seusianya bisa menempuh pendidikan tinggi, ia setuju dengan ucapan Salwa. Salwa dan Meli ini berasal dari kalangan keluarga cukup berada walaupun untuk kost dan semua yang dimilikinya itu tak semewah milik Ratu. Lagi pula yang dimiliki oleh Ratu itu semua pemberian dari Kakek Angga.


"Iya, aku juga senang sekali bisa ngerasain kuliah. Semoga saja nantinya kedepan bisa dilancarkan segala urusannya disini dan lulus dengan hasil yang baik" ucap Ratu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Amin" jawab Salwa dan Meli secara bersamaan.


Mereka pun segera pergi dari lobby untuk mencari kelasnya. Tentunya tak peduli mereka pada orang-orang yang masih membicarakan mengenai kejadian waktu ospek. Ia juga takkan bertemu Lio di gedung yang sama karena memang berbeda jurusan sehingga laki-laki itu tak mungkin membuat kericuhan disini.


***


"Wah... Ketemu lagi nih kita?" ucap seorang gadis yang langsung menghalang-halangi jalan Ratu, Meli, dan Salwa.


Seorang gadis itu adalah Selly yang langsung bahagia karena mainan selanjutnya di kampus ini sudah ada didepan mata. Kelanjutan tentang pembullyan waktu itu masih diproses oleh Kakek Angga di kepolisian, bisa jadi hari ini atau besok sudah ada penangkapan dan penetapan tersangka. Tentunya dengan semua bukti yang diserahkan, sudah membuatnya tidak akan bisa lepas lagi dari hukuman.


"Ngapain kamu di kelas ini? Ini kan untuk mahasiswa semester 1" tanya Ratu secara langsung.


Ia masih mengingat mengenai identitas Selly yang pembully ini seperti yang diucapkan oleh Uli, teman kostnya. Ada rasa sedikit takut jika apa yang diucapkan oleh Uli waktu itu nyata adanya. Apalagi kini ia tak bisa meminta bantuan Lio, walaupun sebenarnya ada orang disekitar sini. Namun mereka semuanya juga terlihat diam melihat dirinya didekati oleh pembully ini.


Apalagi mahasiswa baru yang memang tak tahu menahu mengenai ada masalah dirinya dan Selly. Salwa dan Meli langsung memegang tangan Ratu agar segera pergi dari sana. Ratu sebenarnya juga enggan menanggapi Selly, hanya saja ia tak enak kalau harus langsung meninggalkannya.


"Suka-suka gue dong. Oh ya, gue cuma mau ngucapin selamat datang di kampus neraka" ucap Selly dengan tersenyum miring.

__ADS_1


"Memangnya kamu udah pernah ngerasain neraka yang sebenarnya? Ini kampus untuk belajar kalau neraka buat hukum orang yang banyak dosanya. Terutama pembully kaya kamu itu" ucap Ratu dengan pedas.


Ratu pun baru tersadar atas ucapannya itu setelah Meli dan Salwa menarik tangannya untuk segera duduk. Entah dapat keberanian darimana, namun ia malah seperti tengah menantang pembully itu. Sedangkan beberapa mahasiswa baru dan lama yang ada disana sudah menahan tawanya.


Apalagi raut wajah Selly yang langsung tak enak. Ratu tak peduli jika Selly marah padanya karena ia sendiri masih sakit hati karena gadis itu yang mengotori pakaiannya waktu itu. Selly pun langsung saja menatap tajam kearah Ratu kemudian mendekatinya. Beberapa panitia ospek yang ada di ruangan itu, langsung saja mendekati Selly.


"Sel, nggak usah cari gara-gara sama mahasiswa baru. Kamu belum mengenal perangainya lho, hati-hati karena bisa saja lawanmu itu posisinya lebih tinggi darimu" ucap salah satu panitia ospek yang memang tahu tentang Ratu.


Ratu yang terkenal di kalangan panitia ospek dan mahasiswa baru yang dekat dengan Lio, cucu dari Kakek Angga. Bahkan Ratu juga berani berlari mengikuti Lio untuk menyusul Kakek Angga. Tentunya hal ini bisa disimpulkan bahwa Ratu merupakan salah satu orang penting didalam hidup Kakek Angga.


Mereka yang tahu akan lebih baik menjauh dari Ratu daripada nanti mendapatkan masalah. Walaupun mereka kaya, namun semua keputusan ada di tangan pemilik kampus ini yang tertinggi jadi jika mereka bersalah tentunya hanya akan menjadi masalah. Apalagi kini mereka tahu bagaimana Kakek Angga membalas semua orang yang menyakiti dan menghina cucunya juga dia.


"Apaan sih loe? Gue yang punya kekuasaan di kampus ini, bahkan loe bisa lihat. Anak salah satu dosen saja yang gue bully nyatanya nggak ada yang berani tuh sama gue" ucap Selly dengan sombongnya.


"Semoga setelah beberapa hari kedepan, kamu masih bisa sombong seperti ini ya" ucap Ratu sambil geleng-geleng kepala.


Ia sudah tahu mengenai kasus pembullyan yang kini sedang diurus oleh Kakek Angga. Tentu saat itu terjadi, Selly takkan bisa lagi mengelak dan sombong seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2