Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Lamaran?


__ADS_3

Ratu, Pak Hakim, dan Ustadzah Siti sudah berada didalam restorant bersama dengan Agung, Adin, juga ibunya. Mereka memang sampai secara bersamaan didepan restorant dengan beberapa anak buah Kakek Angga. Mereka memilih menunggu didepan restorant karena sedikit takut untuk masuk kedalam.


Tak berapa lama, mobil yang dikendarai oleh Lio dan Kakek Angga beserta yang lainnya sudah sampai di restorant. Mereka segera turun dan disambut oleh beberapa pelayan yang ada disana. Mereka kini memang akan mengadakan makan-makan di restorant milik Kakek Angga. Bahkan Kakek Angga rela saat restorantnya tutup satu hari demi acara ini.


"Lho kok kalian masih diluar? Ayo masuk kedalam, jangan sungkan. Restorant ini sudah dibooking khusus biar tidak menerima pelanggan lain. Ini khusus untuk acara kita" ucap Kakek Angga mengajak semuanya segera masuk.


Bahkan anggota geng motor LEXON juga langsung ikut masuk dalam restorant. Ratu dan kedua orangtuanya sedikit mengernyitkan dahinya heran saat melihat ada banyak anggota geng motor disana. Ada sedikit rasa takut karena tak terbiasa ramai sekali seperti ini, namun melihat Kakek Angga biasa saja tentu membuat mereka sedikit tenang.


Semua akhirnya duduk ditempatnya masing-masing kemudian para pelayan segera menyajikan beberapa makanan diatas meja. Semuanya makan dengan lahap karena makanannya begitu enak. Suasana disana begitu santai karena memang bukan acara formal.


"Ini enak sekali, masyaAllah. Ini Pak Angga nggak bangkrut kasih kita makan gratis?" seloroh Pak Hakim setelah selesai makan makanannya.


"Biasanya kalau udah keluar banyak seperti ini, ada gantinya nanti. Apalagi kalau yang dikeluarkan itu untuk membahagiakan orang-orang terdekat kita" ucap Kakek Angga sambil tertawa.


Mereka yang satu meja dengan Kakek Angga hanya tertawa mendengar perbincangan keduanya. Lio yakin kalau kakeknya itu takkan bangkrut kalau hanya satu hari restorantnya tutup. Pasalnya, cabang restorant lain tentunya buka sehingga masih mendapatkan pendapatan.


Pak Hakim tentu setuju dengan ucapan Kakek Angga. Rejeki akan lancar kalau membahagiakan orang terdekat kita. Ternyata berkumpul dengan Kakek Angga membuat pikirannya terbuka luas. Terlebih rejeki memang takkan pernah tertukar dan Allah telah menjanjikan itu.

__ADS_1


"Oh ya... Selamat atas kelulusan Lio, Yuda, Nathan, Ratu, dan Delan. Begitu juga dengan Reza dan lainnya. Semoga ilmu yang kalian dapatkan bermanfaat dan dapat sukses didunia kerja" ucap Kakek Angga sambil tersenyum.


"Buat yang lulus SMA dan SMP juga, kalian luar biasa. Terus kejarlah ilmu setinggi mungkin. Kalian yang disini adalah keluargaku, kalau ada masalah biaya pendidikan segera bilang. Kakek akan menanggungnya" lanjutnya sambil tersenyum.


Semua yang ada disana begitu terharu dengan apa yang diucapkan oleh Kakek Angga. Orang sebanyak ini terutama anggota geng motor LEXON, mau dibantu biaya pendidikannya padahal mereka hanya sebatas kenal atau anggota biasa. Tentu mereka terharu apalagi bagi anggota yang baru saja bergabung.


"Terimakasih, kek. Tanpa kakek, mungkin Reza udah nggak tahu jadi apa. Saat Reza udah kerja nanti, aku bakalan ajak kakek ke luar negeri. Kita jalan-jalan untuk membahagiakan kakek" ucap Reza dengan mata berkaca-kaca.


Reza adalah salah satu geng motor LEXON yang dibantu Kakek Angga dalam hal biaya pendidikannya. Ia yang hanya sanggup sekolah sampai SMP, akhirnya dibiayai hingga saat ini kuliah. Sungguh beruntung dirinya bertemu dengan orang-orang baik seperti ini.


Semua anggota geng motor LEXON menganggukkan kepalanya. Tanpa diminta, mereka pasti akan selalu mendo'akan Kakek Angga. Setelah adegan mengharukan itu, Lio segera memberi kode pada Kakek Angga.


"Apa sih, Lio?" kesal Kakek Angga sedikit menggoda cucunya.


Kakek Angga sebenarnya paham dengan apa yang dimaksud oleh Lio, hanya saja ia ingin menggoda cucunya itu. Lio seketika menatap sinis kakeknya membuat beliau tertawa. Tentunya mereka semua yang ada disana langsung saja memperhatikan Kakek Angga yang tertawa sendiri.


"Baiklah. Kita serius dulu ya, ada yang ingin kakek bicarakan disini. Hmm... Pak Hakim, disini saya selaku wali dari Lio ingin sekali meminang Ratu menjadi calon pendamping hidup cucuku. Dia memang nakal, bahkan ilmu agamanya juga masih harus banyak belajar. Namun kakek tahu kalau dia bersungguh-sungguh meminangmu dan akan bertanggungjawab atasmu juga keluarga kecil kalian kelak. Jadi Pak Hakim, apa bapak menerima lamaran dari cucu saya yang bandel ini?" ucap Kakek Angga.

__ADS_1


Tentu semua orang yang ada disana begitu terkejut dengan acara lamaran dadakan yang dilaksanakan hari ini. Bahkan Lio langsung memejamkan matanya karena gugup. Ia sedikit khawatir kalau Pak Hakim tidak merestui dirinya menjadi calon pendamping anaknya.


Bahkan kini Ratu dan Pak Hakim hanya menganga tak percaya. Mereka berdua sangat terkejut kalau secepat ini Lio akan melamar Ratu. Mereka pikir setelah lulus kuliah akan mencari pekerjaan dulu, namun Lio malah langsung melamarnya.


"Masalah pekerjaan, saya sudah mempunyai toko supplier sparepart kendaraan. Itu juga dibangun dengan gaji saya selama bekerja di restorant kakek. Ini murni kerja keras saya walaupun bekerja di restorant kakek. Pak Hakim tak perlu khawatir mengenai kebutuhan Ratu jika nanti telah menikah dengan saya" ucap Lio menjelaskan dengan tegas.


Sambil berkuliah, Lio memang bekerja di restorant milik kakeknya. Selain memajukan restorant itu, ia ikut membantu dalam hal pelayanan dan mempromosikannya. Setelah bekerja di restorant, gajinya ia gunakan untuk membuat toko sparepart mobil dan motor tanpa bantuan kakeknya sama sekali. Ia bangga bisa membangun usahanya sendiri sesuai dengan kesukaannya.


"Saya merestui hubungan kalian, asal kamu harus terus memperbaiki agamamu agar dapat membimbing Ratu dan keturunanmu kelak. Tapi... Semua jawaban ada pada Ratu" ucap Pak Hakim dengan tegas.


Pak Hakim sudah memikirkan semuanya. Apalagi melihat kesungguhan Lio selama ini. Terlebih ia mampu untuk tak terlalu dekat dengan Ratu disaat mereka berdekatan. Lio lebih memilih menyibukkan diri dengan pekerjaannya dan belajar mengaji pada beberapa ustadz di masjid terdekat.


Lio yang mendengar hal itu tentunya sangat bahagia. Ia tak menyangka kalau akhirnya Pak Hakim yang keras kepala itu merestui hubungannya dengan Ratu. Lio segera berdiri kemudian mendekat kearah Pak Hakim dan memeluknya dengan erat.


"Stop... Remuk ini badanku kalau dipeluk kaya gini" seru Pak Hakim meronta dalam pelukan Lio.


Sontak saja mereka tertawa melihat tingkah laku keduanya. Keduanya seakan tidak tahu kondisi dan situasi disana yang dilihat oleh banyak orang. Ternyata umur tak mengubah tingkah keduanya.

__ADS_1


__ADS_2