
Ratu hanya bisa menghela nafasnya sabar saat teman kostnya sendiri menuduhnya sebagai simpanan kakek-kakek. Apalagi suaranya yang begitu tinggi membuat tetangga kamar yang ada disana langsung pada penasaran. Bahkan diam-diam mereka menguping didekat kamarnya namun Ratu mengetahui semua itu.
"Ya kagaklah. Masa iya simpanan, dikiranya uang pakai disimpan segala" kesal Ratu karena dituduh oleh teman kostnya sendiri.
Uli langsung saja menghela nafasnya lega karena ternyata pikirannya mengenai teman satu kostnya itu salah. Lagian mana ada kakek-kakek kaya jaman sekarang mau membantu seseorang tanpa ada imbalan apapun. Ratu masih kesal dengan ucapan Uli membuatnya mengerucutkan bibirnya.
"Mbak Uli kalau ngomong tuh yang baik-baik dan benar dong. Masih mending jodohin sama artis siapa gitu yang masih single masa iya kakek-kakek" ucapnya protes.
Uli hanya tertawa melihat tingkah lucu dari Ratu itu. Mereka pun akhirnya menyiapkan beberapa barang kerajinan tangan untuk dibawa sewaktu ospek. Beruntungnya Uli mau membantunya mengerjakan tugas itu sehingga Ratu tak terlalu capek.
***
"Lio, kamu udah hubungi Ratu? Buat ikut jemput kakek dari rumah sakit. Dia juga cucu kakek lho, jangan sampai kelupaan" ucap Kakek Angga memperingatkan.
"Udah kok, kek. Sudah aku bilang jam 7 diusahakan sampai sini gitu" ucap Lio dengan santai.
Tentunya mata Kakek Angga melotot tak percaya dengan ucapan dari cucu laki-lakinya itu. Kakek Angga keluar dari rumah sakit itu siang hari namun cucunya malah memberitahu Ratu untuk datang pagi. Mana ini jam 7 lagi, sangat kepagian dan pasti gadis itu harus menunggu lama. Cucunya itu kalau tentang Ratu sudah tak bisa dipercaya lagi.
"Ngapain kamu nyuruh datang jam 7 pagi? Masa iya dia disuruh ngepel rumah sakit duluan" kesal Kakek Angga.
"Kaya kakek nggak pernah muda aja. Pasti Lio sengaja itu kek, biar bisa lama bareng sama Ratunya" ucap Nathan menimpali.
__ADS_1
Kakek Angga kini menatap tajam kearah Lio yang menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Kakek Angga kesal kalau sampai cucunya itu berbuat sesuatu yang aneh dan memanfaatkan kesempatan untuk bertemu dengan Ratu. Padahal Ratu itu bukan tipe cewek seperti pacar laki-laki itu namun Lio seakan tak peduli.
"Lio, jangan macam-macam ya kamu sama Ratu. Ingat janjimu pada ayahnya Ratu. Kalau kamu serius dengannya, buktikan dan jangan ajak dia pacaran" ucap Kakek Angga dengan tegasnya.
Lio menganggukkan kepalanya mengerti. Ia yakin kalau bisa menepati janjinya kepada Pak Hakim mengenai keseriusannya. Lagi pula sebentar lagi ia akan kuliah sambil bekerja mengurus restorant kakeknya sehingga akan sibuk hingga takkan lagi memikirkan mengenai Ratu untuk sementara waktu. Setidaknya ia tak mengganggu Ratu apalagi menggoda imannya.
Tok... Tok... Tok. .
"Assalamu'alaikum..." seru seorang gadis dibalik pintu kamar rawat inap Kakek Angga.
"Wa'alaikumsalam. Masuk nak" seru Kakek Angga.
Kakek Angga begitu mengenal suara yang mengucapkan salam itu. Suara itu milik cucu perempuannya, Ratu yang telah dibohongi oleh Lio agar datang pagi. Benar saja, Ratu yang polos itu datang ke rumah sakit pada pagi hari bahkan jam masih menunjukkan pukul setengah 7. Lio ini benar-benar keterlaluan.
Ratu segera saja membuka pintu ruang rawat inap Kakek Angga kemudian tersenyum kepada pria tua itu. Kakek Angga membalas tersenyum atas kehadiran cucunya itu. Pintu dibuka dengan lebar karena yang berada didalam kamar rawat inap itu hanya dirinya saja yang perempuan.
"Jadi pulang, kek? Ini Ratu bawakan soup daging untuk kakek sarapan terlebih dahulu sebelum pulang" ucap Ratu sambil menyodorkan sebuah rantang susun.
"Terimakasih, malah ngrepotin kamu. Iya hari ini kakek sudah diperbolehkan pulang. Tapi Lio itu salah menginformasikan ke kamu kalau kakek itu pulangnya siang bukan pagi hari" ucap Kakek Angga memberitahu dengan sedikit merasa bersalah.
Kakek Angga melirik sinis kearah cucu laki-lakinya yang kini meringis tertahan. Bahkan kakinya sudah diinjak oleh Nathan agar diam saja dan tak melakukan pembelaan. Ratu hanya tersenyum canggung karena merasa telah dikerjai oleh Lio. Namun tak apa, lagi pula ia di kost juga tak ada kerjaan apapun.
__ADS_1
"Nggak papa, kek. Ya udah ini mending kakek, Mas Lio, dan temannya sama yang jaga didepan itu sarapan dulu. Biar gantian Ratu yang jaga didepan" ucap Ratu.
Tanpa menunggu jawaban dari Kakek Angga, Ratu langsung bergegas pergi dari ruang rawat inap kakeknya itu kemudian memanggil dua orang yang berjaga. Hal ini membuat Lio semakin merasa bersalah karena Ratu harus terjebak lama disini bersama banyak laki-laki yang bukan mahramnya.
"Kalau mau ngerjain orang itu pikir-pikir dulu. Ratu pasti nggak nyaman di ruangan ini karena semuanya cowok dan dia perempuan sendiri. Tak baik juga kalau seorang perempuan sendirian diantara banyak cowok walaupun kita nggak akan berbuat jahat" kesal Kakek Angga.
"Maaf, kek" ucap Lio merasa bersalah.
Tanpa menggubris permintaan maaf dari Lio, Kakek Angga meminta Nathan menyiapkan makanan yang dibawa Ratu. Apalagi kini dua orang anak buahnya yang tadi berjaga didepan juga sudah masuk kedalam. Mereka akhirnya sarapan bersama dengan sedikit cepat agar Ratu tak menunggu lama.
"Lio, bilang sama dokternya untuk segera periksa kakek. Kakek nggak mau buat Ratu menunggu lama" perintah Kakek Angga setelah mereka semua menyelesaikan acara sarapannya.
Lio menganggukkan kepalanya kemudian keluar dari ruang rawat inap kakeknya untuk mencari dokter. Beruntung dokter itu sedang ada jadwal jaga pagi hari sehingga mereka tak harus menunggu sampai siang. Tak berapa lama Lio kembali dengan diikuti oleh seorang dokter dan dua perawat.
"Akan saya periksa dulu ya untuk keseluruhannya" ucap dokter itu.
"Maaf ya dokter. Harus kesini pagi-pagi padahal jadwal kepulangan sekaligus pemeriksaannya siang hari" ucap Kakek Angga tak enak hati.
"Tak apa, pak. Lagi pula tadi pasien saya belum pada datang" ucap dokter itu.
Dokter itu segera memeriksa semuanya dengan dibantu perawat. Setelah semua selesai, perawat segera melepas selang infus yang ada di tangan Kakek Angga. Dokter itu berpamitan setelah memberikan surat ijin kepulangan. Ratu yang sudah masuk ke dalam ruangan pun ikut senang kalau Kakek Angga sudah diperbolehkan untuk pulang.
__ADS_1
"Alhamdulillah... Ayo kek kita pulang" ucap Ratu dengan senyum cerianya.
Semua barang langsung dimasukkan dalam tas kemudian Lio membawanya. Sedangkan Lio mengawasi Kakek Angga yang berjalan pelan disamping Ratu. Anak buah kakeknya sedang menyiapkan mobil.