Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Kecurigaan Lio


__ADS_3

"Bos, anak-anak LEXON mau ngadain reuni atau gathering akbar untuk seluruh generasinya. Itu bisa tuh buat kita bikin kerusuhan disana, pasti kalau banyak orang nggak ada yang bisa menebak siapa pelakunya" ucap seseorang dari arah dalam kamar mandi di sekolah.


Lio yang sengaja memasuki area kamar mandi cowok untuk membuang hajat pun langsung terdiam mendengar suara seseorang yang sepertinya sedang menghubungi lawannya. Namun ia bingung karena seseorang itu suaranya sangat mirip dengan orang yang dikenalnya bahkan menyebut nama geng motornya. Bahkan ia juga merencanakan untuk membuat kerusuhan pada acara yang akan diselenggarakan nanti.


Fix... Lio sudah curiga dengan sahabatnya yang satu ini setelah kembali pulang dari desa waktu itu. Gelagatnya yang berbeda dari biasanya membuatnya terus memperhatikannya. Namun ternyata kini kecurigaannya terbukti karena ia mendengar langsung kalau dia tengah merencanakan sesuatu yang jahat. Lio tak menyangka dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu.


"Oke siap bos, aman. Gue bakalan periksa semuanya dan kira-kira celah mana yang bisa kalian masuki agar bisa membuat kerusuhan" ucapnya lagi dengan sedikit pelan.


Mendengar hal itu tentunya Lio mengepalkan kedua tangannya. Ia tak menyangka sahabatnya bisa mengkhianati geng motor yang membesarkannya. Apalagi dia itu merupakan sahabat dekatnya yang tentu mengetahui tentang bagaimana dirinya dan geng motornya menyiapkan strategi. Dengan kekecewaan yang begitu dalam, Lio keluar dari kamar mandi melupakan kepentingannya setelah mendengar ucapan dari orang yang ada didalam bilik.


"Aku akan membuat LEXON hancur. Sehancur-hancurnya" ucap seseorang itu.


***


"Sialan..." teriak Lio sekeras-kerasnya diatas rooftop sekolah.


"Bakalan gue buat kau malu dan tak bisa menampakkan wajah didepan semua anggota geng motor LEXON" gumamnya dengan nafasnya yang memburu.


Emosi Lio benar-benar ia luapkan diatas rooftop agar semua orang tak melihatnya sedang marah. Ia juga tak mau si pengkhianat itu tahu kalau dirinya sudah mengetahui tentang dia yang berkhianat. Ia berjanji dalam hatinya untuk membongkar semua kebusukan mantan sahabatnya nanti didepan anggota geng motornya.


"Akan ku buat kau menyesal karena berurusan denganku" ucapnya sambil terkekeh sinis.


Lio pun segera pergi dari rooftop untuk menyusul yang lainnya, mungkin saja sudah sampai di kantin. Pasalnya tadi saat ia keluar dari kelas memang waktu sudah hampir menunjukkan jam waktu istirahat. Lebih tepatnya kurang 10 menit sebelum bel istirahat dibunyikan.

__ADS_1


Sesampainya di kantin, benar saja jika semuanya sudah berkumpul di meja pojokan. Bahkan kini raut wajahnya yang tadi terlihat tegang dan mengeras, tentunya mencoba bersikap santai. Lio berjalan dengan santai menuju keempat sahabatnya yang sebentar lagi akan menjadi tiga. Ia langsung duduk di sebelah Nathan kemudian meminum es teh yang ada didepannya. Sepertinya Lio sudah dipesankan oleh Nathan untuk minuman dan makanannya.


"Darimana bos?" tanya Yuda.


"Toilet" jawab Lio dengan santai.


Yuda memang tak satu kelas dengan yang lainnya karena memang ia berbeda jurusan. Yuda memilih IPA sedangkan yang lainnya berada pada IPS. Namun mereka selalu berkumpul seperti ini saat istirahat atau pulang sekolah.


Mendengar jawaban dari Lio, ada seseorang diantara mereka yang terkejut. Pasalnya tadi ia juga tak memberitahu teman sekelasnya saat keluar kelas terlebih dahulu. Apalagi guru yang mengajar memang sedang absen. Namun dengan secepat kilat langsung menormalkan kembali wajahnya. Semua itu tak luput dari pandangan Lio yang sudah semakin yakin dengan targetnya.


"Kok lama bos ke toiletnya?" tanya Nathan yang sebenarnya tahu kalau ada sesuatu yang aneh pada Lio.


"Biasa. Banyak yang antri soalnya pada lama-lama dalam bilik" ucap Lio.


Nathan dan Lio menahan tawanya melihat wajah pucat dari seseorang yang ada didekat mereka. Sepertinya ia terkena sindiran mental dari Lio dan Nathan. Mungkin ia tak menyangka ada beberapa orang yang sudah tahu tentang tingkah lakunya itu.


***


"Dapat apa bos?" tanya Nathan pada Lio dengan sedikit berbisik.


Bahkan keduanya melirik sekitar kelas untuk mengetahui apakah ada yang mendengar ucapan mereka atau tidak. Setelah merasa aman, baru lah Nathan dengan berani menanyakan sesuatu yang mengganjal. Benar saja, Lio sedikit terkejut dengan Nathan yang mempunyai insthink yang bagus.


"Dugaan gue benar. Dia akan menghancurkan acara reuni akbar geng motor kita" jawab Lio dengan pelan.

__ADS_1


Nathan sedikit terkejut dengan apa yang diberitahu oleh Lio. Sepertinya sahabat yang sebentar lagi akan menjadi mantan itu begitu bodoh dengan membicarakan hal seperti itu di kamar mandi. Harusnya jika ingin menghancurkan seseorang tentunya harus memberitahu rencananya di tempat yang sepi.


"Jangan terburu-buru melakukan tindakan, bos. Siapa tahu itu hanya pancingan saja dan mereka punya rencana berbeda. Pokoknya kita harus siap-siap dalam segala kondisi" bisik Nathan.


Lio menganggukkan kepalanya mengerti. Tentunya ia akan mempersiapkan beberapa rencana untuk bisa menghancurkan apa yang direncanakan oleh dia. Takkan ia biarkan semua anggota geng motornya yang sudahbia anggap keluarga itu terluka satu gores pun.


"Nanti kita bicarakan dengan kakek juga. Apalagi salah satu keluarganya kan dulunya juga anggota geng motor LEXON. Siapa tahu itu keluarganya juga ikut terlibat" ucap Lio dengan pelan.


Nathan menganggukkan kepalanya. Ada kemungkinan jika pengkhianatan ini sebenarnya sudah ada sedari dulu terlebih yang ketahuan adalah salah satu anggota keluarganya juga. Mereka juga harus mencari tahu siapa sebenarnya lawan bicara dia yang diajak bekerjasama.


Mereka akhirnya mencoba untuk terlihat biasa saja saat terlihat dia mulai ingin tahu tentang apa yang dibicarakan olehnya dan Nathan. Saat ini keduanya memilih untuk memperhatikan materi pelajaran yang diajarkan oleh guru didepan.


***


"Ayo..." seru Lio yang masih duduk diatas sepeda motornya.


Hari ini Agung sudah masuk sekolah untuk pertama kalinya. Saat ini Lio yang datang menjemputnya ke sekolah walaupun Agung harus menunggu sekitar setengah jam. Namun Agung akan lebih nyaman jika berboncengan dengan Lio dibandingkan naik mobil.


Agung segera saja menaiki sepeda motor Lio kemudian laki-laki itu segera menggeber kendaraannya dengan kecepatan sedang. Keduanya begitu menikmati momen perjalanan itu hingga ada beberapa orang yang mengikuti mereka.


"Bang, kok sepeda motor itu kayanya ngikutin kita ya?" seru Agung membuat Lio langsung melihat kearah kaca spion.


Sepertinya kali ini yang mengejar mereka bukan lah geng AREX. Terlihat dari sepeda motor dan jaketnya yang berbeda. Namun ia yakin kalau itu juga salah satu musuh geng motornya.

__ADS_1


"Peluk perut abang yang erat" seru Lio membuat Agung segera saja melakukannya.


Brummm.... Brummm... Brummmm....


__ADS_2