Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Geger


__ADS_3

Pagi hari buta sekitar jam 5 shubuh, desa yang ditinggali Lio beberapa hari terakhir ini begitu heboh dengan kedatangan puluhan mobil mewah yang masuk perkampungan mereka. Saat mereka pulang dari masjid, mereka dikejutkan oleh mobil mewah yang melewati semua orang disana dan berhenti tepat pada rumah kontrakan Lio.


Kemarin saat berada di tengah sawah, Lio begitu beruntung bisa menghubungi dan mengirimkan lokasinya saat ini. Namun ia meminta kepada kakeknya untuk tak memberitahu tentang informasi yang menyangkut dirinya kepada anggota geng motor LEXON. Sedari kemarin ia merasa kalau ada sesuatu masalah besar yang ada pada geng motor yang dipimpinnya itu.


Ternyata mobil mewah itu berisi Kakek Angga dan beberapa anak buahnya. Total ada sepuluh mobil yang masuk ke desa itu yang tentunya membuat semua warga yang melihat hanya bisa menganga lebar. Biasanya mereka hanya melihat mobil mewah seperti itu di TV saja namun kali ini langsung didepan mata.


"Kakek..." seru Lio yang baru saja keluar dari rumahnya.


Lio sebenarnya berencana membuat sampah ke tempat yang biasanya digunakan warga untuk mengumpulkannya. Namun saat baru saja membuka pintu, Lio dikejutkan dengan kakeknya yang sudah berada didepan rumahnya. Bahkan pria tua yang rambutnya sudah hampir seluruhnya memutih itu membawa banyak sekali anak buahnya membuat Lio hanya bisa meringis.


Pantas saja di sekitar sana ada banyak warga yang melihatnya saat dia mengedarkan pandangannya. Pasti mereka ingin tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi sampai shubuh-shubuh begini sudah ramai orang.


"Cucu kakek... Wah, kemana pakaian brandedmu?" tanya Kakek Angga setelah melepaskan pelukannya pada sang cucu.


Kakek Angga menatap cucunya yang hanya memakai kaos biasa dan celana kain pendek membuat pria tua itu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat pakaian yang dikenakan Lio. Ia merasa aneh dengan cucunya yang tak biasanya memakai pakaian seperti ini.


"Mana ada disini toko pakaian branded. Lagi pula Lio tersesat kesini kan nggak bawa baju dari kota" bisik Lio pada sang kakek.


Ia tak enak jika nanti ada orang yang mendengar bisikannya pada sang kakek. Dikiranya ia tak menghargai desa ini yang sudah menerimanya selama ini. Kakek Angga pun menganggukkan kepalanya kemudian diajak Lio untuk segera masuk rumah. Begitu pula dengan semua anak buah kakeknya, kasihan juga kalau mereka berada di luar yang begitu dingin itu.

__ADS_1


Beruntung ruang tamu rumah kontrakan Lio ini lumayan luas walaupun ada beberapa yang harus duduk didekat pintu luar dengan tikar karena tak cukup. Ibu Adin langsung menyuguhkan teh hangat kepada Kakek Angga dan anak buahnya setelah mendengar jika tamunya adalah kakeknya Lio.


Bahkan mereka tak mempedulikan beberapa warga yang begitu penasaran dengan siapa tamu dari Lio ini. Tamu yang datang pada pagi buta dengan menggunakan mobil mewah begitu menggegerkan kampung itu.


"Jadi kamu tinggal disini?" tanya Kakek Angga dengan memperhatikan semua bangunan dari rumah kontrakan itu.


"Iya, ini masih mending dapat orang baik yang kasih tau ada kontrakan. Kalau enggak ya bakalan tidur di pasar sampai bisa pulang ke kota" dengus Lio.


Kakek Angga menahan tawanya seakan merasa puas jika cucunya ini sengsara karena perbuatannya sendiri. Lagi pula siapa suruh malam-malam kelayapan dan berakhir tersesat seperti ini.


"Kegiatan apa yang kau lakukan disini? Pasti cuma makan dan tidur saja kan, enak nggak sekolah?" sindir Kakek Angga.


Lio hanya bisa cengengesan saja terlebih ia memang paling malas kalau sudah berhubungan dengan sekolah. Kakek Angga merasa ada sedikit perubahan dari cucunya itu membuatnya sedari tadi terus melirik kearah Lio. Lio pun menyadarinya, hal ini karena tutur kata laki-laki itu yang terlihat sedikit lebih sopan.


Kakek Angga dan anak buahnya yang akan menyeruput teh hangat yang ada di gelas pun seketika menyemprotkannya keluar. Mereka tak menyangka dengan jawaban yang keluar dari mulut Lio itu hingga begitu terkejut. Namun mereka berpikir jika ini hanya candaan saja.


"Kakek nggak percaya" ucap Kakek Angga yang kemudian melanjutkan minumnya.


"Ya sudah, Lio juga nggak meminta kakek untuk percaya sama Lio. Percaya sama Tuhan aja" ucap Lio dengan bijak.

__ADS_1


Kakek Angga rasanya ingin tersedak mendengar jawaban Lio yang terkesan bijak. Bahkan laki-laki itu juga tak lagi sering mengajaknya berdebat padahal saat di kota membuatnya selalu pusing dan ingin memecatnya menjadi cucu.


"Kayanya kita kurang tidur dan kelamaan di jalan sampai berhalusinasi kalau Lio bisa berucap bijak seperti ini" ucap Kakek Angga pada anak buahnya sambil geleng-geleng kepala.


Lio hanya mengedikkan bahunya acuh mendengar kakeknya yang tak percaya dengan perubahannya. Lagi pula kakeknya nanti juga akan tahu kalau perubahannya ini tak main-main atau hanya saat ada sang kakek saja.


"Gimana keadaan markas sama anak-anak?" tanya Lio mengalihkan pembicaraan.


Walaupun kakeknya tak terjun langsung membantu mengenai LEXON namun laki-laki tua itu dulunya juga berperan penting atas majunya geng motor itu. Makanya Kakek Angga bisa sering meminta bantuan atau menyuruh anggota LEXON untuk melakukan sesuatu. Kakek Angga juga selalu memantau dengan apa yang terjadi di geng motor itu.


"Kacau... Kau pasti takkan percaya jika salah satu angotamu ada yang jadi pengkhianat" ucap Kakek Angga sambil terkekeh pelan.


Lio langsung memusatkan pandangannya kearah Kakek Angga yang sedang terkekeh dengan menggelengkan kepalanya. Kakek Angga sebenarnya sangat heran dengan geng motor LEXON angkatan cucunya ini padahal dulu tak ada pengkhianat pun yang berani mengkhianati organisasi. Namun sekarang, ia dengan terang-terangan ingin mengusik ketenangan LEXON.


"Siapa?" tanya Lio dengan wajah seriusnya.


Bahkan kedua tangannya sudah mengepal erat. Baru ditinggal dirinya beberapa hari namun sudah mendengar adanya seorang pengkhianat didalam geng motornya. Padahal ia sebagai ketua selalu berusaha loyal dan menjaga setiap hubungan kekeluargaan antara setiap anggotanya namun masih juga ada pengkhianat seperti itu.


"Seseorang yang dekat dengamu yang pasti. Kau pun pasti akan sangat terkejut jika tahu dia siapa. Cari tahu alasan dia jadi pengkhianat setelah kau kembali ke kota" ucap Kakek Angga penuh teka-teki.

__ADS_1


Lio menganggukkan kepalanya mengerti. Kepalanya bertambah pusing mendengar informasi yang ia dengar dari kakeknya itu. Mereka pun akhirnya berbincang mengenai kakeknya yang akan tinggal disini bersama Lio beberapa hari begitu pun dengan anak buahnya.


Ini juga bisa dijadikan Lio sebagai ajang untuknya membuktikan pada sang kakek kalau ia telah berubah. Berubah menjadi lebih baik tentunya.


__ADS_2