Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Pulang


__ADS_3

Akibat insiden perdebatan Lio dan panitia ospek, akhirnya penanggungjawab kegiatan ini langsung saja menghentikan acara. Semua mahasiswa baru disuruh pulang karena akan ada rapat yang dihadiri oleh panitia dan beberapa penanggungjawab acara yang tak lain adalah dosen. Untuk kegiatan selanjutnya, mereka harus menunggu pengumuman resmi dari website kampus.


Sedangkan Kakek Angga yang mendengar keributan itu hanya bisa menghela nafasnya kasar. Ada-ada saja memang cucunya itu kalau berbuat ulah. Padahal bisa saja kalau Lio tak menggubris ejekan dari panitia ospek itu namun cucunya ini merupakan tipe yang tak mau harga dirinya diinjak-injak.


Disinilah sekarang dirinya, duduk di kursi depan paling ujung dalam ruang rapat. Sedangkan didepannya bagian kanan dan kiri ada dosen dan juga panitia ospek. Mereka terlihat gugup untuk menyampaikan sesuatu. Kakek Angga pun masih menerka-nerka tentang permasalahan apa yang sebenarnya terjadi hingga ada keributan itu.


"Sebenarnya ini ada apa? Saya disini takkan membela cucuku kalau dia memang bersalah. Tapi saya harus tahu permasalahan sebenarnya ini apa" ucap Kakek Angga mengawasi.


Pasalnya sedari tadi mereka hanya diam saja, tak ada yang mau sekedar basa-basi mengucapkan salam atau sapaan. Kakek Angga yang melihatnya agak sedikit kesal namun ia mencoba menahannya demi menyelesaikan masalah ini.


"Cucu anda membuat keributan dengan berani membantah ucapan panitia ospek" ucap salah satu panitia ospek yang tadi berseteru dengan Lio.


"Iya saya tahu. Permasalahannya itu apa? Itu yang saya tanyakan" ucap Kakek Angga dengan santai.

__ADS_1


Pemuda didekatnya itu terlihat sangat menggebu-gebu dalam menyalahkan Lio dalam permasalahan ini. Sehingga ia harus berusaha untuk terlihat lebih netral dalam menyikapi masalah ini. Ia harus adil dan bijak dalam memberikan contoh kepada semua yang ada disini. Sebagai pemimpin tentunya ini merupakan tugas berat baginya terlebih mengurus banyaknya mahasiswa yang ada di kampus ini.


Untuk permasalahan kecil seperti ini yang seharusnya tak perlu pimpinan kampus ikut campur namun karena ini ada kaitan dengannya membuat semua melebar. Tentunya karena status Lio yang merupakan cucunya membuat semua orang langsung menganggap bahwa pemuda itu akan selalu dilindungi olehnya.


"Ini kenapa diam? Ada masalah berarti ada sebabnya bukan? Tadi saja menyudutkan satu pihak saja, waktu ditanya permasalahannya apa malah diam. Atau perlu saya cek CCTV dan penyadap suara di area lapangan?" tanyanya saat melihat semuanya malah diam dan saling pandang.


Mereka semua begitu terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Kakek Angga. Pasalnya semua dosen dan mahasiswa yang sudah sering berkeliaran di kampus ini tak pernah melihat adanya CCTV atau penyadap suara. Mereka semua menatap kearah Kakek Angga karena begitu penasaran dengan ucapannya.


Semua area di lingkungan kampus ini memang dipasang CCTV dan penyadap suara. Bahkan didekat kamar mandi pun ada namun memang semua itu tak ada yang melihatnya karena alatnya begitu kecil. Kakek Angga sengaja memasang semua itu untuk mengantisipasi adanya kejadian pembullyan dan yang lainnya.


"Disini tidak ada CCTV dan penyadap suara, Pak" seru salah satu dosen tak percaya.


Kakek Angga hanya tersenyum mendengar seruan dari salah satu dosen itu. Memang tak ada yang tahu jika kampus ini dipasang CCTV dan penyadap suara karena ini adalah inisiatifnya sendiri. Tentunya kalau sepengetahuan dosen atau mahasiswa lainnya hanya akan tersebar kemana-mana dan misinya gagal.

__ADS_1


Inipun ia berani mengatakannya karena memang misinya sudah selesai untuk mencari siapa pelakunya. Toh tak ada yang tahu dimana saja letak kedua benda kecil itu jadi ia santai saja. Para dosen dan panitia ospek itu masih menatap tak percaya kearah Kakek Angga. Mereka tak menyangka kalau ternyata selama ini diawasi.


"Siapa bilang? Yang lebih tahu tentang kampus ini adalah saya. Saya pemiliknya dan menyuruh untuk memasangnya juga saya. Mau mengelak pun kalian takkan bisa karena ada CCTV dan penyadap suara yang bisa digunakan untuk bukti" ucap Kakek Angga.


Panitia ospek sudah gemetaran bahkan wajahnya sudah pucat pasi karena ternyata ulah mereka selama ini terekam dalam CCTV. Mengenai hari ini, tentunya pihak panitia ospek lah yang salah karena menghina Lio dihadapan semua mahasiswa baru. Kalau memang salah harusnya ditegur baik-baik atau jika tidak ya adukan saja sama walinya.


Lagi... Semua diam membuat Kakek Angga hanya bisa geleng-geleng kepala. Kakek Angga mengeluarkan ponselnya kemudian melihat di layarnya mengenai kejadian hari ini. Ya... Kakek Angga membuka rekaman CCTV yang ada di ponselnya. Setelah menemukannya, ia segera saja memutarnya kemudian menaikkan volumenya.


Mata para dosen dan panitia ospek membelalak sempurna karena ternyata apa yang diucapkan oleh Kakek Angga itu ada benarnya. Ternyata ada CCTV dan penyadap suara di kampus ini bahkan di tempat yang tak terduga seperti lapangan. Kini panitia ospek yang tadi terlihat memojokkan Lio langsung panik dan wajahnya tampak pucat.


"Pantas saja cucuku seperti ini. Kalian tidak tahu bagaimana cucuku bisa sampai ke titik ini. Ia harus melewati rasa sakitnya karena tidak ada orangtua yang mendampingi. Hanya saya yang mendidik dan mengajarinya walaupun pada akhirnya sifatnya tetap nakal. Pantas kalau dia tak terima jika saya dihina bahkan didepan semua orang yang tak dikenalnya. Kalau memang tak suka dengan sikapnya, tolong diajak duduk bersama dan ditegur. Saya pun kalau jadi Lio juga akan melakukan hal itu. Semoga kalian yang ada disini tak merasakan apa yang dialami oleh cucu saya" ucap Kakek Angga yang kemudian berdiri dari duduknya.


Kakek Angga sedikit menundukkan kepalanya yang menandakan kalau dia pamit undur diri. Semua yang ada disana terdiam karena mati kutu dengan apa yang diucapkan oleh Kakek Angga. Sekarang para dosen kebingungan akan melakukan apa pasalnya Kakek Angga saja memilih untuk pergi dari sana.

__ADS_1


Akhirnya para dosen langsung menyuruh semuanya untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Penanggungjawab ospek ini nanti akan berdiskusi sendiri dengan beberapa donatur dan pemilik kampus ini. Para panitia ospek tampak lesu karena keputusan dosen yang langsung membatalkan seluruh kegiatan yang telah disusun.


"Loe sih... Main ngomong sembarangan. Bisa kan ngomong kaya gitu sama sesama panitia atau didepannya saja. Kalau ngomong didepan mahasiswa baru kaya gitu kesannya loe malah ingin menjelek-jelekkan orang" kesal salah satu panitia ospek menyalahkan rekannya.


__ADS_2