
Ospek hari kedua mulai berjalan. Sesuai janji kemarin, Ratu berangkat dengan dua teman barunya yang kini telah menunggu didepan kostnya. Mereka kemudian segera berangkat dengan berbincang satu sama lain bahkan banyak hal tak penting menjadi topiknya.
"Katanya hari ini panitianya ganti ya?" tanya Meli dengan tatapan penasaran.
"Katanya sih gitu. Di rolling, yang kemarin tugas berarti hari ini libur" ucap Salwa.
Berita mengenai pergantian panitia ini sempat membuat heboh di media sosial. Apalagi pengumuman penggantian panitia ini diumumkan di akun media sosial milik salah satu organisasi kampus. Tentunya tak banyak yang tahu bagi mahasiswa baru seperti Ratu karena dia sendiri tak mempunyai akun sosial media.
Pembicaraan Salwa dan Meli itu membuat Ratu mengernyitkan dahinya bingung. Padahal tak ada pengumuman apapun di website kampus sehingga Ratu sendiri juga santai-santai saja. Begitu pula dengan Uli, teman satu kostnya tak pernah memberitahukan mengenai hal semacam ini.
"Kok nggak ada pengumuman apapun di website kampus? Yang nggak punya akun sosial media kan jadi tidak tahu" ucap Ratu sedikit kesal.
"Nggak tahu juga. Ini aja aku dapat informasinya karena nggak sengaja lihat di akunnya organisasi kampus. Disana udah ramai banget dengan banyak komentar. Bahkan ada yang menyebut kalau panitia hari kedua itu lebih galak" ucap Salwa dengan sedikit bergidik ngeri.
Sebenarnya Salwa dan Meli sedikit menatap heran kearah Ratu yang mengaku tidak mempunyai akun sosial media. Pasalnya di jaman yang semuanya era digital ini tentu kebanyakan mahasiswa atau anak sekolah pasti akan mempunyai akun sosial media. Bahkan ponsel Ratu saja sudah merk apel, sedangkan mereka berdua masih android biasa yang sepertinya tak mungkin jika tidak mempunyai akun sosial media.
"Ya semoga saja panitia cuma resek sebentar kaya kemarin. Lagi pula di kelompok kita kan ada Lio, jadi tenang sedikitlah" ucap Meli dengan pelan.
__ADS_1
Meli takut nanti ada orang yang lewat dekat dengan sini kemudian mengadukannya kepada panitia kalau kelompok mereka ada backingannya. Apalagi sekarang sudah banyak mahasiswa baru yang berjalan didekat mereka. Sedangkan Salwa sudah menganggukkan kepalanya dengan antusias namun tidak bagi Ratu. Ratu malas berurusan dengan laki-laki menyebalkan itu.
Tak berapa lama mereka berjalan kaki, semuanya telah sampai di kampus. Sudah banyak sekali mahasiswa baru yang berkumpul di lapangan utama walaupun jam mulai ospek masih setengah jam lagi. Pemandangan berbeda juga terlihat pada panitia yang berjaga. Wajah-wajah baru yang sama sekali belum mereka kenal menghiasi setiap sudut kampus.
"Mukanya jutek-jutek. Apalagi tuh tadi yang didepan, belum mulai saja sudah ceramah panjang lebar tentang aturan" bisik Meli pada Ratu.
"Hush... Jangan ngomongin orang. Nanti kalau dengar, dia bisa marah lho" peringat Ratu dengan pelan.
Meli pun menganggukkan kepalanya mengerti. Nanti kalau ketahuan tengah menggosipkan tentang panitia, sudah pasti mereka akan jadi bulan-bulanan. Atau malah bisa jadi mereka dibully sehingga harus lebih berhati-hati dan menurut saja atas perintah dari panitia itu. Mereka segera bergabung dengan kelompoknya yang sebagian sudah datang.
"Ini ada info dari panitia. Katanya kalau ada yang telah dalam satu kelompoknya, nanti kita dihukum semua lho" ucap ketua kelompok Pluto dengan cemas.
"Lio sama teman-temannya belum pada datang. Terus gimana ini? Mana tinggal setengah jam lagi. Yang punya nomor ponselnya tolong dihubungi dong" ucap Lutfi menatap semua orang yang ada disana.
Semuanya kini menatap kearah Ratu yang bingung dengan tatapan yang dilayangkan oleh teman satu kelompoknya. Bahkan kini tangannya menggaruk pipinya yang tak gatal karena salah tingkah ditatap seperti itu. Sontak saja semuanya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap polos dari Ratu.
"Kamu kan kenal sama Lio, gih hubungi dia buat segera datang. Jangan sampai telat kalau kamu nggak mau kita dihukum berjamaah" ucap Meli menyuruh temannya itu.
__ADS_1
Dengan pasrah, Ratu menganggukkan kepalanya. Ia segera mengambil ponselnya yang ada di tas ranselnya kemudian menghubungi Lio. Semua anggota kelompoknya tampak harap-harap cemas karena sedari tadi melihat wajah Ratu yang seperti tak yakin. Berulangkali Ratu mencoba menghubungi Lio namun tak diangkat.
"Nggak diangkat" ucap Ratu dengan tak enak hati.
Semua anggota kelompok itu langsung saja menurunkan bahunya lesu. Bisa gawat kalau mereka sampai dihukum bersamaan. Selain belum mengenal karakter dari panitia yang bertugas hari ini, mereka khawatir kalau hukumannya akan parah. Dibalik kebingungannya, Ratu segera saja mencoba menghubungi oranglain mengenai Lio.
"Kakek, Mas Lio ada dimana? Kok belum sampai kampus. Ini sudah ditunggu sama yang lainnya. Kalau Mas Lio sampai terlambat, ini nanti bisa dihukum semuanya" seru Ratu dengan terus mencerocos setelah panggilannya pada Kakek Angga ternyata diangkat.
Bahkan semua teman-teman satu kelompoknya saja juga terkejut dengan ucapan dari Ratu yang tiba-tiba. ratu terus mencerocos membuat semuanya hanya bisa geleng-geleng kepala. Tak berapa lama melihat Ratu telah selesai dengan ponselnya, segera mereka menatap penasaran dengan apa yang terjadi.
"Tenang saja. Mas Lio sudah diseret sama kakeknya buat berangkat ke kampus kok. Mungkin sebentar lagi juga sampai" ucap Ratu dengan tatapan berbinar.
Semua yang mendengarnya tampak menghela nafasnya lega seakan semua beban yang ada dipundak mereka kini telah hilang. Masih ada waktu 15 menit lagi, semoga saja benar dengan apa yang dikatakan oleh Ratu tadi kalau sebentar lagi Lio dan teman-temannya itu datang tepat waktu. Kalau tak datang, sudah pasti mereka harus terima konsekuensinya.
5 menit lagi pagar akan ditutup namun Lio dan ketiga temannya belum juga datang membuat mereka was-was. Tentunya insiden pengumuman dadakan seperti ini bisa terjadi karena evaluasi dari panitia kemarin. Meli dan Salwa sudah mencolek lengan Ratu berulangkali berharap kalau sahabatnya itu peka dengan kembali menghubungi Lio.
Waktu tinggal satu menit lagi, namun masih banyak mahasiswa baru yang belum datang. Hal ini dikarenakan waktu ospek dimajukan sehingga akan susah bagi yang tidak bisa bangun pagi. Kelompok Ratu sudah pasrah kalau pada akhirnya mereka harus dihukum bersama dengan yang lainnya. Namun tiba-tiba saat ada beberapa panitia yang ingin menutup pagar kampus, ada beberapa pengendara motor melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Ngenggg....
Brumm.... Brumm...