Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Pengkhianat


__ADS_3

"Ada seorang pengkhianat dalam geng motor LEXON" ungkap Lio dengan tatapan datarnya.


Sontak saja gedung aula hotel yang tadinya sudah mulai ramai dengan beberapa orang yang berceloteh santai, kini langsung sunyi senyap. Mereka sampai ada yang menggosokkan telinganya untuk memastikan pendengarannya benar atau tidak. Bahkan yang tadinya bermuka santai langsung tegang dengan tatapan penasarannya menatap kearah Lio.


"Jangan bercanda. Sedari dulu geng LEXON tak pernah ada yang namanya pengkhianat" seru salah satu anggota.


Memang sedari dulu tak pernah ada pengkhianat yang ketakutan karena semua menerapkan asas kepercayaan dan kesetiaan. Namun kali ini tindakannya itu sudah tak bisa ditolerir lagi karena kemungkinan bisa membahayakan sesama anggota yang lain. Lio menatap semua orang yang hadir disana bahkan beberapa orang menatap sinis kearahnya karena pengumuman ini.


Tentunya itu tak membuat Lio gentar karena apa yang diucapkannya ini demi kebaikan dan keberlangsungan geng motor LEXON. Kakek Angga bersama dengan Noval dan Rino yang sedari tadi bersama pun ikutan tegang. Kedua sahabatnya itu sedari tadi sudah menanyakan mengenai siapa pengkhianat itu namun tak digubris sama sekali oleh Kakek Angga.


"Tak pernah ada pengkhianat atau si pengkhianat itu tak ketahuan?" tanya Lio sambil meledek.


Bukannya tak sopan dengan generasi terdahulu hanya saja saat ini semua posisi anggota adalah sama. Tentunya Lio akan berani mengungkapkannya tanpa rasa takut karena semua anggota mempunyai hak mengemukakan pendapatnya itu. Bahkan dengan beraninya Lio menatap sinis semua yang tadi bisik-bisik mengenai kepemimpinannya yang tak beres.


"Pengkhianat yang ada dalam anggota geng motor ini sebenarnya sudah dari dulu ada. Bisa kalian tanyakan pada Kakek Angga yang berada dalam generasi terdahulu. Namun pengkhianat yang dulu dan sekarang berbeda dalam artian yang kini lebih berani untuk mencelakai temannya sendiri" ucap Lio sambil menghela nafasnya.


Sebenarnya ia sendiri masih tak menyangka ada sahabatnya yang tega untuk mengkhianati kepercayaan dari semua anggotanya. Terlebih ini juga termasuk anggota inti. Lio menatap kearah Yuda, Delan, dan Kala yang duduk satu meja bersama dengan yang lainnya.


"Siapa sebenarnya pengkhianat itu? Ayo Lio tunjukkan buktinya, jangan sampai menimbulkan fitnah" ucap Noval yang sudah sangat penasaran.


***


"Apa jangan-jangan Lio tahu mengenai gue yang jadi pengkhianat dalam LEXON?" gumam seseorang amat pelan.

__ADS_1


Ia menatap kearah Lio dan semua orang yang ada disana dengan mengepalkan kedua tangannya. Semua mengarah ke Lio dan Nathan yang ada diatas panggung namun kedua laki-laki itu seakan tak menunjukkan gerak-gerik menunjuk pengkhianat itu. Ia sedikit panik dan ketakutan yang langsung membuatnya mengirim pesan pada orang di seberang sana.


Dirinya takut kalau sampai dia yang akan disebut sebagai pengkhianat. Pasalnya ia disini sendiri yang tentunya kalau sudah dikeroyok akan babak belur. Terlebih semua kawannya tak bisa memasuki area dekat hotel karena penjagaan begitu ketat.


Sepertinya sekarang ia paham mengapa penjagaannya begitu ketat. Lio dan Nathan sudah mengetahui adanya pengkhianat dalam geng motor LEXON dan nantinya seseorang itu takkan bisa mendapatkan bantuan dari siapapun.


***


Lio menghela nafasnya kasar seakan berat untuk memberitahu tentang siapa yang menjadi pengkhianat dalam geng motor ini. Tanpa menjawab apapun, Lio dan Nathan turun dari atas panggung. Semua orang terus mengawasi gerak-gerik Lio dan Nathan yang kini berjalan didekat laptop.


"Silahkan kalian lihat tayangan yang ada pada layar LCD di depan" ucap Lio memberi perintah.


Semua orang langsung saja mengalihkan pandangannya kearah layar LCD didepan. Terlihat disana ada seseorang yang tak lain adalah salah satu anggota geng motor LEXON. Wajah dan suaranya disamarkan sehingga semua orang disana tak tahu siapa.


Percakapan yang ada dalam layar LCD...


"Kita hancurkan dulu Nathan dan Yuda baru Lio kalau kau ingin jadi ketua geng LEXON" ucap salah seseorang memberi ide.


"Maka dari itu, bantu gue. Keroyok Nathan dan Yuda kalau perlu habisi mereka. Gue disana aja kaya nggak dibutuhkan padahal gue punya potensi" kesal salah satu anggota geng motor LEXON.


***


Sontak saja semua yang mendengar percakapan itu langsung memelototkan matanya. Tak menyangka jika pengkhianat itu benar adanya. Bahkan mereka ingin sekali menghancurkan Yuda dan Nathan beserta Lio. Tentunya Yuda yang namanya disebut langsung berdiri.

__ADS_1


Yuda segera mendekat kearah Lio dan Nathan dengan pandangan tak percaya. Pasalnya selama ini dirinya sudah berusaha memahami semua temannya jika ada saran maupun kritik namun tak menyangka kalau tetap ada yang ingin menghabisinya.


"Siapa pengkhianat itu Lio, Nath?" tanya Yuda dengan tatapan penasarannya.


"Nanti dulu. Kita lihat bukti yang lainnya dulu, biar semua orang percaya kalau disini memang ada pengkhianat" ucap Lio menenangkan keriuhan yang ada dalam gedung aula.


Mereka terus semua bukti yang diputar dalam layar LCD itu. Semua orang hanya bisa geleng-geleng kepala terlebih Kakek Angga yang baru tahu tentang bukti yang lumayan mengejutkan ini. Bahkan nama Noval dan Rino juga disebut, tentunya masih dengan seseorang yang di blur wajahnya.


"Sialan... Nama gue disebut lagi" seru Noval dengan kesal.


Mereka langsung berpikir bahwa memang pengkhianat ini sudah ada sejak dulu bahkan diturunkan dari generasi sebelumnya. Noval kesal bukan main mendengar ini karena dulunya mereka sama sekali tak merasakan itu. Dua orang itu sudah pasti merupakan anggota dari geng LEXON yang iri dengan disandangnya posisi ketua oleh Noval dan Lio.


"Kalau gue tahu orangnya, gue bakalan jadikan dia ayam geprek" kesal Rino.


Hampir semua orang disana terkekeh pelan mendengar ucapan Rino itu. Pasalnya siapa yang tak kesal kalau dikhianati oleh anggotanya sendiri. Bahkan kini matanya menuntut Lio untuk segera memberitahu siapa orang yang dimaksud.


"Sabar, om. Orangnya udah pucat lho ini karena ketahuan" ucap Lio sambil terkekeh sinis.


Sontak semua orang langsung mencari wajah anggota yang pucat akibat adanya pembongkaran ini. Tentunya itu yang bisa dijadikan rambu-rambu namun mereka tak menemukannya karena semuanya saling mencari agar tidak dicurigai.


"Sialan... Gue harus kabur dari sini gimana pun caranya. Tapi gimana ini caranya kalau semua pintu saja ditutup rapat" gumamnya sangat pelan hingga tak ada yang bisa mendengar ucapannya.


Ia terus melihat kearah semua orang yang sibuk menebak siapa yang dimaksud oleh Lio itu. Sedangkan dia juga pura-pura untuk mencari seseorang agar tak dicurigai. Tentunya jika semua ini terbongkar, sudah pasti nasibnya akan sangat buruk.

__ADS_1


__ADS_2