Badboy Masuk Desa

Badboy Masuk Desa
Kegaduhan


__ADS_3

"Enggak ayah, Ratu sama sekali nggak kaya gitu" elak Ratu sambil menangis.


"Disana banyak saksinya kalau kau ganjen dengan pemuda dari kota itu" sentak Ayah Hakim.


Ayah Hakim begitu marah saat mendengar penuturan tetangganya bahwa Ratu tengah berlaku centil dan genit kepada Lio. Padahal jelas disana ada banyak orang yang melihat kalau Ratu hanya sekedar menegur Lio yang tengah melamun. Tak ada niatan sama sekali untuk menggoda pemuda dari kota itu.


Ayahnya salah paham dan langsung menelan mentah-mentah omongan tetangganya yang memang selalu sok tahu itu. Saat dirinya pulang dari membeli nasi goreng, Ratu langsung saja dituduh melakukan sesuatu yang tak dilakukannya. Padahal ia belum sempat menjelaskannya namun ayahnya sudah memarahinya.


Harga diri Ayah Hakim terasa diinjak-injak setelah mendengar aduan dari tetangganya itu. Hatinya dikuasai oleh amarah sehingga menunggu kedatangan Ratu sambil mengepalkan kedua tangannya. Ia seorang ustadz dan tetua disini yang seharusnya bisa mendidik anaknya dalam ilmu agama atau pun tata krama. Namun Ratu membuat semuanya menjadi kacau dengan tingkahnya.


"Enggak ayah. Ratu hanya menegurnya karena melamun, disana banyak saksinya" bantah Ratu.


"Dasar pembohong. Harusnya kau sebagai perempuan itu menjunjung tinggi harkat dan martabatmu. Bukan malah bersikap seperti seorang wanita rendahan yang bisanya cuma ngangkang. Turunkan pandanganmu dan jangan berbicara dengan laki-laki yang bukan mahramnya" bentak Ayah Hakim.


Ratu yang mendengar bentakan dari sang ayah hanya bisa menangis tergugu. Ia yang baru beberapa kali mengajak atau menegur seorang pemuda sudah di cap sebagai wanita rendahan oleh ayahnya sendiri. Hatinya begitu sakit, selama ini ia selalu menghormati bahkan menuruti apa ucapan sang ayah namun dengan begitu teganya beliau menghardiknya seperti itu.


"Aku tak seperti itu ayah. Aku hanya menegur itu pun disana banyak orang dan Ratu juga menundukkan kepalanya. Ratu tahu batasannya sebagai seorang muslimah. Ayah juga selalu membatasiku dalam pergaulan namun Ratu selalu menurutinya karena semua itu memang kebaikan untukku. Namun jangan samakan aku dengan orang-orang itu, hatiku sakit ayah" ucap Ratu.

__ADS_1


Tangisan Ratu semakin menggema didalam rumah itu. Mungkin saja para tetangga juga akan mendengar suara tangisan itu karena jarak rumah yang berdekatan. Namun tentunya mereka takkan pernah bisa menegur karena sifat Ayah Hakim yang keras dan kuat atas pendiriannya sendiri.


Plakkkk...


Brakkkk...


Seiring dengan tamparan yang dilayangkan kepada Ratu, bersamaan dengan itu pintu rumah juga langsung didobrak oleh seseorang. Dia adalah Lio yang dengan beraninya mendobrak pintu rumah milik Ratu membuat suasana malam itu menjadi gaduh. Di keheningan malam itu, bahkan suara dobrakan begitu jelas terdengar membuat para tetangga mengintip dari balik pintu rumah masing-masing.


Terlebih dengan mata kepalanya sendiri, tangan Ayah Hakim mendarat tepat pada pipi gadis yang tengah menangis didepan pria paruh baya itu. Lio tak menyangka jika seorang yang dianggap paling dihormati di desa ini ternyata bisa melakukan kekerasan pada anak gadisnya.


"Ratu..." seru Lio saat melihat gadis itu memegang pipinya yang ditampar oleh sang ayah.


"Jangan mendekat, bukan mahramnya" seru Ratu sambil melambaikan telapak tangannya agar Lio menjauh darinya.


Terlebih Lio saat ini terlihat marah dengan apa yang dilakukan oleh Ayah Hakim dan berniat untuk membantu Ratu keluar dari rumah agar bisa sedikit menenangkan diri. Namun Ratu yang tak ingin ada salah paham lagi langsung berseru untuk menolaknya.


"Anda memang seseorang yang dihargai dan dihormati di desa ini, tapi saya tak menyangka jika kelakuan orang tua yang ditiru oleh semua orang ternyata seperti ini. Mengucapkan kata-kata kasar bahkan tak segan bermain fisik dengan anaknya sendiri" ucap Lio pedas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Mendengar ucapan Lio yang seperti sebuah sindiran yang dilayangkan kepadanya pun membuat kedua tangan Ayah Hakim mengepal dengan erat. Ia tak terima jika disalahkan dalam hal ini karena memang yang salah disini adalah anaknya yang melanggar janji kepadanya.


Ini adalah salah satu didikan yang memang selalu ia terapkan kepada sang anak. Sedari dulu Ayah Hakim semasa kecil juga dididik dengan keras oleh orangtuanya agar menjadi pribadi yang penurut dan baik. Hal ini juga yang mendasari Ayah Hakim mendidik Ratu agar taat pada agama walaupun mungkin ada beberapa orang yang tak setuju dengan caranya.


"Ini caraku mendidik anakku jadi kau tak usah ikut campur, pemuda. Berkacalah pada dirimu, bahkan penampilanmu saja seperti berandalan" ucap Ayah Hakim menatap sinis kearah Lio.


"Tampang dan penampilan memang berandalan, namun setidaknya saya punya hati yang lembut ketika bersikap pada seorang wanita" ucap Lio berani.


Keberanian Lio yang melawan seorang ustadz dan tetua di desa itu langsung menjadi omongan satu desa. Terlebih saat ini banyak sekali telinga-telinga yang mendengar dari balik pintu rumah mereka. Teriakan bahkan bentakan yang keluar begitu keras hingga hampir semua orang yang dekat mendengarnya.


Ayah Hakim benar-benar dibuat mati kutu oleh ucapan Lio. Ia merasa tertohok dengan ucapan pedas yang terlontar dari mulut Lio. Rasanya ia sudah tak punya harga diri dan muka lagi didepan pemuda itu, apalagi sampai kejadian ini terdengar oleh oranglain.


"Keluar kau dari rumahku" sentak Ayah Hakim.


Ayah Hakim sudah tak bisa melawan lagi ucapan Lio, akhirnya ia lebih memilih untuk mengusir pemuda itu daripada membuatnya frustasi. Apalagi sedari tadi Lio berbicara dengannya pun menatap kearah Ratu yang menunduk. Ia takkan membiarkan Lio untuk mendekati anaknya terlebih penampilan pemuda itu sudah seperti berandalan.


"Ratu, kalau kau ingin hidup bebas dan bahagia maka ikutlah dengaku ke kota satu bulan lagi tanpa adanya bapak tua tak berperikeanakkan ini" ucap Lio dengan melirik sinis kearah Ayah Hakim.

__ADS_1


Ratu sampai menganga tak percaya mendengar ucapan terlalu berani dari Lio. Lio pun membalikkan badannya kemudian berlalu pergi dari rumah Ratu. Bahkan Ayah Hakim terlihat begitu shock dengan ucapan Lio dan itu menjadi ketakutan sendiri baginya.


Ayah Hakim takkan membiarkan putrinya diambil oleh Lio. Bahkan menurutnya Lio itu tak ubahnya seorang rubah licik yang bisa menipu dan memanipulasi semuanya dengan cara yang tak terduga. Ratu langsung saja masuk kedalam kamarnya saat melihat sang ayah yang terdiam setelah mendengar ucapan Lio.


__ADS_2