
Satu minggu berlalu, ospek yang sudah direncanakan dalam program kampus pun dilaksanakan mulai hari ini hingga seminggu kedepan. Ospek kali ini dibagi dua yaitu pengenalan universitas selama 3 hari dan dua hari untuk pengenalan bagian jurusan. Sedangkan satu hari terakhir untuk acara puncak yang nantinya akan diadakan malam hari.
Tentunya panitia ospek setiap kegiatan pengenalan universitas dan jurusan berbeda. Jika ospek pengenalan universitas akan dipegang oleh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) sedangkan jurusan dipimpin oleh HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). Untuk ospek pengenalan jurusan itu nantinya akan lebih dikenalkan mengenai kegiatan yang ada pada jurusan kuliah yang diambil.
Ratu sudah bersiap-siap di kostnya dengan jantung yang terus berdetak cepat. Ia benar-benar gugup karena akan merasakan suasana yang berbeda karena telah menjadi mahasiswa di kota. Tentunya melanjutkan pendidikan di kota membuat dirinya merasa ada tekanan.
"Semangat ospek, Ratu. Cieee... Udah jadi mahasiswa" seru Uli setelah melihat teman kostnya itu keluar dari kamar.
Untuk Uli dan mahasiswa lainnya akan mulai masuk kembali kuliah setelah ospek selesai dilaksanakan. Oleh karena itu, Uli dan mahasiswa lainnya masih mempunyai waktu seminggu untuk masuk kuliah.
"Ish... Mbak Uli jangan buat Ratu gugup dong" seru Ratu yang kemudian pergi berlalu dari kost sambil menghentak-hentakkan kakinya.
Ratu pergi meninggalkan Uli yang masih tertawa karena sikapnya itu. Dengan menggunakan kemeja putih dan rok span hitam dipadukan hijab berwarna sama dengan roknya. Kini Ratu sudah berjalan kaki menuju ke kampusnya dengan tas ransel yang ada digendongannya.
Beruntung ospek kali ini tidak disuruh menggunakan atribut-atribut yang menyusahkan sehingga dirinya takkan malu jika dilihat orang. Didalam perjalanan menuju kampus, banyak sekali mahasiswa baru sepertinya yang menggunakan pakaian yang sama.
"Bismillah..." gumam Ratu saat memasuki area kampus yang sudah penuh dengan mahasiswa baru berpakaian sama dengannya.
Ratu langsung bergabung dengan kelompoknya yang memang sudah dibagikan di website kampus. Beruntung didepannya ada tulisannya sehingga ia bisa langsung mendekat kearah kelompoknya. Hampir semua mahasiswa perempuan disini tak memakai hijab seperti dirinya namun pakaiannya masih tertutup.
"Permisi... Ini kelompok Pluto ya?" tanya Ratu berusaha mengakrabkan diri.
"Iya, sini-sini. Langsung gabung aja sama kita. Kamu dari jurusan mana?" tanya salah satu mahasiswa baru dengan ramahnya.
__ADS_1
Ratu yang tadinya takut kalau tak ada yang mau berteman atau mengajaknya berbicara pun kini sedikit lega. Ia menatap semua teman satu kelompoknya dengan senyum manisnya. Semuanya ternyata begitu welcome akan kehadiran dirinya yang mungkin nggak segaul mereka.
"Aku di jurusan akuntansi. Perkenalkan namaku Ratu. Kalau kamu siapa?" tanya Ratu sambil menjulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Aku Meli dan itu Salwa, sahabatku dari orok" ucap seorang gadis bernama Meli itu.
Ratu menganggukkan kepalanya kemudian mereka saling berbincang seru seakan sudah akrab sebelumnya. Pembicaraan itu harus mereka akhiri setelah mendengar suara pengumuman dari panitia ospek. Mereka segera saja fokus dengan beberapa pengumuman yang disampaikan.
"Bagi yang terlambat, langsung saja berdiri disamping panggung" seru panitia ospek.
Terlihat beberapa mahasiswa baru yang terlambat datang segera maju ke dekat panggung. Namun ada segerombolan mahasiswa baru yang dengan santainya berjalan menuju dekat panggung. Mereka itu adalah Lio, Nathan, Yuda, dan Delan.
Tentunya kehadiran mereka berempat itu membuat Ratu membulatkan matanya dan menutup mulutnya dengan tangan. Ratu tak menyangka kalau mereka akan mengikuti ospek ini padahal sebelumnya Lio dan Nathan sudah mengucapkan kalimat takkan datang.
Ratu yang melihat hal itu hanya bisa meringis pelan. Sedangkan mahasiswa lainnya mulai kasak kusuk memuji ketampanan dari Lio. Bahkan telinga Ratu rasanya sampai sakit karena mendengar banyaknya pujian untuk laki-laki itu.
"MasyaAllah... Tampannya, nikmat mana lagi yang kau dustakan" puji Salwa sambil melongo menatap kearah Lio yang sedang dimarahi.
"Nggak boleh lihat laki-laki yang bukan mahramnya begitu" tegur Ratu.
Salwa yang tersadar setelah mendapatkan teguran dari Ratu pun hanya bisa cengengesan. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena salah tingkah. Sedangkan Meli yang melihat temannya diceramahi tentu saja langsung meledek Salwa dengan menjulurkan lidahnya.
"Maaf bu ustadzah. Lain kali nggak gitu lagi" ucap Salwa merasa bersalah.
__ADS_1
Ratu kembali menatap kearah depan yang memperlihatkan semua mahasiswa baru yang terlambat terutama Lio. Bahkan saat dimarahi pun laki-laki itu sama sekali masih santai dalam menanggapi. Hal ini seakan membuat Lio diomeli habis-habisan oleh panitia itu.
"Apa alasan kamu terlambat?" seru panitia ospek.
"Nggak ada. Sengaja saya telat datang ke ospek, lagian ini juga nggak wajib" jawab Lio santai.
Mata panitia ospek disana membulat tak percaya karena ada yang berani dengan laki-laki yang sedang memarahinya itu. Bahkan laki-laki didepan Lio itu tangannya sudah mengepal sempurna. Ratu yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Makin lama nih kita ketahan disini kalau panitianya marah-marah mulu" ucap Meli mengeluh.
Bahkan kini kaki Meli rasanya sudah ingin ia luruskan. Sungguh pegal dan sedikit rasa nyeri membuatnya sedari tadi tak berhenti mengeluh. Salwa dan mahasiswa lainnya juga begitu walaupun baru 15 menit mereka berdiri.
"Ospek ini wajib karena untuk syarat pendaftaran magang kelak" seru panitia ospek tak terima.
Lio menyeringai sinis hingga membisikkan sesuatu yang membuat panitia ospek disana melotot. Akhirnya setelah mendapatkan bisikan itu, panitia ospek langsung menyingkir dan menyudahi acara memarahi Lio itu. Tentu saja hal ini membuat semua yang melihatnya langsung mengernyitkan dahinya heran.
Mereka penasaran dengan apa yang dibisikkan oleh Lio sehingga panitia ospek itu kicep. Padahal tadi panitia ospek itu sangat menggebu-gebu saat memarahi Lio. Sungguh aneh dan menimbulkan kecurigaan semua yang hadir disana.
"Baiklah... Untuk hari pertama kami memaklumi keterlambatan kalian. Untuk besok, jangan harap" ucap panitia ospek itu sambil melirik kearah barisan mahasiswa yang terlambat.
Setelah semua mahasiswa yang terlambat masuk dalam barisan kelompoknya, segera saja panitia ospek melanjutkan acaranya. Ternyata Lio dan ketiga sahabatnya itu satu kelompok dengannya juga. Mereka kini berada di barisan belakang.
"Silahkan kalian cari beberapa benda ini ke area kampus. Kalau sudah, kembali kesini. Satu kelompok cukup satu benda saja per itemnya biar yang lainnya kebagian saat ambil" seru panitia ospek memberi perintah.
__ADS_1
Tentunya hal ini langsung membuat semua mahasiswa gaduh tak terkecuali kelompok Pluto. Mereka segera membuat lingkaran kemudian membagi orang untuk menemukan barang yang dicari. Kalau satu kelompok dalam rombongan yang sama akan lama ketemu benda itu.