
Lio dan Nathan mengumpulkan semua karyawan yang ada di restorant itu untuk membicarakan tentang masalah yang berada pada tempat kerja mereka. Restorant tutup sementara selama satu jam kedepan untuk menyelesaikan masalah ini. Tentunya saat akan tutup sementara, restorant memang sudah sepi.
Semuanya kini duduk di lantai dekat meja kasir, tak terkecuali Lio dan Nathan. Keduanya menatap semua orang yang kini kebingungan dengan kelanjutan kerja mereka di restorant itu. Pasalnya mendengar dan melihat Pak Broto yang keluar dari restorant dengan membawa barang-barangnya.
"Saya disini mau mengumumkan sesuatu, bahkan mungkin sudah ada yang tahu. Mulai hari ini Pak Broto kami pecat karena sudah merugikan restorant ini" ucap Lio mengawali.
Terlihat sekali banyak yang merasa lega karena Pak Broto dipecat dari restorant ini. Namun ada juga yang merasa lesu karena tak ada lagi tambahan pemasukan jika beliau sudah tak bekerja disini. Tentunya orang-orang yang seperti itu merupakan seseorang yang berada di pihak Pak Broto dan harus segera diselidiki.
"Saya juga akan memeriksa semua keterlibatan karyawan lain dalam permasalahan Pak Broto ini. Bukti CCTV sudah ada ditangan, saya akan memberikan pilihan pada orang-orang yang selama ini bekerjasama dengan Pak Broto. Mau mengundurkan diri dari restorant dan ikut ganti rugi sesuai dengan uang yang didapat atau saya pecat tidak hormat juga memproses kasus ini ke kepolisian?" ucapnya dengan santai.
Pilihan yang Lio ajukan ini memang untuk dirinya yang malas untuk basa-basi. Kalau tak mau ganti rugi, sudah pasti ia akan melaporkan ke pihak berwajib. Apalagi semua bukti yang ia bawa sudah pasti bisa digunakan untuk menjerat para pelaku. Terlihat beberapa karyawan mengangguk puas karena keputusan dari Lio.
"Bukannya yang seharusnya memutuskan semua ini Pak Angga? Anda kan hanya cucunya dan baru saja lulus sekolah. Masa bisa tahu ada masalah disini dan asal memecat karyawan sih?" kesal salah satu karyawan tak terima.
Lio dan Nathan hanya bisa tersenyum tipis mendengar protes dari salah satu karyawan. Karyawan itu ada dalam video CCTV yang dijadikan Lio sebagai bukti. Lio tak menanggapinya lagi pula tak ada maling yang mau ngaku kalau belum terpojok.
"Saya tunggu surat pengunduran diri kalian diatas meja kasir ini sampai besok siang jam 12. Jika melebihi itu, saya akan proses hukum semua yang terlibat dalam kecurangan ini" ucap Lio yang sama sekali tak menggubris protesan itu.
__ADS_1
Segera saja Lio dan Nathan berdiri kemudian kembali ke ruangan Kakek Angga. Ia mengambil semua berkas laporang kemudian menguncinya. Bahkan ruangan yang biasanya digunakan oleh Pak Broto juga dikunci rapat oleh Lio. Ia tak mau ada seseorang yang masuk dan mencari sesuatu dalam ruangan itu, pasalnya ia belum sempat memeriksanya.
Setelah memastikan dua ruangan itu aman, segera saja Lio dan Nathan langsung pergi dari restorant kakeknya. Keduanya meninggalkan semua karyawan yang begitu heboh akan ancaman yang dilayangkan oleh cucu bosnya itu. Beberapa karyawan segera saja menghubungi Kakek Angga untuk meminta penjelasan namun tak bisa dihubungi.
"Ini beneran? Yang ajukan pengunduran diri itu yang merasa ikut kerjasama dengan Pak Broto kan? Nggak semuanya" tanya salah satu karyawan kepada rekannya.
"Iyalah... Kan tadi Mas Lio bilang suruh pengunduran diri sekalian ganti rugi. Kalau yang nggak salah ya diam aja sudah, lagi pula Mas Lio punya daftar siapa nama orang yang jahat itu" ucap rekannya yang lain.
Karyawan yang merasa tak bersalah pun menghela nafasnya lega. Mereka merasa beruntung karena sama sekali tak tergiur dengan ajakan Pak Broto dulu. Pasalnya menurut mereka, gaji yang diberikan sudah lebih dari cukup sehingga tak perlu melakukan kecurangan.
Berbeda dengan karyawan yang memang ikut terlibat, mereka hanya bisa diam dan saling pandang setelah tak berhasil menghubungi Kakek Angga. Melihat rekannya yang lain sudah pergi, mereka pun segera saja masuk kembali ke bagian kerjanya masing-masing. Biarlah nanti akan dipikirkan lagi langkah apa yang harus mereka ambil.
"Tuan Angga, besok siang anda sudah bisa pulang. Silahkan untuk yang bertanggungjawab atas anda bisa mengurus semua administrasinya besok pagi" ucap dokter yang baru saja memeriksa keasaan Kakek Angga.
Kakek Angga yang ditemani oleh Adin, Agung, dan ibunya itu menganggukkan kepalanya mengerti. Setelah dokter keluar dari ruang rawat inap, segera saja Ibu Adin membereskan beberapa baju milik Kakek Angga. Setidaknya walaupun besok ia tak ikut menjemput beliau, Ibu Adin sudah membereskan semua barang bawaam Kakek Angga.
Adin dan Agung begitu senang karena Kakek Angga sudah diperbolehkan pulang. Setelah ini pasti mereka bisa segera berkumpul bersama di rumah dengan hanya sekedar menikmati teh. Kalau di rumah sakit, walaupun ruangannya luas juga tak nyaman.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum..." seru Lio sambil membuka pintu ruang rawat inap kakeknya.
"Wa'alikumsalam" jawab semuanya yang ada di ruangan itu.
Setelah menyelesaikan urusannya di restorant, Nathan dan Lio langsung saja kembali ke rumah sakit. Ia tak sabar menceritakan tentang kejadian hari ini kepada kakeknya itu. Saat sampai di rumah sakit, Lio melihat Ibu Adin sedang membereskan perlengkapan yang dibawa oleh Kakek Angga.
"Emangnya kakek sudah boleh pulang? Kok barangnya udah pada dimasukin ke tas sebagian" tanya Lio dengan tatapan penasaran.
"Besok siang kakek sudah bisa pulang. Tolong diurus administrasinya, Lio. Sekalian kabari Ratu untuk ikut menjemput kakek besok" ucap Kakek Angga menjelaskan.
Lio langsung saja menganggukkan kepalanya dengan cepat. Kakek Angga yang merasa kalau Ratu adalah tanggungjawabnya karena tinggal di kota pun sebisa mungkin harus selalu melibatkan hal seperti ini pada gadis itu. Ia tak ingin kalau Ratu sampai merasa sendiri di kota ini karena tidak ada keluarga yang mendampingi.
Lio segera keluar dari ruang rawat inap Kakek Angga kemudian mengurus semuanya. Bahkan obat yang harus ditebus esok hari pun langsung ia minta resepnya. Semuanya ini ia lakukan karena besok langsung bisa pulang tanpa harus Kakek Angga menunggu dirinya.
"Tadi Lio emosi nggak saat tahu kalau restorant hampir bangkrut?" tanya Kakek Angga pada Nathan yang duduk di kursi samping brankarnya.
"Emosi, kek. Tapi nggak sampai mukulin orang" jawab Nathan sambil terkekeh.
__ADS_1
Kakek Angga yang memang sudah mengetahui tentang keanehan dari restorantnya pun waktu itu sudah ingin memeriksa. Namun malah ada kejadian dirinya yang masuk rumah sakit jadi Lio lah yang harus terjun langsung. Ia yakin kalau Lio dan Nathan mampu untuk menyelesaikan semua permasalahan ini. Sekarang pun ia yakin kalau masalah di restorant itu sudah selesai.