Berbeda Kasta

Berbeda Kasta
Ke.1


__ADS_3

Disaat semua remaja seusianya belajar dan bersenang\-senang dengan teman\-teman di kampus, tapi tidak dengan alea.. Gadis ini terpaksa harus berhenti kuliah demi mencari uang untuk kesembuhan ibunya yang sedang terbaring sakit di rumah sakit.


Semua lowongan pekerjaan sudah ia masuki dan tetap saja tidak ada panggilan untuk interview.


Seakan alea sudah putus asa untuk mencari pekerjaan, tapi dia harus tetap semangat untuk mencari kerja demi kesembuhan ibunya yang terbaring lemah.


Pagi itu seperti biasa alea bangun pagi\-pagi dan bersiap untuk kerumah sakit menjenguk ibunya dan tentu saja untuk berangkat pergi mencari pekerjaan.


Sesampainya di rumah sakit, dokter memberitahu kepada alea jika ibunya harus segera di oprasi.


"Maaf nona alea apa kita bisa bicara diruangan saya sebentar.?" Ucap sang dokter yang baru saja memeriksa ibunya.


"Baik dok." Jawab alea tersenyum sopan.


"Mari ikut saya." Ucap dokter sembari berjalan mendahului alea.


Sampainya di ruang dokter, dokter pun menjelaskan perkembangan dari penyakit jantung yang di derita oleh ibu alea.


"Jadi pihak rumah sakit menyarankan untuk melakukan oprasi terhadap ibu anda nona, dan saya memanggil nona kemari untuk meminta persetujuan untuk di lakukannya oprasi secepatnya agar ibu anda kembali pulih." Ucap dokter


"Tapi dok, berapa biaya untuk oprasi ibu saya ini.?" Tanya alea.


"Untuk masalah biaya, nona bisa menanyakan langsung ke bagian administrasi di depan Dan mungkin biayanya tidak sedikit."


Alea diam, memikirkan dia harus dari mana mendapatkan uang untuk biaya oprasi, sedangkan dirinya sampai saat ini belum juga menemukan pekerjaan.


"Ehem....nona alea, apa anda mendengarkan saya." Tanya dokter yang sedari tadi menunggu keputusan dari alea.


"Saya setuju kalau ibu memang harus di oprasi, tapi mohon tunggu saya dapat biaya dulu dok. Jujur untuk saat ini saja saya belum mendapatkan pekerjan." Jawab alea jujur.

__ADS_1


Dokter pun mengangguk, walau sebenarnya kasian dan di sayangkan karna oprasinya harus di tunda gara-gara masalah biaya.


"Kalau begitu saya permisi dok, terimakasih sudah menjaga ibu saya." Ucap alea sambil mengulurkan tangan kepada dokter.


"Sama-sama alea, semoga cepat dapat biaya dan ibu anda bisa di sebuhkan" Jawab dokter sambil tersenyum ramah.


Alea pun keluar dari ruang dokter harun, dokter spesialis jantung tadi.


Bingung.. Alea bingung harus mencari uang dimana untuk biaya oprasi ibunya ini.


Bahkan dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi semenjak ayahnya bangkrut dan kecelakaan. Semua saudara menjauhi alea dan ibunya.


Akhirnya dia pergi ke kantin yang ada di rumah sakit itu untuk makan, karn dari rumah tadi alea juga belum sarapan apapun.


"Alea..." Panggilan seorang gadis yang berhasil membuat alea berhenti menguyah makanan yang sedang ia makan.


"Benar kamu alea kan?" Ucap gadis itu saat sudah duduk di kursi depan alea.


"Hei....kamu benar alea kan yang dulu jadi idola saat di SMA dulu." Ucap gadis itu lagi.


Alea meletakkan sendok yang ia pegang.. "Maaf kamu ini siapa?" Tanya alea ke gadis itu.


"Ya ampun alea... kamu sudah nggak ingat dengan aku, aku ini lisa teman sekelas kamu duly waktu SMA." Jawab lisa dengan muka yang girang dan bahagia karna bertemu dengan alea si gadis cantik dulu.


"Oohh kamu lisa, yang dulu tomboy kayak cowok itu kan ya kalo nggak salah."


"Ahahaha....akhirnya kamu ingat aku juga lea, aku tuh dari dulu pengen ketemu kamu tau." Jawab lisa sambil memeluk tubuh alea.


"Udah lis lepasin, malu tau di liatin orang."

__ADS_1


"Hehehe...habisnya aku seneng banget ketemu sama idola SMA disini"


"Apa sih kamu ini lis, biasa aja."


"Kamu sekarang kuliah dimana lea?" tanya lisa yang berhasil membuat raut muka alea berubah sedih.


"Aku nggak kuliah lis, ini aku malah lagi mau cari kerjaan." Jawanya jujur sambil tersenyum, berharap lisa tidak mengetahui apa yang sedang ia alami.


"Masa cewek sepinter alea nggak kuliah sih, sayang tau lea."


Alea masih tersenyum, walau sebenarnya sedih karna dirinya harus berhenti kuliah karna sudah tidak ada yang membiayai dirinya lagi. Dan sekarang dirinya harus mencari uang untuk oprasi ibunya yang sedang sakit.


Obrolan alea dan lisa pun berakhir karna jam sudah menunjukan jam 12 siang.


"Lis, aku pamit pergi dulu yaa..." Ucap alea sambil berdiri dari temlat duduknya.


"Iihhh lea kamu mau kemana sih, aku kan masih mau cerita-cerita sama kamu."


"Aku mau ini.." Jawab alea sambil menunjukkan map yang berisi surat lamaran kerja yang sudah ia siapkan.


"Aku temenin kamu ya lea."


"Enggak lis, aku sendiri aja. Aku nggak mau ngrepotin kamu."


"Nggak boleh nolak ayok" Ucap lisa sambil menarik tangan alea.


Berkeliling pakai mobil lisa untuk mencari pekerjaan, tapi hasilnya tetap seperti kemaren.


"Jangan sedih lea, aku bakal bantu kamu kok untuk cari pekerjaan." Ucap lisa memecah keheningan didalam mobil.

__ADS_1


"Terimakasih lis" Jawab alea, jujur dia seneng karna masih ada yang peduli dan mau mendengar cerita tentangnya.


JANGAN LUPA KASIH LIKENYA DONG


__ADS_2