Berbeda Kasta

Berbeda Kasta
menunggu pagi.


__ADS_3

Dimas dan Angga tampak ngos- ngosan setelah berlari dari lantai atas untuk menghindari amukan tuan muda mereka.


" mereka tadi lagi ngapain sih ngga, masa iya sih mas Galang bisa sejauh itu sama mbak Dena, kok aku nggak percaya ya ngga, kalau kamu? tanya Dimas yang kini sudah kembali duduk manis pada kursi kasirnya.


" yo podo to Dim, apa kita salah paham ya,tapi tadi kamu lihat to kalau mas Galang itu sedang mengelus- elus perut kekasihnya itu, lhooo., piye jal... apa coba yang di elus- elus kalau bukan si jabang bayi yang ada dalam perut kekasihnya itu,


" kita do'akan saja semoga gangsar sampe lahiran ya,,, aamiin" ucap keduanya, namun tiba- tiba saja rambut mereka terasa tersengat listrik gaes, seperti di tarik ulur gitu, eh, keduanya lalu menoleh kebelakang dan lihatlah kawan ternyata ada dua tangan yang mencapit kuncir mereka secara bersamaan, sanggrama Wijaya rupanya gaes... hehehe rasakno kue ngga, rasakno kue Dim....


"sepurane mas, sepurane." ucap keduanya bersamaan.


" kalian pasti sedang membicarakan Dena kan, o... rupanya ancaman saya kurang ampuh ya tadi, baiklah kalau begitu, saya ganti, bukan sampai kalian bisa mengakhiri masa kesendirian kalian, tapi sampai saya dan Dena naik ke pelaminan, pasti kalian seneng kan? ucap Galang masih belum melepas cengkeraman tangannya pada rambut kedua karyawan nya itu.


" seneng? oh ayolah siapapun itu tolong beritahu sang diyah Wijaya yang satu ini, bukankah kebahagiaan itu sekarang adalah milik dirinya seorang dan juga sang permaisuri nya itu, lalu sekarang tanpa tebeng aleng- aleng dia melimpahkan kekesalan dengan mengatakan bahwa hukuman darinya itu adalah sebuah kebahagiaan untuk Dimas dan Angga, bahagia ndas mu peang lang, Galang.


" iya mas kami turut berbahagia jika mas Galang bahagia, tapi tolong lepaskan cengkeraman tangan sampean ini mas, perih" ucap Dimas seraya memegangi bagian rambutnya yang di tarik oleh Galang.


" lain kali kalau mau ngomong tuh disaring dulu, jadi yang keluar dari bibir kalian itu hanya kalimat yang berfaedah saja, dan tidak akan merugikan bagi kalian" ucap Galang kemudian berlalu meninggalkan Dimas dan juga Angga yang tampak mengelus- elus kulit kepalanya yang terasa perih itu.


" he eh, kalau ngomong sih pinter banget ya ngga bos profesor tuan muda Galang Wijaya tapi pada kenyataannya sifat dan omongannya kok nggak sinkron" ucap Dimas


" huh, orang kalau lagi bahagia itukan biasanya vibes nya positip, aura kebahagiaan nya terpancar dari wajahnya, lho kalau bos kita ini bagaimana dim,perasaan beliau itu seneng sama sedih kok sama aja? ora ono bedo e... keduanya kemudian berlalu untuk melayani pengunjung yang mulai kembali ramai.


Galang meninggalkan Dena yang tengah menikmati makanan nya seorang diri, saat itulah Galang muncul kembali.


" kenapa mukanya kayak baju nggak pernah di setrika sih pak, kusut banget" ucap Dena yang kemudian meraih minuman di depannya.


" abis marahin Dimas sama Angga" jawab Galang kemudian ia pun ikut duduk di samping Dena, sekilas ia melihat wajah Dena yang sedang menyeruput minuman dinginnya.


" udah kenyang" tanya Galang menyibak rambut Dena yang keluar dari barisan nya.


Dena menoleh lalu tersenyum.


" udah, makasih pak" ucap Dena.


" aku anter pulang sekarang ya"tanya Galang lalu menyentuh pipi Dena yang menyisahkan sebutir nasi disana.


Dena tersenyum tersipu.

__ADS_1


" makasih lagi, bapak perhatian banget sama saya" ucap Dena yang kemudian menyambar tas selempang dan jaket denim milik Galang, lalu memakai sepatu high heels nya, tapi Galang mencegahnya.


" pakai sepatu nya di bawah saja, nanti kamu jatuh, sini" Galang meraih sepatu yang akan di pakai oleh Dena, Dena tak protes ia pun segera berdiri lalu melangkah di belakang Galang, namun Galang menghentikan langkah kakinya.


" saya seperti sedang berjalan dengan seorang sekretaris kalau kayak gini Dena" Dena tak mengerti dengan ucapan Galang barusan.


" hah, apa pak, lagi males mikir ah, nggak ngerti maksudnya apa? " tanya Dena dengan polosnya.


Galang menarik tangan Dena untuk berjalan di samping nya bukan di belakangnya.


" sekarang paham? " tanya Galang masih menggenggam tangan Dena, namun Dena yang merasa tak nyaman itupun berusaha melepaskan tangannya yang di gandeng oleh Galang, kan karyawan di sini lambe nya pada turah semua ya, jangan mau lah den jadi santapan lezat mereka untuk dijadikan bahan gibahan...


namun rupanya kehadiran mereka yang kini tampak tengah menuruni tangga tetap saja menjadi perhatian para kaum jomblowan karyawan Galang, bukan tangan yang masih bergandengan ya, tapi tangan si bos yang menenteng sepatu high heels berwarna hitam kepunyaan Dena itulah yang membuat Angga sampai membelalakkan matanya, itu takjub, tak percaya apa heran ngga, hmmm, emboh lah aku ora mudeng lang,Galang.


Dena duduk untuk memakai sepatunya sementara Galang setia menunggu di sampingnya, keduanya lalu berjalan menuju ke area parkir dimana mobil Galang berada.


" langsung pulang atau mau mampir kemana dulu, mungkin ada sesuatu yang ingin kamu beli " tanya Galang ketika saat ini mereka sudah ada di dalam mobil dan Galang berada di balik kemudi nya.


" langsung pulang aja deh pak,ibu marah jika saya terlalu lama perginya " jawab Dena lalu menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi yang diduduki nya.


Galang menarik kepala Dena untuk ia sandarkan pada bahu kokoh nya, Dena mendongakkan kepalanya lalu tersenyum, Galang pun tersenyum lalu mencium puncak kepala Dena singkat.


_________


_____


___


Galang mengantarkan Dena sampai di depan rumahnya, walaupun Dena menolaknya namun Galang tak mengindahkan ucapan Dena.


" maaf sudah membuat ibu khawatir karena saya terlalu lama membawa Dena keluar" ucap Galang sebelum pamit pulang kepada ibunya Dena.


" iya nggak apa- apa pak, saya percaya jika Dena bersama pak Galang" ucap Ibu Dena.


Galang melajukkan kendaraan dengan kecepatan tinggi, sungguh ia ingin segera sampai ke rumah untuk membersihkan dirinya lalu kembali lagi kerumah sakit untuk menjemput sang papa yang memaksa untuk pulang ke rumah karena Wijaya merasa jika kondisi tubuhnya sudah kembali normal seperti sedia kala, dan tentu saja ucapan Anisa tadi sangat mengusik pikiran Galang, sebenarnya apa yang di sembunyikan oleh papanya.


___________

__ADS_1


________


______


Galang sudah sampai di depan pintu dimana sang papa dirawat, ia pun meraih handle pintu kemudian melangkah masuk, sang mama tengah sibuk merapikan barang- barang dalam koper kecilnya.


" sudah di izinin pulang sama dokternya pa, ma" tanya Galang yang kini berdiri di samping hospital bed dimana sang papa tengah duduk menikmati sepiring buah- buahan segar dengan sendok buahnya.


" sudah semua lang" jawab sang mama.


setelah dirasa tidak ada yang tertinggal dan semua urusan telah di selesaikan mereka pun meninggalkan rumah sakit itu pada malam harinya.


_________


______


_____


lexus hitam Galang memasuki halaman kediaman orangtua nya, Galang turun dari mobilnya lalu ia membukakkan pintu untuk papa dan mamanya, Ardi sudah siap dengan kursi roda di depannya untuk menjemput sang tuan besar.


" papa mau langsung istirahat saja lang, ayo ma" ucap Wijaya kepada Galang, lalu Galang memapah sang papa sampai di kamar nya.


" istirahat yang cukup pa, Galang ke kamar dulu, ma" ucapnya tersenyum kepada sang mama, kemudian melangkah pergi meninggalkan kamar papa dan mamanya.


Galang tak langsung masuk ke kamar nya, ia tampak duduk di balkon rumahnya.


" mungkin besok pagi saja aku tanyakan langsung kepada papa' gumamnya lalu membaringkan tubuh lelah nya pada sofa panjang berwarna navi itu.


sementara itu di kamar, Ryanti dan Wijaya masih belum memejamkan matanya walaupun tubuh keduanya sudah terbaring di atas peraduan.


" papa merasa aneh nggak sih sama sikap Galang tadi, sepertinya ada sesuatu yang di pendam oleh anak itu pa" tanya Ryanti yang menatap langit- langit kamarnya.


" kita sepemikiran ma, apa dia sudah mengetahui tentang masalah yang tengah papa hadapi di kantor,tapi dari mana dia bisa tau? " tanya Wijaya bingung.


jeng, jeng, jeng, maaf ya masalahnya masih belum terkuak....


trimakasih, sudah baca dan like nya,

__ADS_1


BarokAllah.



__ADS_2