Berbeda Kasta

Berbeda Kasta
merayu Ardi.


__ADS_3

Kini keduanya sedang dalam perjalanan pulang,harusnya ya,,,


catet,, harusnya,,


" Di, kita ke kafe dulu ya,, saya mau ngasih tau anak- anak,lusa kafe tutup sampai H +2" ucap Galang bicara kepada Ardi.


" kenapa nggak di share di group aja mas, lebih praktis " jawab Ardi tanpa menoleh.


" saya mau silahturahmi juga lho Di, minta doa restu dan doa selamat juga dari mereka, masa iya cuma lewat handphone aja, nggak sopan dong" tolak Galang masih coba merayu Ardi.


" kan situasi nya darurat mas, saya rasa sih itu tidak akan mengurangi nilai kesopanan nya" ucap Ardi lagi.


Galang pun menoleh kepada Dena,


" gimana? " ucap nya pelan.


Dena menggeleng pelan.


" malam minggu, boleh pakai Porsche saya deh Di, bebas mau kemana aja, asal jangan di jual"ucap Galang masih coba merayu sopir pribadinya itu.


" nyuap nih ceritanya, sepurane mas nggak mempan, saya harus menjaga amanah dari ibu, nanti ibu kecewa kalau sampai saya mengkhianati beliau"


" paling juga kena marah Di, ibu kan marahnya cuma hitungan detik, ayolah Di, nggak kasian apa sama mas Galang mu yang tampan dan baik hati ini"


" marah sama kecewa beda levelnya mas, mending dimarah daripada membuat kecewa orang yang sudah memberi kepercayaan kepada kita, mas bener ibu kalau marah bisa dihitung pakai jari, tapi beda kalau levelnya sudah pada taraf kecewa mas, 10 jari tangan dan 10 jari kaki kita jika di hitung berkali-kali pun tidak akan mampu menghitung nya" ucap Ardi lagi.


" dalem banget Di, pernah dikecewain ya, sama siapa? " ucap Galang menggoda, dia tidak tau saja bahwa ucapan Ardi telah membuat Dena kembali teringat betapa kecewa yang ditorehkan oleh Galang sungguh sangat membekas dihatinya, ia sudah melupakan nya, toh sekarang mereka akan segera menikah, tapi kenapa curhatan pak sopir ini malah membuatnya sedih, itu sih namanya masih belum move on dong Den dari kecewa nya.


" saya lagi ngomongin mas Galang lho padahal, dasar nggak peka " bathin Ardi yang melihat wajah sendu Dena dari kaca spion.


" nggak pernah mas, kalau melihat orang kecewa plus orang yang mengecewakannya sih pernah" jawab Ardi.


Galang menoleh pada Dena yang memandang keluar,,


" Dena, kenapa? " tanya nya.


" nggak mas, lagi pingin lihat suasana luar aja" ucap Dena.


" Di, ucapan kamu sudah membuat Dena sedih, tanggung jawab kamu " ucap Galang.


" lho kok ucapan saya sih mas, coba ditanya sama mbak Dena nya, ucapan saya atau kenangan pahitnya?


Galang baru menyadari bahwa ucapan Ardi tadi sedikit banyak sudah membuka kisah sedih yang di akibatkan oleh perbuatannya.


" Dena, maafin Ardi ya dia emang gitu kalau ngomong, sepenak e dewe" ucap Galang pelan, tapi rupanya masih bisa di dengar oleh Ardi.


" kok saya yang di kambing domba kan sih mas, mas Galang tu yang kadal bunglon nya, pandai berkamuflase, yang punya riwayat penyakit kronis siapa, lah yang di suruh menjalani perawatan siapa" tolak Ardi.


"salah minum vitamin apa overdosis Di, bahasa mu kok dalem banget hari ini? " tanya Galang.

__ADS_1


" biasa aja mas, lagi pingin serius aja" jawab Ardi.


" Dena, kok bulu kuduk mas berdiri semua ya? " ucap Galang menoleh kepada Dena.


" pasti belum mandi junub tuh mas, makanya jin nya nggak mau pergi dari badan mas Galang" eh,, yang ditanya kan Dena ya, tapi kok Ardi yang jawab.


" sembarangan kalau ngomong, memangnya kamu pikir saya ini abis ngapain, nina ninu gitu heh!!


" ya syarat mandi junub kan nggak harus nina ninu dulu mas, pikiran yang mesum lalu turun kebawah itu juga bisa menjadi penyebab diharuskan nya kita untuk mandi junub"ucap Ardi.


" nggeh pak ustadz, nanti pulang saya mandi junub plus thaharoh juga, terus yang tadi gimana Di, bolehlah kita mampir sebentar di kafe ya" pinta Galang lagi.


Ardi menganggukan kepalanya.


" yes, kita ke kafe sayang, seneng nggak? " tanya Galang mendekat kan posisi duduknya pada Dena.


Dena mengangguk saja.


" Dena" sapa Galang.


" iya mas, kenapa? " ucap Dena tanpa menoleh.


" lihat sini dong, ada apa sih diluar sana, yang disebelah nya di acuhkan" protes Galang.


Dena pun menoleh.


" maaf mas, ucapan mas Ardi membawa ku pada hari dimana kamu pergi tanpa kabar berita" ucap Dena sedih, Galang membawa Dena untuk bersandar di bahunya.


" trimakasih sudah memilih ku mas" ucap Dena, mengusap airmata yang mengalir di ujung netra nya.


" kamu yang masih memilih ku, padahal ada hati yang sesungguhnya jauh lebih sempurna dan penuh cinta disamping mu, maaf ku tak sebanding dengan kecewa mu" ucap Galang menimpali.


Dena mendongakkan kepalanya, Galang tersenyum mengusap pipi mulus Dena.


" lho ini kok jadi sedih sih, padahal saya sudah mengabulkan permintaan nya kan, apa mau dicabut kembali " ucap Ardi dari balik kemudi nya.


"ya jangan dong Di, tuh kita aja udah sampai, kamu mau ikut masuk atau tunggu disini? " tanya Galang saat mereka sudah ada di depan kafe Galang.


" ya ikut masuk dong mas, tega ya sampean masa iya saya disuruh menunggu di sini" protes Ardi.


" saya nggak nyuruh Di, tapi memberikan pilihan, piye to? sudah kembali ke setelan awal rupanya " ucap Galang lalu membuka pintu saat mobil sudah berhenti di area parkir kafe.


" weh, calon manten kok masih kelayapan sih mas, belum di pingit to? " ucap Angga saat berpapasan dengan Galang dan juga Dena.


" belum ngga, Dimas mana kok nggak kelihatan? " tanya Galang.


" ada kok mas, itu Dimas" tunjuk Angga pada Dimas yang tengah berjalan ke arah mereka.


" mas Galang, ngapain ke kafe mas, duh udah mau jadi manten lho, sebaiknya di rumah saja" ucap Dimas ramah.

__ADS_1


" cuma sebentar Dim, sekalian mau cek data di laptop sebelum bener- bener cuti" ucap Galang.


Galang pun mengajak Dena untuk ikut bersamanya naik ke lantai dua, dimana ruangannya berada.


" mas Ardi nya nggak ikut mas? " tanya Dena saat melihat kebelakang ternyata pak sopir Galang itu tidak turut serta.


" dia lagi makan dibawah, udah ayok buruan " ajak Galang menggandeng satu tangan Dena.


setelah masuk kedalam ruangannya ,Galang membuka jendela dan tirai putihnya, sementara Dena duduk di sofa kebesaran Galang.


" mas cuti berapa hari? " tanya Dena seraya menguncir rambutnya satu kebelakang.


" sampe kamu puas" jawab Galang seraya mendekat kepada Dena.


" ish,,bisa nggak kalau biasa aja jawabannya nggak usah mesum!! ucap Dena kesal.


" lho kok mesum sih coba jelaskan di bagian mana jawaban mas yang kamu bilang mesum hmm? " ucap Galang seraya menundukkan tubuhnya menyamai Dena yang tengah duduk menyilangkan kakinya.


" mas, inget,,


" belum H-A-L-A-L, iya mas inget Dena" Galang menyela ucapan Dena.


setelah selesai memeriksa berkas di laptopnya, Galang kembali menutup jendela dan pintu ruangannya, lalu keduanya pun turun.


hari ini kafe tutup lebih awal, karena Galang akan mengadakan mini meeting kepada karyawan dikafenya.


" jadi lusa kafe tutup mas? " tanya Dimas.


" betul Dim, mulai lusa sampai H+2 kafe tutup, kalian bisa membukanya kembali keesokkan harinya" ucap Galang yang duduk bersebelahan dengan Dena.


" dan ini yang menurut saya adalah hal terpenting yang harus saya sampaikan kepada kalian semua" Galang sengaja menjedah ucapannya.


seluruh karyawan tampak saling pandang,menunggu apa kiranya yang akan disampaikan oleh bos muda mereka ini.


" saya mohon doa restu dan juga doa selamat untuk kami berdua baik itu sebelum ataupun sesudah akad nanti , maaf jika selama ini saya terlalu keras terhadap kalian" ucap Galang lalu menggenggam satu tangan Dena .


" jangan ngomong kayak gitu dong mas,kita pasti selalu mendoakan mas Galang bahkan jauh sebelum mas Galang kenal sama mbak Dena, iyo to ngga" ucap Dimas menoleh kepada Angga yang langsung menganggukan kepalanya.


" iyo mas, sebenarnya dulu waktu mas Galang sama mbak Dena udah mau pisah, kita udah nggak tenang banget, takut- takut kalau sampai ternyata mas Galang malah berjodohnya sama mbak Anisa , tapi Alhamdulillah ternyata ketakutan kami nggak berujung, karena dipersimpangan mas Galang kembali lagi ke pelukan mbak Dena ,eh sepurane mas, mbak ,agak vulgar yo ngomonge,, nyuwun lima ngewu,, hehehe" Angga tertawa kecil.


" Alhamdulillah, trimakasih untuk doa nya, besok saya sudah cuti dan jangan tunggu kapan selesai nya ya,,, " Galang tersenyum kepada Dena yang malah menatap nya tajam.


" inget lang,belum **H-A-L-A-L!!!!


trimakasih, jazakumullah khoiron


semoga selalu suka,,


happy weekend,,

__ADS_1


see u**,,,,



__ADS_2