Berbeda Kasta

Berbeda Kasta
Ke.14


__ADS_3

Setengah jam berlalu, riki dan alea telah sampai di rumah sakit tempat ibu nia (ibunya alea) dirawat.


Setelah memarkirkan mobilnya riki bergegas menyusul alea kedalam, bukan karna apa.


Tapi riki memang benar-benar ingin melindungi kluarga dan seseorang yang di cintainya, walaupun sampai saat ini dirinya belum juga mengungkapkan perasaannya kepada alea. Tapi riki berharap alea bisa peka dengan perhatian yang selalu dirinya berikan kepada gadis itu.


Sesampainya didalam ruangan tempat dimana ibu nia berada, riki langsung masuk kedalam setelah dan sedang mendapati alea yang sedang membereskan barang-barang milik ibunya. Tak ketinggalan disana juga ada lisa teman sekaligus sahabat yang selama ini sudah merawat bu nia dengan telaten.


Bahkan berkat bantuan lisa lah bu nia sekarang bisa sembuh dan bisa di perbolehkan untuk pulang.


"Selamat pagi tante." Sapa riki dengan tersenyum sopan.


"Selamat pagi juga nak riki." Jawab bu nia ramah.


Karna bu nia juga sudah kenal baik dengan riki, tapi bu nia tidak tau perihal masalah perasaan riki terhadap anak semata wayangnya itu.


"Bagaimana keadaan tante sekarang, apa sudah lebih baik." Ucap riki memulai obrolan.


"Puji tuhan nak riki, sekarang tante lebih sehat rasanya. Sudah tidak sabar untuk pulang kerumah."


"Kalau begitu, mari saya antar tante pulang kerumah."


"Apa tidak merepotkan nak riki, kan harus bekerja."

__ADS_1


"Tidak tante, sama sekali tidak merepotkan."


"Kalau begitu, terimakasih sebelumnya nak riki."


Riki menyautinya dengan senyuman, alea dan lisa yang ada disitu hanya mendengarkan apa yang di bicarakan oleh riki dan ibunya itu.


πŸƒ


Saat semuanya sudah di bereskan. Alea, riki, lisa beserta bu nia segera keluar dari rumah sakit itu.


Dengan hati-hati riki membantu ibu dari alea untuk duduk kedalam mobil miliknya, alea pun juga sama langsung masuk kedalam mobil milik riki itu dan setelah semua masuk riki langsung melajukan mobil miliknya dengan kecepatan sedang. Lisa tidak ikut naik bersama dimobil milik riki, karna dirinya membawa mobil sendiri dan menyusul dari belakang.


Dua puluh menit sampailah mereka di rumah milik alea, rumah yang cukup luas dan sederhana, namun jauh dari kata mewah. Disitulah alea di besarkan dengan kasih sayang kedua orang tuanya.


"Terimakasih nak riki, ayo masuk dulu kegubugnya tante"


Hanya senyuman yang riki lontarkan kepada ibunya alea, saat ibunya alea di bantu oleh lisa, riki langsung kembali ke mobil untuk membantu alea membawa barang-barang.


"Kak riki terimakasih untuk hari ini, dan maaf sudah merepotkan kak riki." Ucap alea tak enak hati kepada riki, mengingat dirinya hanyalah pelayan di rumah miliknya.


Riki tersenyum dan menyauti "Ini semua nggak gratis" Sambil berlalu pergi meninggalkan alea kedalam rumah.


Alea yang di tinggal begitu saja pun mematung dengan perkataan riki, takut kalau harus membayar dengan yang aneh-aneh, mengingat majikannya ini sedikit agresif kalau dengan dirinya.

__ADS_1


πŸƒ


Didalam rumah milik orang tua alea, ibu nia diantarkan langsung kedalam kamar miliknya untuk beristirahat, sedangkan alea sendiri sedang membuat minuman untuk lisa dan riki.


Alea keluar dari dapur menuju keruang tamu dimana riki dan lisa duduk, dia langsung meletakkan jus jeruk yang ia bikin buat mereka minum.


"Ayo silahkan diminum lis, kak riki..." Ucap alea menawari.


"Terimakasih lea" Dengan semangatnya lisa langsung mengambil jus itu dan meneguknya hingga tersisa setengah gelas.


"Haaahhhh..." Kata itu lolos dari mulut lisa setelah meneguk jus yang alea berikan.


"Menjijikkan, kau ini seorang gadis. Kenapa bersikap seperti itu" Protes riki yang melihat tingkah saudaranya itu.


"Biarin.. Bwleeeekkkk...." Jawab lisa mencibir.


Riki pun tak menanggapi dan malah bergidik jijik melihat tingkah cewek yang seperti itu.


πŸƒ


SEGINI DULU AJA YAA


JANGAN LUPA KASIH LIKEπŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2